Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Taro membelot


__ADS_3

"Ketua begitu ikhlas seharusnya dia akan menghadiri acara itu" kata Charles dengan hormat


"Bagaimana dengan di jepang, apakah mereka sudah bertindak?"


"Mereka berhasil membunuh seratus lebih anggota dalam satu malam, nona sangat luar biasa dia mampu membunuh dengan sekali tembak tepat pada sasarannya" jawab Charles


"Cucu ku ini sudah memiliki kemampuan, akan tetapi bagaimanapun aku tidak perbolehkan dia menjadi mafia, karena dia layak hidup lebih baik untuk ke depannya, setelah George menikah maka aku akan pensiun dan serahkan pada George agar kumpulan Black White dan Lion menjadi satu, kelak tidak akan ada yang berani lagi mencari masalah dengan kita" ujar Lion


"Benar Ketua besar"


Jepang


Markas Kaneshiro


"Taro, siapkan semua anggota mu dengan baik, jika ada kumpulan asing yang datang menyerang maka kalian harus bersiap untuk melawan mereka, jangan lengah." perintah Kaneshiro dengan tegas


"Siap Tuan besar" jawab Taro yang adalah ketua kumpulan Yorashi


"Kau tahu jika kau berani berulah apa akibatnya nanti, jangan pernah bermain ulah dengan ku, ingat semua anak buah mu itu bisa mati kapan pun jika kau berani melawan ku" kecam Kaneshiro


"Ketua tenang saja, kami sudah menjadi bagian dari ketua, jadi hidup mati hanya demi ketua" jawab Taro dengan hormat


"Baiklah, kembali ke markas mu dan jangan mengecewakan ku" ucap Kaneshiro


Setelah beberapa saat kemudian Taro meninggalkan markas Kaneshiro


"Erick, awasi setiap gerak garik Taro, aku tidak percaya jika dia bisa setia pada ku" perintah Kaneshiro dengn tegas


"Baik Tuan besar" jawab Erick yang pergi menyusul Taro


Di malam itu Taro sendirian berjalan menuju ke markasnya dan tanpa dia sadari Erick sedang mengikutinya dari belakang


"Semua teman ku di ancam olehnya, jika aku melawan sama saja aku akan mati dan semua teman ku juga, aku hanya bisa menuruti perkataannya tidak tahu harus sampai kapan begini terus" batin Taro


Erick yang di perintah oleh Kaneshiro mengikuti Taro tiba-tiba saja ada yang menahan pundaknya sehingga langkahnya di hentikan oleh orang yang muncul di belakangnya


"Siapa?" tanya Erick yang menoleh ke belakang

__ADS_1


Brugh..


Pukulan mengenai kepala Erick yang di lakukan oleh Shances


"Aarrggghhh" jeritan Erick yang kesakitan sehingga membuat dirinya tidak sadarkan diri


Mendengar jeritan yang di belakangnya Taro pun menoleh melihat ke arah yang di mana Erick yang telah tergeletak tidak bergerak


"Kau siapa?" teriak Taro yang mengeluarkan pistolnya dan menodong ke arah Shances


"Coba saja kau lepaskan tembakan mu jika kau sudah tidak mau nyawa mu" kecam Tony yang mengancam dengan pistolnya dari belakang Taro


"Siapa kalian?" tanya Taro yang menurunkan senjatanya


"Dua pilihan untuk mu, hidup atau mati?" ujar Shances yang berjalan menghampiri Taro dengan sambil menodong pistol ke arahnya


"Jika aku memilih hidup apa kau akan membiarkan ku hidup?" tanya Taro dengan menyerah


"Jika kau ingin hidup itu berarti kau telah menyelamatkan semua anggota mu" ujar Shances


"Siapa kalian sebenarnya?"


"Kenapa kalian bisa ada di sini? apa yang kalian inginkan?" tanya Taro


"Seseorang ingin bertemu dengan mu" jawab Shances


Shances dan Tony membawa Taro bertemu dengan George Hamilton di aparteman


Setelah setengah jam kemudian mereka tiba ke aparteman tempat tinggal George dan Lavender


"Masuk" ucap Tony dengan melangkah masuk ke dalam apartemen itu bersama Shances dan Taro


George, Lavender, Kelvin, Bieber, berserta Patrick dan Burce duduk bersama di sofa sambil menunggu kedatangan Taro


"Ketua, orangnya sudah di bawa ke sini" kata Tony


"Ketua Hamilton..?" ucap Taro yang melihat ke arah George yang ada di hadapannya

__ADS_1


"Karena kau berada di sini, apakah ini tandanya kau memilih hidup daripada mati?" tanya Lavender


"Aku hanya ingin tahu apa mau kalian sehingga harus bertemu dengan ku yang juga adalah musuh kalian?"


"Kita bukan musuh, jadi untuk apa jadi musuh?' ujar George


"Kamu telah membunuh ketua ku, jika bukan musuh lalu siapa?" jawab Taro


"Itu salah bos mu sendiri, dia di pergunakan oleh Kaneshiro untuk membunuh ku, dan kemudian dia juga di hasut oleh Kaneshiro untuk menyerang kumpulan kakek ku, George hanya membela kumpulan kami, dan kemudian membalasnya, jadi ini bukan salah kami" jelas Lavender dengan tegas


"Lalu untuk apa alasan kalian ingin bertemu dengan ku?" tanya Taro dengan penasaran


"Kau berada di bawah ancaman Kaneshiro, dia mengunakan kalian untuk merebut posisi ketua mafia lainya, apakah kau ingin selamanya di pergunakan? dia sudah mengorbankan ketua kalian dan sekarang juga mengunakan nyawa mu dan semua anggota mu untuk membantunya membunuh orang, dan kemudian apa yang kalian dapatkan?" kata George


"Jika kau ingin kembali seperti semula maka kita bekerja sama dengan begitu dirimu dan anggota mu tidak akan hidup di bawah ancamannya lagi, dan bisa saja kau menjadi ketua di kumpulan mu dengan mengantikan Yoshiro" ucap Lavender


"Bekerja sama? kalian ingin aku melakukan apa? membunuhnya untuk kalian?"


"Tentu saja tidak, kami hanya ingin kau tidak ikut campur dalam pertarungan kami, semua anggota mu sisa 190 anggota, bukan? sudah 60 anggota mu yang tewas karena membantunya dan apa yang kalian dapatkan selain kehilangan 60 nyawa?" ujar George dengan duduk bersandar


"tapi jika kau masih ragu dan tetap ingin membelanya maka silahkan saja, di saat itu semua anggota mu akan tewas, karena kami akan membunuh siapa pun yang melawan kami" lanjut Kelvin yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Taro


"Pikirkan baik-baik, waktu mu hanya sampai besok, karena besok malam kami akan bertindak, menjadi musuh atau menjadi teman semua ini ada di tangan mu, sebanyak 190 nyawa ada di tanganmu" kata Lavender


"Ketua, Erick anggota Kaneshiro sudah ku lempar ke laut untuk menjadi santapan hiu" kata Tony


"Bagus, bagi yang di pihaknya maka harus mati" jawab George


"Ketua Hamilton, aku setuju bekerjasama dengan mu, hanya saja belakangan ini tidak tahu apa rencana Kaneshiro dia mengirim sepucuk surat untuk meminta bantuan, akan tetapi aku tidak tahu kemana surat itu di kirimkan, dan ini hanya Erick saja yang tahu" jelas Kaneshiro


" Apa dia meminta bantuan kumpulan lain lagi?" tanya Bieber


"Tapi kumpulan mana yang mau membantunya" ujar Patrick


"Hei...Taro..apa kamu tidak tahu atau pernah dengar siapa nama kumpulan yang dia cari itu?"tanya Bruce dengan penasaran


"Aku hanya tahu kumpulan itu sangat kuat, dan bahkan sangat sulit untuk bertemu dengannya, akan tetapi aku tidak tahu di mana dan siapa namanya" jawab Taro

__ADS_1


Bab selanjutnya


Kaneshiro meminta bantuan kumpulan mafia terbesar di dunia


__ADS_2