Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Tuduhan Floris pada Lavender


__ADS_3

"Terima kasih Tuan Hamilton" ucap Summy dengan mengusap air matanya


"Bibi, panggil saja aku George, Lavender ada kekasih ku, dan Bibi juga adalah Bibi ku, kita adalah sekeluarga" sebut George dengan senyum


"Baiklah, George, anak ini beruntung karena mengenal mu" kata Summy


Keesokan harinya


Floris datang ke rumah sakit dengan niat ingin menunjukan kalung itu kepada Lion. di saat dia ingin membuka pintu kamar kakeknya dia menghentikan langkahnya.


"Jangan sampai aku tahu siapa yang menabrak Lavender maka akan ku kuliti dia" ketus Lion yang di dalam kamar di dengar oleh Floris


"Kenapa kakek bisa tahu jika wanita itu di tabrak?" batin Floris


"Ketua besar, tenang saja kita pasti bisa dapat pelakunya setelah nona sadar" ujar Bieber


"Iya, mudah-mudahan pelakunya belum kabur keluar negeri" jawab Lion


"Ketua besar, jangan merasa cemas. Ketua George sedang menemani Nona Lavender jadi aku yakin nona akan baik-baik saja" kata Kelvin


"Benar, kelihatannya George peduli padanya, selama ini aku belum pernah melihat George peduli pada wanita mana pun" ujar Lion


"Apa? kakak George menjaga nya? kakek akan membunuh pelaku yang menabraknya apakah ini tandanya kakek juga akan membunuh ku jika tahu aku pelakunya?"batin Floris


"Dimana kamarnya? aku harus menemukannya sebelum dia sadar dan mengatakan semuanya"Batin Floris


Di sisi lain George yang masih setia menemani sang kekasihnya sampai pagi dan belum menginjak keluar dari kamarnya.


"Lavender, kau harus cepat sadar, katakan pada ku siapa pelakunya aku akan balas untuk mu" kata George sambil menyentuh wajah Lavender


"Patrick, aku ingin beli sarapan untuknya, jika dia sadar maka dia pasti kelaparan karena sudah tidur semalaman" ujar George yang sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu


"Ketua, pulanglah istirahat dulu, semalaman ketua di sini dan belum tidur" kata Patrick yang baru keluar bersama George dari kamar Lavender


"Hah...kakak George" gumam Floris yang melihat ke arah George dari pojokan sana


"Apakah itu kamar wanita itu? sepertinya iya, kelihatannya ini kesempatan ku, aku ingin membunuhnya" Batin Floris yang berjalan menghampiri kamar itu


Klek


Floris mengambil kesempatan masuk ke kamar Lavender di saat George dan Patrick pergi meninggalkan kamar itu.

__ADS_1


Floris berjalan menghampiri ranjang Lavender yang masih belum sadarkan diri.


"Wanita pasar, akhirnya kau kalah dari ku, lihatlah rupa mu sekarang seperti mayat hidup, dan sebentar lagi kau akan mati" kata Floris yang menarik bantal Lavender..


Floris ingin mengunakan bantal itu untuk menutup wajah Lavender.


"Selamat tinggal wanita bodoh" kata Floris dengan senyum dan menekan bantal ke wajah Lavender


Karena merasa tidak bisa bernafas maka Lavender memukul-mukul tangan Floris, akan tetapi Floris tetap menekan kuat bantal tersebut sambil tersenyum


Kaki Lavender meronta-ronta dan tangannya memukul Floris tanpa berhenti. dan kemudian Lavender mencakar wajah Floris dengan kukunya


"Aarhhhtt" pekik Floris yang kesakitan di wajahnya dan sambil menyentuh bagian luka dari cakaran Lavender sehingga melepaskan tangannya yang tadinya menekan bantal tersebut


Lavender langsung terbangun di saat Floris tidak menekannya.


"Hei..kau ingin membunuh ku" Bentak Lavender yang merasa kesal dengan melemparkan bantal ke arah Floris


"Iya, sialan kau melukai wajah ku yang cantik ini, aku ingin membunuh mu" ketus Floris yang ingin menggengam leher Lavender dengan kedua tangannya


Saat lehernya di genggam oleh Floris, Lavender menarik rambut Floris dengan kedua tangannya.


"Aarhhttggg" pekik Floris yang kesakitan hingga melepaskan tangannya


"Kau wanita pembunuh! hari ini aku ingin membunuh mu" bentak Lavender dengan kesal dan masih menahan sakit di kepala dan tubuhnya


"Jangan mendekat" teriak Floris yang mengambil pisau buah yang di meja samping ranjang itu


"Kau ingin membunuh ku dengan pisau itu? lakukanlah sekarang juga" bentak Lavender yang turun dari ranjang


"Aku tidak akan membunuh mu tapi aku akan membuat mu terbunuh" kata Floris yang mendekatkan pisau buah itu ke tangannya


"Apa yang kau lakukan?" tanya Lavender sambil menahan sakit di kepala dan tubuhnya


Floris lalu mengores tangannya dengan pisau buah itu hingga mengeluarkan darah


"Apa kau gila ya?" bentak Lavender yang melihat kelakukan Floris


"Wanita pasaran, lihat saja siapa yang di bunuh nanti" kata Floris dengan menahan sakit dan berjalan keluar dari kamarnya


"Hei..jangan harap kau bisa pergi setelah ingin membunuh ku" bentak Lavender yang mengejar langkah Floris

__ADS_1


Floris sengaja berlari berteriak meminta tolong dengan niat ingin Lavender di tuduh sebagai pembunuh..


"Tolong...ada yang ingin membunuh ku" teriak Floris sambil berlari ke arah kamar Lion


"Dasar wanita gila ingin menuduh ku, jangan berharap" ujar Lavender yang sambil mengejarnya dengan menahan sakit


"Berlari dan berlari Floris tiba di kamar kakeknya


Klek...


"Kakek, tolong aku" teriak Floris yang menangis histeris sambil memegang luka di tangannya


"Floris" sebut Lion dengan heran


"Nona, kenapa tangan mu dan wajah mu berdarah? siapa menyerang mu?" tanya Bieber dengan penasaran


"Kakek, wanita itu sudah sadar dia ingin membunuh ku dengan pisau buah, untung saja aku sempat mengelak jika tidak maka aku sudah mati di tangannya" jelas Floris yang pura- pura ketakutan


"Siapa yang berani membunuh mu?" tanya Lion yang merasa heran


"Dasar wanita kurang ajar" bentak Lavender yang tiba di kamar Lion dan berdiri di pintu


"Nona Lavender" panggil Serentak Bieber dan Kelvin


"Lavender, kau sudah sadar?" sebut Lion yang senang melihat Lavender


"Kakek, dia lah yang ingin membunuh ku" kata Floris yang mendekati Lion


"Katakan apa yang terjadi sebenarnya? Lavender sedang terluka mana mungkin dia melukai mu" ucap Lion dengan tegas


"Kakek Neon, wanita gila ini menabrak ku dan tadi dia ingin membunuh ku dengan mengunakan bantal menutupi wajah ku"Jelas Lavender yang berdiri di ujung ranjang Lion


"Tidak Kek, untuk apa aku menabraknya? aku tadi hanya melihat Kakak George keluar dari kamarnya makanya aku hanya niat baik ingin melihatnya tapi di saat aku perhatikan aku melihat dia ada memakai kalung yang sama dengan kakek, karena aku mendengar kakek mengatakan jika pembunuh pasti ada memiliki kalung yang sama maka aku beranikan diri untuk mengambilnya untuk kakek, tapi setelah dia membuka matanya dan ingin membunuh ku dengan pisau buah. dia melukai tangan ku dan wajah ku" jelas Floris dengan pura-pura menangis histeris


Dasar wanita pembohong tidak tahu malu, kau menabrak ku dan rebut kalung ku di saat aku sekarat dan masih belum puas kau ingin membunuh ku di kamar tadi, dan sekarang kau berbohong di depan kakek" bentak Lavender dengan kesal


"Mana kalungnya keluarkan?" tanya Lion yang menatap ke arah Floris


"Kakek, ini demi untuk mendapatkan kalung ini untuk kakek aku di lukainya tapi tidak apa-apa asal kakek bisa dapat kembali kalung ini aku rela" kata Floris dengan memberikan kalung kepada Lion


"Itu memang kalung ku wanita bodoh, dan tangan mu itu kau yang melukai sendiri dengan pisau buah" bentak Lavender dengan kesal

__ADS_1


Lion melihat kalung itu dengan berbuka mata lebar-lebar, bagaimana tidak karena kalung itu memang milik keluarganya yang dulunya dia berikan pada putri semata wayangnya.


__ADS_2