Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender bertemu buaya


__ADS_3

Di saat terjatuh ke air sungai yang sangat deras itu Lavender dan pria itu saling berpegangan dan di bawa arus, mereka berusaha memegang ranting-ranting dari pohon-pohon yang dari tepi sungai itu


Lavender berhasil menarik ranting bersama pria itu


Sambil merendam air sungai Lavender dengan sekuat tenaganya memegang kuat ranting tersebut, di saat dirinya berusaha ingin memanjat naik ke atas akan tetapi karena licin dan tinggi Lavender tidak berhasil dan hanya bisa memegang kuat ranting dan saling berpegangan dengan anggota Kaneshiro


"Airnya asin sekali" kata Lavender yang hanya menampakan bagian kepalanya sampai pundaknya


"Ini air sungai tidak mungkin manis" jawab pria itu yang sedang memegang kuat ranting itu


Pria itu ingin berusaha memanjat ke atas akan tetapi gagal lagi, usaha mereka di lakukan secara berulang kali akan tetapi tidak membuahkan hasil


"Aku tidak percaya tidak bisa memanjat ke atas" ucap Lavender yang mencoba memanjat sambil menarik ranting dari pohon yang terletak di pinggir hutan itu


"Ini semua gara-gara mu, kau mendorong ku sehingga kita sama-sama di ujung tanduk sekarang" ketus pria itu yang sedang berendam air


"Kau gila, kau ingin menangkap ku tentu saja aku melawan" jawab Lavender yang jatuh kembali ke dalam air sungai sambil memegang kuat ranting pohon itu


"Di sini tidak ada bantuan kita bisa di bawa arus yang sangat deras ini" ujar Pria itu yang setengah tenggelam dan hanya menampakan kepalanya


Mereka di saat itu hanya bisa mengharapkan ranting dari pohon untuk bertahan agar tidak terbawa arus, aliran air yang sangat deras membuat mereka hampir tidak mampu menahannya, tubuh mereka terombang ambing di dalam air tersebut.


"Woiiiii....hentikaaaan...hachiukkkkk" teriakan Lavender yang kedinginan


"Kau berteriak siapa?" tanya pria itu


"Airnyaaa..tolong diaaaam...jangan mengalir lagiiiii" teriak Lavender yang mulai kesal karena tubuhnya terombang ambing di sungai itu


"Apa kau gila ya? air sungai mana bisa kau suruh diam" ketus pria itu dengan merasa kedinginan


"Hachiukkkk.....hachiukk...dasar air sungai bodoh, kenapa mengalir tidak melihat waktu" teriak Lavender yang mulai gemetaran di sekujur tubuh


"Apa kau bisa diam, bagus kita pikirkan cara untuk naik ke atas"


"Naik kepala mu, kau lihat saja kondisi kita sekarang, tubuh kita saja hampir di bawa pergi, dan hanya bisa memegang ranting ini untuk kita bertahan"


Tidak lama kemudian Lavender melihat ada sepasang mata yang sedang memerhatikan mereka di seberang sungai sana


"Hei...hei....itu..tu" ucap Lavender yang melihat ke seberang sana


"Apanya itu?" tanya pria itu yang tubuhnya timbul tenggelam karena air deras


"Di..di sana ada hewan yang bermata dua sedang melihat kita" jawab Lavender yang merasa ketakutan


"Memang ada hewan yang matanya lebih dari dua?"tanya Pria itu yang sedang terombang ambing


"Itu lihat saja, dia mulai merangkak ke sini"

__ADS_1


"Aaaartgggtttt" teriakan pria itu di saat melihat ke arah hewan yang di seberang sungai sana


"Kenapa kau berteriak kau kan tidak tuli"


"Itu adalah buaya dia akan menyantap kita"


"Air sungai begitu deras tidak mungkin kan dia bisa masuk ke air?"


"Siapa bilang tidak bisa, kalau dia masuk ke air maka kita juga akan masuk ke mulutnya" jawab pria itu dengan ketakutan


"Ternyata di dunia ini ada hewan lebih menakutkan dari pada kecoak"


"Cepat pikirkan cara untuk keluar dari sini"


"Macam mana aku bisa berpikir? perut ku sudah di penuhi air asin dan sekarang ada hewan itu yang sedang menatap kita"


"Tatapannya sangat mengerikan, Mama....mama..tolong aku" teriak pria itu dengan menangis


"Bagaimana jika kita berunding dengan dia?"


"Berunding dengan siapa maksud mu?"


"Dengan buaya itu agar dia tidak memakan kita"


"Kau sudah gila, mana ada orang yang berunding dengan buaya" jawab pria dengan merasa cemas


"Bukan naik ke sungai tapi terjatuh ke sungai" ujar pria itu


"Dia tidak ada reaksi dan hanya melihat kita, apa dia tidak mengerti bahasa kita ya?"


"Mana ku tahu"


"Apa kau tahu bahasa buaya?"


"Bahasa buaya kepala mu, mana ada yang tahu bahasa mereka" jawab pria itu yang sedang menangis


"Nenek buaya....Kakak buaya...Tante buaya....Bibi buaya...Nyonya buaya, daging kami tidak enak jangan makan kami ya, apa lagi daging ku bau amis dan bau anyir, jika kamu makan pasti bisa cepat mati" ujar Lavender ceplas ceplos


"Dasar wanita bodoh itu namanya bukan berunding"


"Tuan buaya yang tampan, tolong pergi ya, kami akan segera tinggalkan tempat ini" kata Lavender yang gemetaran seluruh tubuhnya


"Hachiukkk....Woiiiii pergi sana buaya jelek, sudah jelek masih menampakkan diri, percaya atau tidak aku akan menendang perut mu" teriak Lavender yang mulai kesal


"Itu sama saja ingin cari mati, bukankah kau ingin mengajak runding? kenapa kau malah memarahinya?"


"Dia tidak mengerti bahasa ku, lagi pula aku juga tidak tahu dia mengerti bahasa apa, bahasa apa yang dia pelajari dulu"

__ADS_1


"Kau memang tidak waras, mereka mana ada sekolah, Aku takut sekali, dan kepala ku sakit aku rasa tidak bisa bertahan"


"Jangan tinggalkan aku dulu, kita sama-sama bertahan dan menunggu mereka datang"


"Tapi aku kedinginan"


"Aku juga kedinginan, tapi aku ada cara untuk menghilangkan rasa dingin dan rasa takut"


"Cara apa itu?"


"Mari kita bernyanyi"


"Nyanyi? apa kau masih waras di saat seperti ini bahkan kita sulit untuk bernafas karena air deras ini bisa memasuki hidung kita bagaimana kita bernyanyi lagi?"


"Gorila Hamil....Gorila Hamil....Gorila Hamil.....ada buaya.....ada buaya...ada buaya....." nyanyian Lavender sambil melihat ke arah buaya itu


"Lagu apa yang kau nyanyi itu?"


"Hanya lagu ini yang ku bisa"


"Kau aneh sekali, masih tidak cukup ada seekor buaya yang sedang ingin menyantap kita, kau malah memanggil gorila lagi"


"Woiii....siapa yang ada di atas sana cepat selamatkan kamiii" teriak Lavender yang kedinginan


"Airnya brengs*k kenapa tidak mau berhenti mengaliiiiiirr" teriak Lavender dengan nada tinggi


"Kau sudah kedinginan tapi saja tidak berhenti mengoceh"


"Aku takut pingsan maka aku tidak mau diam, jika pingsan maka aku akan terbawa arus"


Di sisi lain George sedang berpencar mencari keberadaan Lavender dengan di temani anggotanya


"LAVENDEEER......LAVENDEEER" teriakan George sambil berjalan melihat kesekeliling dalam hutan itu


"Nona Lavendeeeeer....Nona Lavendeeeeerrr" teriakan serentak para anggota George.


"Hachiuuuukkk.....hachiuukk.....Woiiii....air sungai brengs*k diaaaaam, jangan bergerak terus, percaya atau tidak akan ku ledakkan sungai muuuu" teriak Lavender dengan nada kesal


"Apa kau bisa diam? dari tadi kau tidak habis mengoceh"


"Hah....bu...buaya..tu" kata Lavender sambil melihat ke arah hewan itu yang mulai merangkak ingin masuk ke air sungai


"Apa dia ingin makan kita?"


"Paman buaya yang tampan jangan masuk ke dalam air nanti kau bisa mati tenggelam" ujar Lavender


"Apa kau bodoh, dia tidak takut air sama sekali, dia memang bisa hidup di dalam air" ujar pria itu yang merasa cemas

__ADS_1


"Wooiiii...air sungai tolong tenggelam buayanya" teriakan Lavender


__ADS_2