Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Mimi bertemu dengan Lavender


__ADS_3

"Gorila Hamil, di mana Bus?" tanya Lavender yang duduk di dalam mobil bersama Geroge


"Siapa bus?"


"Pria yang sama-sama melarikan diri bersama ku itu"


"Kenapa kau begitu peduli padanya?" tanya George yang sedang mengendarai mobilnya


"Jangan bilang kau sudah membunuhnya?" kata Lavender dengan menoleh ke arah George


"Jika iya memang kenapa?"jawab George dengan sengaja


"Dia sudah tidak kembali ke kumpulan singa itu lagi, kenapa kau membunuhnya?"


"Dia adalah musuh ku" jawabnya dengan dingin


"Tapi dia sudah berubah kenapa kau masih tidak melepaskannya?"


"Lavender, kenapa kau perhatian padanya?" tanya George dengan merasa cemburu dan menghentikan mobilnya


"Sudah ku bilang dia mau berubah dan kembali ke kampung halamannya dan ingin mencari keluarganya, seharusnya kau tidak membunuhnya" kata Lavender dengan kesal


"Kau perhatian pada pria lain di depan calon suami mu apakah ini wajar?"tanya George dengan kesal


"Kau aneh" ketus Lavender yang turun dari mobil


"Lavender" teriak George yang ikut turun dari mobil dan mengejar Lavender yang berjalan meninggalkannya


"Jangan mengikuti ku" bentak Lavender yang melangkah pergi


"Kenapa kau marah karena pria lain? apa kau menyukainya? oleh sebab itu kau peduli padanya?" tanya George dengan menghentikan langkah Lavender


"Apa kau masih waras? aku hanya tidak ingin kau membunuhnya karena dia sudah berubah dan memiliki keluarga di kampung halamannya, kenapa kau tidak bisa beri kesempatan kepada orang ingin yang berubah menjadi baik?" bentak Lavender


"Kau menyukainya karena kalian seharian bersama di dalam hutan itukan?"


"Kenapa sifat mu macam anak-anak" bentak Lavender dengan kesal dan ingin melangkah pergi akan tetapi di hentikan oleh George


"Lepaskan tangan mu" teriak Lavender yang lengannya di tahan oleh George


"Lavender, aku tidak menyangka dalam satu hari itu bisa membuat mu peduli padanya, apa dia begitu penting bagi mu?"tanya George dengan kesal


"Dia penting bagi orang tuanya, oleh sebab itu dia layak hidup" jawab Lavender dengan nada kesal


"Lavender, ingat kataku kau hanya boleh menjadi wanita milik ku, dan jangan pernah memikirkan pria lain, apa kau mengerti?" ucap George dengan memeluk pinggang Lavender


"Lepaskan tangan mu, dasar pria tidak masuk akal, aku hanya bertanya kau sudah marah tidak jelas" bentak Lavender yang kesal dan ingin melepaskan pelukan George


"Ingin lari dariku? tidak semudah itu, Lavender" ucap George dengan mencium bibir Lavender


"Apa kau gila? ini di jalan kenapa mencium ku?" ucap Lavender yang melepaskan ciumannya

__ADS_1


"Jika aku mau di mana saja aku tetap bisa melakukannya" jawab George dengan melanjutkan ciumannya


Keesokan harinya


Siang hari


"Bibi Mummy aku mau makan ikan kecap hari ini, kenapa Bibi tidak masak?" tanya Lavender yang berdiri di pintu dapur sambil mengucek matanya karena baru bangun


"Sekali-kali harus menganti menunya agar mereka tidak bosan" jawab Summy yang sedang mengaduk lauknya yang di dalam kuali


"Jadi aku makan apa hari ini, Bi?" tanya Lavender yang masih merasa mengantuk


"Bukannya tidak lauk kenapa kau malah bertanya aneh seperti itu? dan kenapa hari ini kau bisa siang begini baru bangun?"


"Ini baru jam 7 pagi belum siang, Bi. Bibi, masakan ikan kecap"


"Kepala mu jam 7 pagi, apa kau tahu sekarang sudah jam 1 siang, lauk ini Bibi sudah masak ke dua kalinya" jawab Summy sambil dengan tangannya


"Lauk ada 7 jenis tapi kau malah mau makan yang tidak ada" ujar Summy


"Bibi, biasa masak setiap hari, dan kenapa hari ini tidak ada masak" gerutu Lavendee


"Pantas kau jadi bodoh karena makan ikan kecap setiap hari" ujar Summy dengan mengejek


"Aku bodoh karena kebanyakan makan masakan Bibi jadi bukan salah ku"


"Iya...ya.. sudah jaga toko sana, jangan menganggu ku"


"Selamat datang, dan selamat pagi" ucap Lavender yang masih mengantuk


"Apakah ini adalah toko Lavender?" tanya Mimi dengan yang berdiri di depan Lavender


"Iya" jawab Lavender dengan singkat


"Apakah kamu adalah Lavender?" tanya Mimi dengan tatapan sinis


"Benar, siapa diri mu?"


"Nama ku adalah Mimi dan aku adalah calon istri Kurashi" jawab Mimi


"Ternyata kamu adalah si cumi yang mengirim anak buah untuk menangkap ku? kenapa apakah karena gagal makanya datang ke sini untuk mencoba menangkap ku lagi?"tanya Lavender dengan ketus


"Aku tidak mengerti kenapa Kurashi bisa tergoda oleh jal*ng seperti mu, sifat mu sangat kasar" ketus Mimi


"Kau aneh, datang ke sini hanya karena hal yang tidak penting, lagi pula si kura-kura jepang itu juga bukan urusan ku, untuk apa kau kemari?"


"Aku tahu belakang mu adalah kumpulan Black White, tapi aku tidak takut, karena aku adalah putri mafia asal jepang" ujar Mimi yang duduk di kursi, sementara dua pengawalnya berdiri di belakangnya


"Katakan saja apa mau mu? kalau kau mau uang aku tidak ada, jika kau mau nyawa ku maka kau tidak ada hak untuk mengambilnya" ujar Lavender dengan duduk berhadapan dengan Mimi


"Aku ingin kau pergi dari sini, jika tidak maka aku tidak bisa menjamin kau bisa bertahan berapa lama di sini" kecam Mimi

__ADS_1


"Apa kau tidak salah? kau putri mafia jepang dan datang ke tempat ku mengancam ku, apa kau masih waras..ha?"


"Kau menganggap aku bercanda? jika papa ku ikut campur maka akan terjadi perkelahian antara mafia"


"Lalu kenapa? suruh saja papa mu itu ke sini, lagi pula mafia yang mencari masalah dengan ku bukan hanya diri mu, aku sudah biasa"


"Aku sudah memberi mu pilihan tapi kau masih tidak menganggap perkataan ku, kelihatannya kau sangat tidak tahu malu"


"Kau sangat tidak waras, kenapa aku bisa tidak tahu malu? kau ke sini dengan seenak mu ingin aku mendengarkan perintahmu ? kau mengira kau berhak mengatur hidup ku" bentak Lavender dengan kesal


"Kau mengoda suami ku, dan kau juga melukainya, apa kau masih tidak puas?" bentak Mimi dengan bangkit dari kursinya


Prak..


Bunyi hentikan meja di lakukan oleh Lavender dengan bangkit dari tempat duduknya


"Mengoda suami mu? suami mu itu yang sering datang mencari ku, bukan aku yang mencarinya, lagi pula aku tidak tertarik pada suami mu itu, hei...apa kau tahu kenapa suami itu tidak tertarik pada mu? itu karena kau tidak cukup cantik dan tubuh mu juga macam papan cuci baju" bentak Lavender


"Ada apa ini kenapa ribut-ribut?" tanya Summy yang keluar dari dapur


"Bibi, wanita ini yang ingin menangkap ku semalam itu" ujar Lavender dengan menoleh ke arah Bibinya


"Apa kau adalah si cumi itu yang menyebabkan keponakan ku ini di kejar sampai ke hutan dan bertemu dengan buaya?"


"Kalian memang adalah orang kasar"" bentak Mimi


"Tangkap wanita ini" perintah Mimi pada dua pengawalnya


"Siap Nona" jawab serentak dua pengawal itu dengan hormat dan menghampiri Lavender


"Tunggu dulu" ucap Lavender dengan menatap dua pria itu


"Kenapa? apa kau sudah takut?" tanya Mimi


"Tidak" jawab Lavender


"Jadi kenapa kau menghentikan mereka jika bukan karena kau takut?" tanya Mimi


"Sebelum kalian menangkap ku apa aku boleh tahu siapa nama kalian dan apa kalian sudah punya pacar atau istri dan sudah berapa orang anak kalian?" tanya Lavender dengan melihat ke dua pria itu sambil mengeluarkan nota dan pena


"A-apa? untuk apa kau bertanya urusan pribadi mereka?" tanya Summy dengan penasaran


"Aku hanya ingin membantu mereka, Bi" jawab Lavender


"Bantu apanya?" tanya Summy


"Kalau mereka tewas jadi aku bisa membuatkan pemakaman untuk mereka jika aku tahu namanya, dan juga bisa mengundang istri dan anak mereka untuk hadir di acaranya" jawab Lavender ceplas ceplos


"Wanita tidak waras" ketus Mimi


Bab selanjutnya

__ADS_1


Mimi keguguran


__ADS_2