
"Tuan, akan tetapi di restoran kami tidak ada kerja yang bisa di lakukan oleh nona ini, mereka semua sudah ahli dalam tugas mereka masing-masing, di sini adalah restoran berbintang jadi para karyawan di sini semua sudah terlatih" jelas Manager dengan sopan
"Begini saja, biarkan saja dia membersihkan toilet, jika di bagian itu tidak butuh yang ahlikan?"
"Ti..tidak"
"Jika begitu tempatkan saja di bagian pembersihan toilet, ini adalah peraturan kumpulan kami karena dia harus bertanggung jawab karena sudah mengunakan nama ketua kami, dan ini perintah dari ketua kami juga, untuk dia menerima hukuman yang seharusnya, dan juga untuk bayar ganti rugi dengan apa yang dia sudah makan sebelumnya" jelas Kelvin
"Aku tidak mau mencuci toilet, aku adalah cucu kakek, kalian tidak berhak" teriak Floris
"Apa kau lupa perintah nona Lavender? jika kau tidak mau melakukannya maka jangan salahkan aku akan menghukum mu dengan cara sendiri, di saat kau mengerjakannya Handry akan mengawasinya, kerjakan sampai selesai" bentak Kelvin
"Manager, perintah saja apa yang harus dia kerjakan, dia harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan sebelumnya" kata Kelvin dengan tegas
Mendengar ucapan Kelvin sang manager itu hanya bisa menuruti perkataannya, Floris di tempatkan bagian pembersih toilet pria dan wanita, selain itu dia juga harus mengepel setiap lantai restoran mewah itu
Floris sendiri terpaksa menurut dalam kondisi kakinya yang sedang sakit dan kewalahan, Handry dan anggota lainnya sedang mengawasi setiap gerak geriknya
Keesokan harinya
Rumah sakit
Lavender sedang melihat kakeknya dengan di temani oleh George
"George, kapan kita bisa masuk ke dalam? aku ingin berada di sisi kakek" tanya Lavender dengan merasa sedih
"Aku sudah bertanya pada dokter, untuk saat ini belum bisa, bersabarlah setelah kondisi kakek membaik maka kita akan di izinkan masuk" jawab George dengan menyentuh kepala Lavender
"Kakek pasti menderita, kakek adalah pria yang sangat hebat, bahkan walau kakinya sudah lumpuh tapi dia masih hebat mengetuai kumpulannya, pertama kali aku mengenalnya aku sudah merasakan ada perasaan dekat dengannya, oleh sebab itu aku sangat suka bila bertemu dengannya, bahkan aku tidak ada rasa takut walau kakek adalah ketua mafia" jelas Lavender
"Ketua besar juga merasakan hal yang sama di saat itu" kata Bieber yang berjalan menghampiri Lavender dan George
"Paman" sapa Lavender dengan menoleh ke arah Bieber
__ADS_1
"Di saat pertama kali ketua melihat Nona juga merasakan hal yang sama, perasaan dekat walau tidak kenal, ketua melihat keberanian Nona membuatnya mengingat mendiang nona Merliza, tatapan, wajah dan keberanian sangat mirip dengan ketua dan nona Merliza" jelas Bieber
"Hubungan keluarga tetap akan bertemu kembali walau sudah lama terpisah" lanjut George
"Aku ingin bersama dengan kakek dengan waktu yang panjang, apa pun yang harus ku lakukan demi menyelamatkan kakek aku rela, bahkan mengambil nyawa ku aku juga rela" ucap Lavender dengan mengeluarkan air mata
"Lavender, di saat ini kakek sangat membutuhkan mu, kumpulan Lion juga membutuh kan mu, kau harus bertahan demi kakek dan kumpulan Lion, kumpulan yang telah di dirikan oleh kakek selama 40 tahun, kakek butuh dukungan mu dan kumpulan Lion juga butuh diri mu untuk memberi mereka semangat" bujuk George
"Nona, Anggota kita semuanya sedang bersedih, mereka sudah lama berada di kumpulan Lion, kondisi ketua telah menjatuhkan semangat mereka, aku hanya khawatir jika ada yang tahu kondisi ketua akan ada musuh yang datang mencari masalah, dengan situasi di kumpulan Lion aku takut sulit untuk kita melawan jika ada musuh yang datang" kata Bieber
"Aku mengerti Paman" jawab Lavender
Jepang
"Hahahahaha....si tua itu sudah sekarat, ini keinginan ku dan aku yakin dia pasti akan mati" kata Kaneshiro dengan tertawa senang
"Tuan besar, selamat. tembakan Anda berhasil membuat nyawanya di ujung tanduk" ucap Erick
"Tuan besar, setelah Lion di rumah sakit mereka pasti sudah tidak mencari Anda lagi, mereka hanya fokus pada Lion saja"
"Mereka pasti akan membalas dendam, tapi sekarang aku sudah menjadi ketua di kumpulan Yoshiro, jika mereka ingin melawan ku maka ini sama saja cari mati" jelas Kaneshiro
"Kumpulan Lion tanpa orang tua itu pasti tidak lama lagi akan hancur, di saat di tepi pantai cucunya juga terluka parah, lagi pula dia juga tidak berdaya, kumpulan mereka sangat banyak jumlah anggotanya, jika ketua mereka tidak ada maka pasti akan terjadi perseteruan di antara mereka" kata Erick
"Walau wanita itu hidup juga tidak berguna, selain ceroboh dia tidak bisa apa pun, dia hanyalah wanita yang hidup di pasar dari kecil, jadi dia tidak bahaya sama sekali, dan tidak mampu untuk mengetuai semua anggotanya" kata Kaneshiro
"Setelah Yoshiro tewas kesempatan ku mengantikan dia sangat besar, semua yang setia padanya sudah tewas di saat melawan George, dan sisanya memilih tetap tinggal demi nyawa sendiri" ujar Kaneshiro
"Rencana Anda sangat bagus, Anda berhasil membunuh Lion dan di saat yang sama Anda berhasil menjadi ketua di kumpulan Yoshiro" ucap Erick
"Tapi selagi si tua itu masih bernafas aku tidak akan tenang, kirimkan pembunuh handalan untuk menembak kepalanya lagi" ujar Kaneshiro
"Tuan besar, di sana pasti ada Bieber dan Kelvin sedang berjaga, dan anggota Black White bisa saja berada di sana juga"
__ADS_1
"Cari cara untuk mengambil nyawanya, menyamar sebagai apa saja untuk mudah masuk ke dalam sana, aku tidak peduli mengunakan cara apa yang penting aku ingin nyawanya" perintah Kaneshiro dengan tegas
"Baik Tuan besar, aku akan kirimkan beberapa orang ke sana" jawab Erick dengan menurut
Rumah sakit
"Bibi, jangan menemani ku, aku bisa sendirian, Bibi juga sibuk dengan urusan toko" kata Lavender yang berada di kamar nya
"Bruce ada di toko, dan dia akan datang malam nanti, dia ingin melihat mu dan tuan Lion" jawab Summy yang sedang duduk di samping ranjang
"Dia sudah lelah bekerja seharian tapi masih saja menjaga kami"
"Lavender, untung ada dia juga. walau dia sangat ceroboh tapi dia sangat baik"
"Baguslah jika ada yang membantu Bibi di toko" ucap Lavender dengan senyum
"Lavender, bagaimana dengan luka mu apa masih sakit?'
"Masih, tikamannya sangat dalam, dan di bagian perut dan lengan sakitnya sudah berkurang"
"Jangan melakukan kerja berat dulu, dan jangan banyak bergerak, di mana George?"
"Dia kembali ke markas, dan malam dia akan datang"jawab Lavender yang duduk bersandar di ranjang
"Baguslah jika dia menemani mu, jika hanya diri mu saja bibi juga khawatir"
"Tidak perlu khawatir, Bi. aku tidak sendirian, ada paman Bieber dan paman Kelvin"
"Iya, tapi jika lebih banyak yang menemani mu di sini ini lebih baik, si pembunuh itu belum di temukan, jika dia tahu di mana kakek mu takutnya dia akan mengutuskan pembunuh saja untuk ke sini" kata Summy dengan khawatir
Bab selanjutnya
Perkelahian di rumah sakit
__ADS_1