Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Niat Kurashi di hentikan


__ADS_3

"Jangan...tolong jangan sakiti dia" pinta Mimi yang sedang kesakitan sehingga mengeluarkan air matanya


Tidak lama kemudian Akira bersama Kaneshiro masuk ke dalam kamar tersebut, Kaneshiro duduk di kursi roda dan di dorong oleh Akira


"Tuan muda" teriakan Akira yang langsung menghampiri dan menarik Kurashi dan mendorongnya ke dinding


Kurashi yang ingin melawan akan tetapi dirinya di tekan oleh Akira


"Lepaskan aku" bentak Kurashi dengan kesal


"Apa kau sudah gila?" bentak Kaneshiro dengan menahan sakit di bagian lukanya


"Paman, perut ku sakit.. tolong aku.." ucap Mimi dengan kesakitan dengan menangis histeris


"Cepat panggilkan dokter" perintah Kaneshiro pada Akira


"Nona, mari aku membawa mu langsung bertemu dengan dokter" kata Akira yang langsung mengendong Mimi keluar dari kamar itu


"Apa kau tahu apa yang sedang kau lakukan?" tanya Kaneshiro


"Kenapa? aku hanya ingin membunuh janin dalam kandungan itu" jawab Kurashi dengan tanpa rasa bersalah


"Dia adalah keturunan mu satu-satunya, kau bisa mengunakan anak itu untuk mendapatkan posisi ketua mafia di kumpulan ayah Mimi di jepang, tapi kau malah ingin melepas kesempatan ini"


"Pa, aku sudah cacat, apa mereka masih mau aku menikahi putrinya?"


"Mimi sudah tahu semuanya, dia juga telah memberitahu ku jika dia ingin menikah dengan mu, dia sudah hamil anak mu dan kau harus mengunakan anak ini untuk mendapatkan apa yang kita mau"


"Ingat kata ku, jangan menyakiti wanita itu selagi dia masih hamil anak mu, dia masih berguna bagi kita, bersabarlah untuk satu tahun, menikahi dia dan tunggu anak mu di lahirkan, setelah itu kita baru cari cara untuk mengambil nyawa ayahnya dan kemudian kau bisa mengusir wanita itu setelah kau mendapatkan posisi ketua ayahnya, dan sekarang pergilah meminta maaf padanya"


"Pa, aku sudah mengerti" jawab Kurashi dengan wajah datarnya


"Mulai hari ini aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar, posisi ketua mafia? bukan cm satu tapi aku ingin semuanya" batin Kurashi


Setelah satu jam kemudian Akira kembali ke kamar Kaneshiro


"Tuan besar"


"Bagaimana dengan Mimi?" tanya Kanesehiro yang duduk bersandar di ranjang


"Untung saja tidak apa-apa, jika kita terlambat selangkah maka anak itu pasti keguguran"


'Kurashi memang gila, dia tahu jika anak ini sangat penting tapi masih saja ingin membunuhnya, dan apa kau sudah tahu siapa pelaku yang melukai Kurashi?"

__ADS_1


"Lavender! dia di tangkap oleh anggota tuan muda, mereka memberitahu ku jika gadis itu berulah sehingga hampir membakar habis rumah itu, rumah mewah itu baru di beli oleh tuan muda"


"Lagi-lagi Lavender yang membuatnya tergoda, wanita itu pembawa masalah. Kurashi selama ini membohongi ku, di saat aku di rawat di rumah sakit dia mengambil kesempatan untuk bersama wanita itu, padahal dia sudah tahu jika wanita itu adalah wanita milik George Hamilton"


"George Hamilton datang bersama dengan anggotanya dan membunuh sebagian anggota tuan muda" jelas Akira


"Wanita itu telah menghancurkan masa depan Kurashi itu tandanya dia menentang kita, urusan ku dan bocah itu juga belum terselesaikan"


"Tuan besar, maksudnya adalah?


"George Hamilton! walau dia adalah putra kandung ku tapi dia begitu mudah ingin membunuh ku, jika aku tahu maka 25 tahun yang lalu aku bunuh saja dia, agar dia tidak memiliki kesempatan untuk melawan ku, di tubuhnya mengalir darah ku tapi dia malah menjadi musuh ku, tentu saja aku juga tidak akan tinggal diam begitu saja" ketus Kaneshiro


"Tuan besar, apa rencana Anda?"


"Jika wanita itu adalah kelemahannya maka kita jadikan saja wanita itu sebagai alat untuk mengancamnya" jawab Kaneshiro


Setelah beberapa hari kemudian


"Bibiii, aku pulaaaaaang" teriakan Lavender yang baru masuk ke dalam toko


"Lavender, kau kemana saja kenapa bibi menyuruh mu menjaga toko kau malah menghilang?" tanya Summy dengan sibuk membungkus pesanan pelanggananya


"Aku bosan, makanya aku main-main di tempat paman jual buah itu" jawab Lavender yang duduk di kursinya


"Jangan menganggu paman itu, dia sedang jualan"


"Apaaaaa?" tanya Summy dengan nada memenuhi ruangan


"Bibi, kenapa berteriak kan bibi belum tuliiii" bentak Lavender dengan kesal


"Kau sudah memiliki Gorila Hamil mu itu, apa masih tidak cukup?"


"Bibi, apa yang Bibi katakan? yang ku maksudkan adalah kura-kura yang ku mau kemarin tapi Bibi malah melarang ku"


"Lavender, jangan macam-macam, jangan berfikir kura-kura itu lagi, satu Gorila sudah cukup" kata Summy yang sudah salah faham


"Kura-kura sama Gorila apa hubungannya, Bi?"


Tidak lama kemudian seorang pria yang masuk ke dalam tokonya


"Lavender" suara panggilan seorang pria yang masuk ke dalam toko


Mendengar suara panggilan Lavender dan Summy sama-sama menoleh ke arah pria itu

__ADS_1


"Hei.. bukankah dia sedang terluka? kenapa bisa muncul lagi?" tanya Summy dengan nada kecil


"Kenapa kau ke sini lagi?" tanya Lavender yang bangkit dari tempat duduknya


"Ikut aku" jawab Kurashi dengan berniat membawa pergi Lavender


"Apa kau masih ingin menculik ku? apa masih belum cukup dengan luka mu? apa perlu aku pecahkan kepala mu dan mencongkel otak mu?" ketus Lavender yang merasa kesal


Sesaat kemudian 2 pria datang masuk ke dalam toko Summy


"Tuan muda" sapa serentak anggotanya dengan hormat


"Bawa nona pergi" perintah Kurashi


"Baik"


"Woii...apa yang kau inginkan? jika kalian berani membawanya pergi maka langkah mayat ku dulu" bentak Summy dengan kesal


Kurashi mengeluarkan senjata dan menodong ke arah Summy


"Bibi Summy, maaf jika aku tidak bersikap sopan" kecam Kurashi dengan tatap aura membunuh


"Kau sangat tidak tahu malu, mengunakan 2 pria tidak berguna ini untuk membalas ku" bentak Lavender dengan kesal


"Jika kau mau bunuh saja aku sekarang" kata Lavender yang menghadang Summy dari todongan Kurashi


"Aku tidak akan membunuh mu, aku hanya ingin membawa mu pergi, asal kau turuti aku maka aku berjanji tidak akan melukai bibi mu" ujar Kurashi


"Baiklah, aku akan ikut mu pergi" jawab Lavender


"Lavender, jangan ikut dia, ini sangat bahaya untuk mu" kata Summy yang menghalang keponakannya


"Tidak apa-apa, Bi."


"Bukankah ingin membawa ku pergi? maka ayolah"


"Kalian bawa Nona" perintah Kurashi


Anggota Kurashi memegang lengan Lavender dengan membawanya pergi meninggalkan toko, di saat mereka ingin melangkah keluar tiba-tiba saja datang sekumpulan pria yang berpakaian serba hitam berdiri berbaris di depan toko Summy sehingga membuat Kurashi dan anggotanya tidak bisa meninggalkan tempat itu


"Hahahahahahah...kalian ingin membawa ku pergi maka lihatlah, jumlah mereka ada 30 orang kalian hanya 3 orang" kata Lavender dengan bersemangat


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya berjudul MAFIA BERDARAH DINGIN πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›


Bagi yang belum pernah silahkan mampir ya..terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2