
Setelah masuk ke kamar Lavender menghempaskan dirinya ke atas kasur
"Bosan sekali, tidak bisa buat apa-apa sama sekali, kalau di rumah sendiri bisa melakukan apa saja, kalau di sini semuanya tidak bisa" gumam Lavender
"Sudah lama tidak bertengkar dengan Bibi jadi tidak biasa, heheheh....kalau saja aku bisa pulang aku mau buat bibi mengamuk lagi" gumam Lavender dengan tertawa kecil sambil tidur dengan posisi terlungkup
Tidak lama kemudian Lavender pun ketiduran, dan di saat yang sama George pulang ke kediamannya
"Ketua" sapa Rocky dengan sopan
"Rocky, apa hari dia ada berulah?" tanya George
"Tidak Ketua, hanya saja nona menyuruhku menangkap serangga, tapi aku tidak bisa meninggalkan kediaman" jawab Rocky dengan sopan
"Serangga? untuk apa dia mau serangga?"tanya George dengan heran
"Katanya ingin memasak sop serangga"
"Biar saja, selain ini apa dia ada menyentuh dapur?"
"Nona ingin memasak tapi Anisa sudah melarangnya, nona ingin makan daging kecap dan ayam, dan Anisa sedang memasaknya"
"Baguslah kalau begitu" jawab George dengan melangkah ke arah kamar
Klek
George masuk ke kamar yang di mana Lavender sedang ketiduran dengan posisi terlungkup
George menghampiri Lavender dan menatap senyum ke arahnya. sambil mengelus kepala Lavender, George kemudian mencium wajahnya
"Apa kau bosan tidak bisa melakukan apa pun? ini untuk kebaikan mu, jika saja kau di luar maka akan ada bahaya yang menghampiri mu, aku tidak mau kau terjadi apa-apa" kata George dengan senyum menatap Lavender yang sedang tidur
"Mm....kau sudah pulang?" tanya Lavender yang baru membuka matanya
"Iya, aku baru saja pulang, apa yang kau lakukan hari ini?" tanya George
"Semua pintu dan jendela mu di kunci, aku juga di larang ke dapur, memangnya aku bisa melakukan apa?" tanya Lavender yang masih sedang memejamkan matanya
"Apa kau ingin pulang melihat bibi mu?" tanya George
"Aku rindu sama teriakannya dan aku juga rindu sama Kakek, kalau bukan karena jendela mu di kunci maka aku pasti akan melompat keluar" jawab Lavender
"Aku tahu ulah mu, oleh sebab itu aku hanya bisa menyuruh mereka untuk menguncinya, Kaneshiro akan mengincar mu aku tidak ingin jika dia melukai mu"
"Dia adalah ayah mu, jika saja dia melukai ku kau juga tidak bisa melawannya"
"Siapa yang bilang aku tidak bisa? jika dia menyentuh mu maka aku akan buat perhitungan dengannya"
"Tuan Pistol masih di sana membantu Bibi ku?"
"Iya, Patrick sedang melindungi Bibi, jadi jangan khawatir" jawab George dengan senyum
__ADS_1
"Besok aku ingin pulang melihat bibi" kata Lavender yang bangkit dan duduk di kasur
"Baiklah, aku akan menemani mu besok"
"Tidak perlu, kan ada Kak Koky yang menjaga ku"
"Aku tetap tidak bisa tenang, walau ada yang menjaga mu" jawab George dengan mencium wajah Lavender
"Ada Kak Koky dan tuan pistol jadi mana mungkin mereka berani mencari ku lagi, lagi pula anak buah singa jepang itu sudah tewas"
"Dia tewas bukan berarti Kaneshiro tidak memiliki anggota lain, dia dari kumpulan besar jadi dia pasti memiliki banyak anggota" jelas George
"Aku ingin meledakkan kumpulannya" ucap Lavender dengan semangat
"Kenapa kau bisa begitu suka meledakkan tempat orang..ha? apakah ini memang keahlian mu?" tanya George dengan seraya bercanda
"Iya, di tubuh ku mengalir darah mafia jadi aku tidak mau kalah sama yang lainnya, selain menembak aku juga ingin belajar ilmu bela diri" jawab Lavender
"Dasar nakal, sekarang saja kau sudah sering menghajar orang, apalagi jika kau bisa ilmu bela diri" kata George dengan menyubit wajah Lavender
"Jadi besok aku bisakan pulang melihat bibi ku?"
"Iya, bisa saja tapi jangan lari kemana-mana"
"Aku ingin tinggal di sana, biarkan aku pulang, di sana ada tuan pistol jadi pasti tidak masalahkan?"
"Apa kau tidak ingin tinggal lebih lama di sini?"
"Aku merindukan rumah ku, aku merasa bosan di sini"
"Iya aku Janji, jadi benar besok aku sudah boleh pulang ?"
"Kalau kau sudah memintanya apa aku bisa menahan mu?"
"Horeee....aku sudah bisa pulang ke rumah" teriak Lavender dengan kegirangan
"Tentu saja aku berharap kau tinggal di sini selamanya tapi hati mu ingin pulang, jika aku memaksa mu maka ini hanya akan membuat mu lebih jauh dari ku" batin George
Beberapa hari kemudian
Lavender seperti biasanya membantu Summy untuk mengantar makanan dan di temani oleh Patrick, Rocky dan anggota lainnya, di saat yang sama terdapat beberapa pria asing yang dari dua kumpulan sedang mengawasi Lavender selama beberapa hari, para pria itu yang tidak lain adalah anggota Kaneshiro dan Mimi
"Bibi, aku pulang" teriak Lavender yang baru melangkah masuk ke dalam toko
"Lavender, semua pesanan sudah kau antar?" tanya Summy
"Sudah, Bi" jawab Lavender
"Aneh! kenapa kau tidak menyasar ya?"
"Bibi, jangan menganggap ku bodoh"
__ADS_1
"Memang kapan kau mulai pintar?" tanya Summy dengan mengejek
"Aku dari dulu sudah pintar, hanya karena makan masakan bibi makanya jadi bodoh" jawab Lavender yang tidak mau kalah
"Iya...iya. tukang nyasar kau memang pintar, ini alamat langganan. antar ke sana" kata Summy dengan memberikan bingkisan makanan
"Iya Bi." jawab Lavender dengan mengambil bingkisan tersebut
Lavender di temani oleh Patrick, Rocky dan 6 anggota lainnya ke alamat pelanggannya, di saat di jalan tiba-tiba saja langkah mereka di hentikan
"Siapa mereka?" kata Lavender
"Lindungi Nona" perintah Patrick yang mengeluarkan senjatanya bersama Rocky dan anggota lainnya
Terdapat 8 pria asing bersenjata dari kumpulan Kaneshiro
"Kalian adalah suruhan Kaneshiro?" tanya Rocky
"Serahkan gadis itu maka kalian akan selamat" kecam anggota Kaneshiro dengan menodongkan senjata ke arah Patrick dan lainnya
Tidak lama kemudian datang kumpulan lain yang tidak lain adalah anggota Mimi, jumlah anggotanya sekitar 10 orang
"Ramai sekali, aku tidak ingin melewatinya" kata Moshi yang adalah salah satu anggota Mimi yang sama-sama sedang menodongkan senjata ke arah Patrick
"Kalian dari kumpulan mana?" tanya Patrick dengan mengarahkan senjatanya
"Kami menginginkan gadis itu, maka berikan dia pada kami" jawab Moshi
"Wah..hari ini hari apa ya? kenapa ada kumpulan berbeda yang ingin menangkap ku?" ujar Lavender yang melihat ke arah dua kumpulan itu
"Nona Lavender, Anda telah menyinggung seseorang yang tidak pantas di singgung" jawab Moshi
"Aku tidak peduli siapa kalian, wanita itu adalah milik kami" ucap anggota kaneshiro yang melihat ke arah Moshi
"Rocky, cepat bawa Nona pergi dari sini, dan hubungi ketua" kata patrick dengan suara pelan
"Bagaimana dengan mu?" tanya Rocky
"Aku dan anggota akan bertahan di sini, cepat pergi" jawab Patrick
"Baiklah" jawab Rocky
Di saat Rocky membawa Lavender meninggalkan tempat itu, Patrick dan dua kumpulan tersebut terjadi penembakkan, penembakan terjadi di antara kumpulan Moshi dan anggota Kaneshiro karena ingin berebut Lavender
Dor....dor....dor....dor....dor....dor...
Bunyi tembakan serentak dari mereka yang sedang saling menembak
"Kak, bagaimana mereka? jumlah kita tidak banyak" tanya Lavender yang sambil berlari
"Bantuan akan segera tiba. Nona, berhati-hatilah mereka dari kumpulan berbeda yang ingin menangkap mu" jawab Rocky yang berlari bersama Lavender menuju ke tempat yang tidak jauh dari hutan sana
__ADS_1
Bab selanjutnya
Lavender berhadapan dengan anggota Moshi