Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Mengingau


__ADS_3

Sementara Kurashi di larikan ke rumah sakit karena terluka di bagian kepalanya.


anggota Akira dan dua anggota Kurashi tewas karena tembakan dan ledakkan tersebut


Malam hari


Akira mendatangi Kaneshiro yang masih di kamar inapnya dengan kondisi luka dia memaksakan diri dengan menahan sakit untuk memberi laporan kepada Kaneshiro


Prak..


Hentakan meja yang di lakukan oleh Kaneshiro yang sedang marah besar setelah mendengar laporan dari Akira


"Kurang ajar, ini sama saja telah menghina ku, semua anggota kita pergi dan semuanya tewas, Kurashi si anak bodoh itu juga melakukan hal yang bodoh" bentak Kaneshiro yang berdiri di tepi ranjang


"Maaf, tuan besar. ini salahku" ucap Akira dengan menunduk


"Kenapa Lion bisa muncul di sana? apa karena ini ada hubungan dengan George Hamilton, oleh sebab itu dia ikut campur?"


"Tuan besar, kita sudah terlewatkan info penting"


"Info penting? info apa maksud mu?'


"Gadis itu ternyata adalah cucu Lion, oleh karena itu dia turun tangan" jawab Akira sambil menahan sakit


"Cucu Lion? kenapa selama ini kita tidak mengetahuinya? apakah Kurashi juga tidak tahu?" tanya Kaneshiro dengan hampir tidak percaya


"Sepertinya dia tidak tahu juga, di saat itu Lion dan George Hamilton datang bersama dan membawa anggota mereka dari dua kumpulan dan kita kalah jumlah, selain tewas akibat tembakan anggota kita sebagian tewas karena ledakkan" jelas Akira


"Ini sangat memalukan bagi ku, kumpulan kita tidak pernah kalah dari siapa pun selama ini, Lion di masa muda sangat terkenal dia sangat lincah dan kejam di dunia mafia dia sangat di takuti, dia dan anak durhaka itu memang di kenal sangat akrab semua di dunia mafia tahu mengenai hubungan mereka, hanya saja aku tidak menyangka jika dia adalah kakek dari gadis pasar itu, kelihatannya pertarungan ini akan terjadi dengan secara besar-besaran" ucap Kaneshiro


"Tuan besar, kumpulan Black White sangat luas untuk melawan mereka kita masih harus menyusun rencana, jika mereka bergabung dengam Lion ini akan semakin sulit bagi kita, dan gadis itu mendapat dua perlindungan dari dua kumpulan, jadi sulit untuk kita menculiknya" jelas Akira


"Sesulit apa maksud mu? walau dia adalah cucu mafia bukankah dia selama ini hidup di pasar? selain sikapnya yang ceroboh apa lagi keahlian yang dia miliki?"


"Dia tidak bisa di tebak, tuan muda di lukainya, dan hari ini karena keberaniannya dia melemparkan bom itu dan menewaskan semua anggota kita dan tuan muda kita masih belum sadar" jelas Akira


"Dia adalah tunangan anak durhaka itu dan juga cucu Lion, bisa di katakan jika gadis ini adalah kelemahan mereka" ujar Kaneshiro yang berniat jahat


"George Hamilton sangat mementingkan gadis ini, selama ini belum pernah mendengar kabar jika dia dekat dengan wanita mana pun"

__ADS_1


"Ambil kesempatan untuk menculiknya, aku tidak percaya tidak bisa menangkapnya, jika dia adalah kelemahan anak durhaka itu dan Lion maka aku semakin ingin menangkapnya, aku ingin sekaligus menghapus dua kumpulan terbesar ini" ucap Kaneshiro dengan mengepal kedua telapak tangannya


"Baik Tuan besar, akan ku perhatikan, di saat dia sendirian maka aku akan langsung menangkapnya"


Kediaman Hamilton


Setelah pulang dari lokasi kejadian George membawa Lavender ke kediamannya


"Sudah ku bilang aku tidak terluka kenapa masih saja menyuruh dokter untuk memeriksa ku?" tanya Lavender yang duduk di atas kasur


"Gadis nakal, kenapa kau bisa begitu bandel? lihatkah tangan mu sudah tergores karena serpihan mobil tapi masih saja tidak bisa diam" kata George yang sedang duduk di tepi kasur


"Ini hanya luka kulit saja, bukan apa-apa"


"Sudah diam, malam ini tidur di sini saja"kata George yang melihat tangan Lavender


"Aku mau pulang mandi"


"Mandi saja di sini".


"Sini tidak ada pakaian baru, aku tidak mau pakai baju mu"


"Di lemari ada baju mu, aku sudah menyiapkan untuk mu"


"Patrick sudah membawa lauk ikan kecap ke sini tadi, bibi sudah memasakkan untuk mu"


"Apa? kenapa bibi bisa masak dan di bawa ke sini?"


"Aku sudah memberitahu bibi jika kau akan tidur disini malam ini, makanya bibi masakan ikan kecap untuk mu"


"Kenapa kau selalu saja buat keputusan tanpa bertanya pada ku?"


"Kau adalah kekasih ku jadi tidak ada salahnya jika kau tidur di sini" jawab George


"Tapi kau jangan tidur di sini, aku mau tidur sendirian"


"Iya aku tahu, pergi mandi sana, setelah itu baru makan dan tidur" ujar George dengan sambil melepaskan bajunya


"Woii...kenapa kau melepaskan bajumu di depan ku?" teriak Lavender yang menutupi matanya dengan bantal

__ADS_1


"Kenapa kau berteriak? kau bukannya tidak pernah melihat aku bertelanjang kan?" tanya George yang membuka pintu lemarinya


"Tapi jangan buka di depan ku, mata ku jadi ternoda melihat tubuh mu" jawab Lavender sambil memejamkan matanya


"Iya sudah, aku hanya ingin mandi, kau mandi saja di sini, aku akan mandi di kamar sebelah" jawab George dengan mengambil handuknya berjalan keluar dari kamar itu


"Dasar tidak waras, panas sekali aku mau mandi juga" gumam Lavender yang melangkah masuk ke kamar mandi


"Bagus aku rendam saja, kalau aku buka pakaian bagaimana jika dia tiba-tiba masuk? nanti saja baru melepaskan pakaian ku, bagus aku merendam dulu baru buka pakaian ku" gumam Lavender yang masuk ke dalam Bathtub


"Nyaman juga, ini pertama kali aku rendam air, tapi semua pakaian ku jadi basah, oh..tadi dia mengatakan jika di lemari ada pakaian ku, nanti saja aku baru ambil" gumam Lavender dengan secara perlahan memejamkan matanya


Lavender berendam di Bathtub tanpa melepaskan pakaiannya tidak lama kemudian Lavender pun ketiduran karena kelelahan


Setengah jam kemudian


George yang baru siap mandi dengan hanya balutan handuk masuk kembali ke kamarnya dengan niat ingin mengambil pakaian di lemarinya itu


Di saat George membuka lemari dia mendapati baju baru untuk Lavender masih tergantung di sana, karena merasa heran maka dirinya pun melangkah ke arah kamar mandi


"Lavender, apa kau sudah siap mandi? baju mu masih di lemari" suara panggilan George yang di depan pintu


"Kenapa tidak ada suara? apa dia pingsan?" gumam George merasa khawatir


Lalu George membuka pintu kamar mandi dan melangkah masuk ke dalam, di saat masuk ke dalam kedua matanya fokus pada Lavender yang sedang merendam dengan berpakaian lengkap di tubuhnya


"Lavender" teriak George yang merasa cemas dan menghampiri Lavender yang sedang ketiduran


"Bangun.. apa kau tidak apa-apa?" ucap George yang merasa khawatir


"Jangan ganggu aku, aku mau tidur. setelah bangun aku mau ledakkan rumah Gorila Hamil" kata Lavender yang sedang mengingau


"Dasar gadis ceroboh, mana ada orang yang mandi dengan berpakaian lengkap, apa lagi sampai ketiduran begini"


"Sudah ku bilang jangan bisiingg, hiaaak" kata Lavender yang sedang mengingau sambil memukul sebelah mata George


Bruk


"Aarggthh, dasar gadis nakal, tidur saja kau juga bisa memukul orang" gerutu George dengan merasa kesal sambil memegang matanya yang sakit akibat pukulan Lavender

__ADS_1


Bab selanjutnya


Pertempuran di atas ranjang


__ADS_2