Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Pertemuan George dan Kaneshiro


__ADS_3

Restoran mewah


George bertemu dengan Kaneshiro di sebuah restoran mewah dengan di temani oleh Shances dan Tony


"Tuan Deverson, kenapa tiba-tiba saja ingin bertemu dengan ku?" tanya George yang duduk berhadapan dengan Kaneshrio, sementara Shances dan Tony berdiri di belakang George


"Farlo, Papa tidak menyangka jika kita ada kesempatan untuk bertemu dan duduk bersama di sini" ucap Kaneshiro dengan senyum


"Aku rasa Anda sudah salah memanggil nama ku, nama ku adalah George Hamilton, sedangkan Farlo sudah mati" jawab George dengan tatapan penh dengan dendam


"Baik..baiklah, apa pun yang kau suka, pesanlah makanan kesukaan mu. malam ini adalah malam kita bedua" ucap Kaneshiro dengan tertawa kecil


"Katakan saja apa tujuan mu untuk bertemu dengan ku?" tanya George dengan berterus terang


"Ini adalah pertemuan antara ayah dan anak, tidak ada tujuan lain" jawab Kaneshiro


"Apakah semudah itu? aku rasa tidak, jika tidak ada tujuan maka tidak mungkin kau akan mengadakan pertemuan ini" ujar George


"Ayolah, George. jangan berpikir demikian, apa di mata mu aku adalah penjahat yang berhati kejam? sekejam-kejamnya diriku tidak mungkin aku kejam pada anak ku sendiri" jawab Kaneshiro


"Tidak mungkin kejam pada anak mu? lalu apakah kau bisa memberitahu ku kenapa kau meninggalkan ku di panti asuhan? dan beritahu aku di mana ibu?"


"Aku akui ini adalah kesalahan ku, aku telah mengabaikan mu, tapi ini semua demi kebaikan mu, jika di saat itu aku membawa mu bersama maka ini sama saja aku sudah mencelakai mu" jelas Kaneshiro dengan alasan


"Mencelakai ku? bukankah seharusnya kau mengatakan jika aku mengikuti mu maka aku hanya akan menjadi beban bagimu?"


"George, di saat itu aku baru mulai dari awal dan aku terpaksa untuk meninggalkan mu di sana agar kau bisa mendapatkan keluarga yang baik"


"Iya, atas pengorbanan mu maka aku mendapatkan ayah angkat ku yang baik dan tulus menyayangi ku, dan lebih tidak menyangka adalah kita bisa bertemu sebagai musuh" jawab George


"Aku tidak berharap kita menjadi musuh, permusuhan kita adalah masa lalu, dan tidak perlu di teruskan"

__ADS_1


"Jika dulu kita adalah musuh maka sekarang sama juga, ini tidak akan berubah apa pun" jawab George dengan tegas


"Apa kau membenciku karena aku meninggalkan mu di saat itu?"


"Katakan bagaimana ibu bisa meninggal?"


"Dia sakit parah"


"Sakit parah? apa kau yakin?"


"Tentu saja, dia adalah ibu mu dan istri ku, tidak mungkinkan aku yang membunuhnya?"


"Kau pintar sekali merekayasa cerita, kau membunuh nya dengan tangan mu sendiri, dan kau biarkan jasadnya di rumah itu, setelah kau membunuhnya kau membawa ku pergi dan meninggalkan di panti asuhan, semua telah kau korban kan demi ambisi mu, Deverson" ketus George dengan kesal


"George, itu tidak benar, aku tidak mungkin membunuhnya, dia adalah ibu dari anak ku" jawab Kaneshiro dengan menyangkal


"Deverson, tidak perlu berpura-pura lagi di hadapan ku, langsung saja ke intinya, apa niat mu ingin bertemu dengan ku hari ini?"


"George, marilah kita berdamai, jika kita bekerja sama ini akan baik untuk kita berdua, kau memiliki banyak anggota aku juga, jika kita bekerjasama maka di jepang kita pasti akan berkuasa" jawab Kaneshiro dengan berharap


"Bukan hanya aku, kau juga bisa, kau bisa mengembangkan kumpulan Black White, kita sama-sama berjuang dan setelah beberapa tahun kemudian kita pasti akan menguasai dunia mafia"


"Ambisi mu sangat besar sehingga membuat mu tidak sadar diri lagi, kau ingin mengunakan kumpulan ku untuk membantu mu, ini tidak mungkin sama sekali"


"Kenapa? bisa mengembangkan kumpulan kita ini bagus, dua kumpulan kita jika bergabung bukankah akan semakin kuat? dan semua mafia lain pasti akan takut pada kita"


"Kau terlalu banyak bermimpi, ini tidak mungkin sama sekali" jawab George dengan tegas


"Apa kau tidak memikirkan untuk memperbesarkan kumpulan mu?


"Aku sudah puas dengan kumpulan ku sekarang, jadi aku tidak butuh lagi bekerja sama dengan mu"

__ADS_1


"George, hubungan kita tidak bisa berubah sampai kapan pun, kau harus tahu itu, kita tetap ayah dan anak"


"Di saat kau membunuh ibu ku dan meninggalkan ku di panti asuhan di saat itu kau bukan ayah ku lagi" tegas George


"Kau akan menyesalinya, George. di dunia ini aku adalah satu-satunya ahli keluarga mu"


"Kau sudah lupa, kau bukan lagi ahli keluarga ku, selama ini aku hidup dengan tenang walau tanpa mu, jadi bagi ku tanpa mu aku sudah biasa bukan suatu masalah lagi bagi ku" jawab George dengan tatapan penuh kebencian


"Tidak ada baiknya jika kita menjadi musuh" ucap Kaneshido


"Ingat satu hal, jangan coba-coba untuk menyentuh Lavender, jika tidak aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri" kata George dengan ancaman


"Apa kelebihan wanita itu? sehingga membuat mu dan Kurashi tergoda dan melawan ku deminya, aku heran sekian banyak wanita cantik di dunia ini tapi kalian malah memilihnya"


"Bukan urusan mu, dan ingatkan juga anak mu itu jangan pernah muncul lagi di hadapan Lavender atau berani membawanya pergi, jika sampai terjadi maka aku akan membunuhnya dan setelah itu aku akan mengirim jasadnya ke depan mata mu" ketus George


"Kau akan menyesal jika kau menyukai wanita itu, dia bukan tipe mu sama sekali"


"Ini adalah urusan ku, cerminlah diri mu sendiri apakah kau masih layak muncul di hadapan ku setelah semuanya yang sudah terjadi?" ucap George


"George, dalam tubuh mu mengalir darah ku, walau kau tidak mengakui ku tapi ini tidak bisa mengubah hubungan kita, jika kau membunuh ku sama saja kau telah berdosa, sebenci apa pun dirimu pada ku kau tetap tidak bisa membunuh ku, karena kau adalah darah daging ku"


"Lalu kenapa kau bisa begitu tega membunuh istri mu yang juga ibu dari anak mu?"


"Ibu mu adalah wanita jal*ng dan aku membunuhnya karena aku emosi" jelas Kaneshiro dengan alasan


"Jal*ng? kau mencari alasan lagi untuk membela diri mu, jika kau berani membunuh kenapa kau tidak berani mengatakan kebenarannya? kau tidak bekerja dan hanya berjudi dan mabuk setiap hari pulang ke rumah kau memukulnya, kau melakukan kekerasan dalam rumah tangga setiap hari, dia mendapat siksaan dari mu selama hidupnya, dan kau mengatakan dia jal*ng" bentak George dengan kesal


George mengeluarkan kalung pemberian Kaneshiro yang tercantum dengan nama Farlo di masa kecilnya


"Kalung ini aku sudah menyimpan selama 25 tahun, dan sekarang aku ingin mengatakan hubungan kita putus, kau bukan ayah ku, kau hanyalah seorang pembunuh bagi ibu ku, dan seorang musuh bagi ku, ingat itu" kecam George dengan membuang kalung itu di depan Kaneshiro

__ADS_1


Bab selanjutnya


Kurashi menyerang George


__ADS_2