Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender tertembak


__ADS_3

Pasar keramaian


Hachiuk.....hachiuk....hachiuk...hachiuk...


"Woooiii.....diaaam" teriak Lavender yang sedang duduk mengupas kulit telur


"Siapa yang kau suruh diam?" tanya Bruce yang sedang membantu Lavender dan duduk di sampingnya


"Orang yang di sana" jawab Lavender sambil sibuk dengan tangannya


"Siapa maksud mu?" tanya Bruce dengan herac


"Tidak tahu"


"Apa kau tidak waras lagi ya? kau berteriak suruh orang diam tapi tidak tahu siapa" ucap Bruce yang menghela nafas


"Aku sudah bersin lebih sepuluh kali dari pagi sampai siang, pasti ada setan yang sedang mengatain aku" ucap Lavender dengan kesal


"Memang siapa yang mau mengatain mu, bodoh" ketus Bruce


"Kau yang bodoh" jawab Lavender dengan kesal


"Kau yang paling bodoh" ketus Bruce yang tidak mau kalah


"Kau bukan bodoh saja tapi juga lebih dari bodoh" balas Lavender yang tidak mau kalah


"Kau tidak waras dari dulu lagi" jawab Bruce


Bruk


Pijakan kuat dari Lavender ke kaki Burce


"Aaaarrrhhhhh....sakiiiitt" teriakan Bruce yang bangkit dari tempat duduknya sambil melompat-lompat sakit di kakinya


"Hahahahah..rasain, kau juga bodoh" ucap Lavender dengan tertawa terbahak-bahak


Plok...


Lemparan telur rebus yang di lakukan oleh Bruce mengenai kepala Lavender


"Wooiiiiiii.....dasaaaaar" teriak Lavender yang membalas lemparan telur rebus yang di atas meja ke arah Bruce


Plok


Lemparannya mengenai wajah Bruce


"Hahahahahaha, lemparan ku sangat tepat" ujar Lavender tertawa


Karena sama-sama tidak mau mengalah mereka pun saling melemparkan telur rebus itu


Plok....

__ADS_1


Lemparan Bruce mengenai wajah Lavender


Plok....


Lemparan Lavender mengenai kepala Bruce


Plok....


Lemparan Burce mengenai tubuh Lavender


Plok...


Lemparan Lavender mengenai tubuh Burce


Saling lempar terjadi di dalam toko, tanpa mereka sadari mereka di intai oleh pria asing yang sedang mengamati mereka, pria itu yang tidak lain adalah pembunuh yang di utuskan untuk membunuh Lavender


Di saat itu Summy yang sedang baru siap belanja dan pulang ke tokonya. saat melangkah masuk ke toko mata Summy berbuka besar melihat 100 butir telur yang telah di rebus menempel ke dinding, ke lantai dan juga ke tubuh Lavender dan Bruce, Summy melihat mereka yang masih saling melempar serasa ingin menelan mereka hidup-hidup


"Aaaaaaarrrhhhhhhhh" teriakan Summy yang mengema satu ruangan tokonya


"Hah....Bibi" ucap serentak Lavender dan Bruce yang menoleh ke arah Summy


Prang...prang....prang....prang....prang....prang....


Pukulan dari Summy yang kesal akibat ulah Lavender dan Bruce


"Aaargggghhhh" teriakan Lavender yang sedang lari keliling meja bersama Bruce


Prang...prang...prang...prang...prang...


Bunyi pukulan panci gagang mengenai kepala Lavender dan Bruce


"Sakiiiiitttt" teriakan serentak Lavender dan Bruce


"Cepat selamatkan diri dulu, serigala sedang mengamuuk" teriak Lavender yang berlari keluar dari toko dan susul oleh Bruce


"Jangan lariiiii, kalau kalian masih sayang nyawa kaliaaaaaaan" teriak Summy sambil mengejar mereka berdua


"Tidak mauuuu. aku tidak mau tidur di kamar mayat" teriak Lavender yang sedang melarikan diri


"Aku juga sama tidak mau tidur di rumah duka" teriak Bruce yang ikuti langkah Lavender


Berlari dan berlari mereka menembus ke jalan seberang sana, Summy tidak melanjutkan kejarannya lagi akibat kalah lajunya dengan dua bocah si pembuat masalah itu


"Kenapa nasib ku bisa begitu sial, satu Lavender sudah membuat ku marah setiap hari, dan sekarang muncul lagi satu nya yang tidak kalah parahnya sama bocah ceroboh itu" gumam Summy dengan merasa geram


"Hei...bibi sudah tidak nampak, apa mungkin dia sudah pulang?" ucap Bruce yang sedang melihat ke arah jalan pasar itu


"Bibi tidak akan ke sini, ini sudah jauh dari toko kita" jawab Lavender yang kecapean


Pria asing yang sedang mengamati Lavender sedang mengikuti langkah mereka dengan cara diam-diam. di saat dirinya melihat Lavender sedang duduk di depan salah satu toko di sana dirinya pun masuk ke gedung tinggi yang berada di seberang posisi Lavender, dengan berniat ingin melepaskan tembakan dari jarak jauh

__ADS_1


"Aku lelah sekali, bibi pasti marah besar pada ku ini semua salah mu" ujar Bruce yang sedang berdiri di depan Lavender yang sedang duduk di anak tangga


"Kau sembarangan, kau dulu yang melemparkan ku, baru aku balas" jawav Lavender yang bangkit dan berdiri di depan Bruce


"Kau juga salah" balas Bruce


"Semoga saja kau di jadikan cincang ayam sama bibi ku" ketus Lavender


"Semoga kau di jadikan daging cincang sama bibi mu" balas Bruce yang tidak mau kalah


"Semoga kau di makan hiu" ucap Lavender


"Semoga kau di makan buaya" ucap Bruce


Di saat mereka saling debat pria itu sedang menodongkan senjata ke arah Lavender dari atas gedung yang di seberang tempat Lavender berdiri, pria itu mencari sasaran tepat pada jantung Lavender dan~βœ“


Dor...


Tembakan pria itu mengenai tepat pada jantung Lavender


"Aaarrrhh" jeritan sesaat Lavender yang langsung tumbang dan tidak sadarkan diri


"Hei.....ada apa dengan mu? banguunn.. jangan mati dulu kalau kau mati cepat siapa yang akan bertengkar dengan ku lagi, kau masih muda jangan tidur di kamar mayat dulu" teriak Bruce yang menepuk pelan wajah Lavender


"Dia tertembak" kata Bruce yang melihat peluru menempel di bagian dada Lavender


Bruce lalu melihat di pintu kaca toko itu yang mencerminkan seseorang di atas gedung seberang sana


Di saat Bruce perhatikan bagian tembakan di tubuh Lavender lalu Bruce pun memeriksa nafas Lavender dan kemudian dirinya pun berteriak dengan nada tinggi


"Tolooooonnggg, kawan ku tertembak, ada yang bisa membantu ku membawanya ke rumah sakiiiit? dia terkena tembakan di bagian jantungnya dan sudah tidak bernafas, tolong bantu akuuuu" teriakan Bruce dengan nada memenuhi satu jalan itu


Teriakan Bruce di dengar oleh pembunuh itu,karena sudah berhasil maka dia pun meninggalkan gedung itu


Pria itu mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang di seberang sana


"Hallo Bos, sasaran sudah tewas"


"Kerja yang bagus, segera tinggalkan tempat itu"


"Baik Bos" jawab pria itu yang lalu memutuskan panggilannya


Karena teriakan Bruce semua pejalan kaki menghampiri Bruce dan Lavender


Bruce mengendong Lavender sambil berlari ke arah tokonya dengan sambil berteriak


"Tolooong...teman ku sudah meninggal karena tembakan, tolong beri jalaaaaan" teriakan Bruce dengan sambil berlari


"Dasar pria bodoh, dia sudah mati walau kau berteriak juga tidak ada gunanya" gumam pembunuh itu dengan senyum jahat


Bab selanjutnya

__ADS_1


Yoshiro berhadapan dengan Lion dan George


__ADS_2