Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Penyelamatan Lavender


__ADS_3

Sesaat kemudian George tiba di cafee dan mendapati Lavender sudah tidak berada di sana.


"Katakan pada ku, tadi apakah ada seorang gadis di sini?" tanya George dengan cemas


"Ada, dia di pukul sehingga pingsan dan di bawa pergi sama beberapa orang pria" jawab pemilik toko di sana


"Lavender, kau harus baik-baik saja" batin George merasa cemas


Geoger mengeluarkan handphone dan di buka pesanan mendapati ada kiriman dari Lavender semasa di cafee tadi.


"Gadis pintar" gumam George yang segera meninggalkan tempat itu bersama anggotanya


Lavender di bawa ke sebuah gudang kosong dalam kondisi tidak sadarkan diri.


"Jangan menyalahkan ku, karena kau telah mengetahuinya maka aku hanya bisa langsung bertindak, dan tidak lama lagi kau bisa bersatu lagi bersama kakek mu itu" batin pria itu dengan menatap tajam ke arah Lavender


"Jika mau salahkan, maka salahkan diri mu yang ada hubungan dengan si tua itu, sehingga kau harus menerima semua ini, dunia Mafia tidak mudah, salahkan diri mu di lahirkan dari darah Mafia" kata pria


Sesaat kemudian mereka semua meninggalkan gudang itu dan hanya sisa Lavender yang belum sadarkan diri di dalam sana.


Pintu gudang di kunci dari luar dan di awasi oleh beberapa anggota Tevez di luar gudang itu.


Prak..


Hentakan meja yang di lakukan oleh Lion setelah mendapat kabar bahwa Lavender telah di culik.


"Siapa berani menculik cucu ku akan ku hancurkan usus nya" bentak Lion dengan kesal


"Kakek, kita segera utuskan anggota kita untuk mencarinya, aku yakin asal dia masih di dalam kota kita pasti bisa tahu keberadaannya" kata Girvanlo


"Cepat lakukan, utuskan seluruh anggota Lion mencarinya sampai dapat" Perintah Lion dengan emosi


"Baik" jawab Girvanlo dengan menurut


"Ketua besar, mereka menculik Nona Lavender tapi kenapa mereka tidak menghubungi kita?" tanya Kelvin dengan penasaran


"Apakah pelakunya adalah Tevez?" sambung Bieber dengan penasaran


"Dia menghilang begitu saja, apa mungkin memang dia pelakunya" kata Girvanlo dengan penasaran


"Tidak peduli siapa dia jika mendapatkannya akan ku bunuh, beraninya menyentuh cucu ku" bentak Lion dengan kesal


George menuju ke gudang tempat pengurungan Lavender bersama sejumlah anggotanya.


Di saat itu George yang sedang mengendarai mobilnya menginjak gas menabrak anggota Tevez yang berjaga di luar pintu gudang tersebut.


"Awaaasss" teriak anggota Tevez yang langsung berlari ke arah lain


Prak.....

__ADS_1


Tabrakan mobil George terkena pintu besi gudang itu sehingga menyebabkan mobilnya rusak bagian depan.


Dor...dor...dor...dor


Tembakan dari anggota George mengenai para anggota Tevez.


"Aargghhttt" teriakan serentak anggota Tevez yang tertembak


George langsung memundurkan mobilnya dan kemudian keluar dari mobil dengan mengeluarkan senjata dan menembak ke arah gembok yang mengunci pintu besi gudang itu


Dor...dor...dor ..


Tembakan George mengenai ke gembok sehingga terbuka


George langsung membuka pintu dengan cepat dan masuk ke dalam gudang tersebut.


"Lavender" teriak George yang berlari ke arah Lavender yang masih belum sadarkan diri


"Lavender, bangun" panggil George yang cemas sambil menepuk pelan wajah Lavender


Tidak lama kemudian Lavender membuka matanya dan melihat George yang sedang memeluknya


"Gorila Hamil, ini di mana? apa yang terjadi?" tanya Lavender yang lupa kejadian tadi


"Kau sudah aman, gadis ceroboh" jawab George dengan memeluk erat Lavender


"Aku ingin pulang" pinta Lavender yang di pelukan George


"Hahahaha..bagus, bagus, ini yang ku inginkan, cucunya di tangan ku maka aku ingin dia merangkak di depan ku agar aku bisa puas melihatnya" kata Tevez yang merasa senang karena sudah tahu jika Lavender sudah di tangan anggotanya


"Selamat, ini langkah pertama rencana kita yang berhasil" jawab seorang pria yang duduk bersama Tevez


"Kau sangat menakutkan, berpura-pura baik di depan si tua itu dan kemudian kau juga yang menusuknya dari belakang, jika si tua itu tahu aku penasaran bagaimana reaksinya" ujar Tevez dengan senyum sinis


"Di saat dia tahu semua sudah terlambat, karena dia sudah hancur, ada wanita itu di tangan kita maka walau dia ada George Hamilton juga tidak berguna, bagi mereka Lavender sangat penting oleh karena itu wanita itu adalah kelemahan mereka" jelas pria itu dengan yakin


"Bagus! bagus! aku juga tidak sabar lagi untuk melihat anak Merliza apakah dia mirip dengan ibunnya" lanjut Tevez dengan penasaran


Kediaman Hamilton


"Aku tidak menyangka jika kau bisa cepat datang" ujar Lavender yang sedang berada di kamar


"Kau mengirim lokasi mu mana mungkin aku tidak cepat"


"Kenapa kau tidak membawa ku pulang?" tanya Lavender yang sedang duduk di kasurnya


"Sangat bahaya jika mereka tahu kamu di mana, sementara ini kau harus di sini dulu, mengenai bibi aku sudah memberitahunya" jawab George yang duduk di samping kasur


"Apakah dia akan melukai kakek?"

__ADS_1


"Tidak! karena Kakek pura-pura tidak tahu" jawab George


"Apa kakek sudah tahu kalau aku berada di rumah mu?"


"Tentu sudah tahu, jadi kau tenang saja"


"Bagaimana bisa tenang, ada pengkhianat di sisi nya" kata Lavender dengan khawatir


"Tenang saja, ini sudah di rencanakan dengan baik, jika ingin menangkap ikan maka kau harus memasang umpan" ujar George dengan senyum


"Jadi aku harus berapa lama tinggal di sini?"tanya Lavender yang duduk di kasur dengan bersandar


"Selamanya" jawab George dengan senyum


"Jangan bercanda aku serius" kata Lavender


"Kenapa? apa kau tidak suka di sini?"


"Ini bukan rumah ku"


"Tapi ini adalah rumah pria mu" canda George yang mendekati Lavender yang sedang duduk di kasurnya


"Jangan dekat-dekat" ujar Lavender yang menahan tubuh George dengan ke dua tangannya


"Sini biar aku lihat luka mu" kata George yang menyentuh kepala Lavender


"Sudah tidak sakit"


"Biar aku melihatnya dulu,mereka pasti memukul mu dengan kuat oleh karena itu kau bisa pingsan"


"Sudah sembuh, sudah tidak sakit"


"Jangan bergerak terus biar aku melihat bagian yang di pukul mereka"


"Sudah ku bilang tidak sakit"


"Diam biar aku periksa lagi, kalau bergerak lagi aku akan membuka baju mu"


"Dasar pria mes*m"


Keesokan harinya


Semua anggota Lion datang menghadap Ketua mereka, Lion emosi karena tidak mendapatkan jejak cucunya itu


Prang..


Pecahan gelas yang di lempar oleh Lion sehingga hancur berserakan di lantai


"Sudah dua hari tapi masih belum ada kabarnya, jika belum masih mendapatkannya maka kalian jangan pernah kembali" bentak Lion dengan kesal

__ADS_1


"Satu hal lagi, jika Lavender sampai kehilangan nyawa maka akan ku ambil nyawa kalian sebagai gantinya" ketus Lion dengan tatapan aura membunuh


"Kakek, aku yakin Lavender pasti masih hidup, mereka menangkapnya pasti karena ingin melawan, Kakek." ujar Girvanlo


__ADS_2