
"Bruce, karena kau tidak mengenal jalan maka kau bantu jualan saja di toko" kata Summy dengan berdiri di depan Bruce dan Lavender
"Bibi, jika dia jaga toko maka sama saja tidak ada yang membantu aku mengantar pesanan" kata Lavender dengan membantah
"Kalau dia antar sama saja, karena dia tidak mengenal jalan di kota ini jadi nanti menyasar lagi seperti kamu" jawab Summy
"Bibi, tidak apa-apa, aku bisa membantu di toko saja" ujar Bruce
"Nanti kalau kau sudah tahu jalan baru bagian pengantaran" kata Summy
"Baik, Bi." jawab Bruce dengan menurut
"Lavender, kau jangan ganggu Bruce kerja di bagiannya, ingat itu" kata Summy
"Bibi, aku tidak pernah menganggunya" jawab Lavender
"Baguslah kalau begitu, jangan sampai para tetangga yang mengangkat kalian pulang seperti tadi" ujar Summy dengan peringatan
"Iya Bi" jawab serentak Lavender dan Bruce
Kediaman Kurashi
Mimi yang telah mendengar kabar kematian Kurashi membuatnya semakin terpuruk dan menangis sepanjang malam, walau selama ini dia mendapatkan perlakuan buruk dari Kurashi itu tidak membuat Mimi untuk melupakan pria itu
Duduk di kasur sambil memeluk ke dua lututnya dengan menangis tanpa berhenti
"Ternyata di siang itu adalah hari terakhir kita bertemu, bahkan di akhir hidup mu kau juga tidak memberi hati mu padaku, kau lebih rela pergi membunuh dari pada bersama ku, dan akhirnya kau tewas, ini adalah hidup ku yang paling gagal, waktu bersama mu sangat singkat tapi luka ini adalah seumur hidup, di saat kau menolak ku aku sudah sakit hati, dan di saat aku mendengar kau sudah meninggal aku bertambah luka, seharusnya aku sudah melupakan mu di saat rumah sakit tapi aku malah bertambah terpuruk di saat mengetahui kalau kau telah di bunuh" batin Mimi
"Lavender mengambil mu dari ku dan dia juga membunuh anak ku, aku ingin membalas dendam. Lavender, jika anak ku sudah tidak ada maka diri mu juga tidak boleh ada di dunia ini lagi" gumam Mimi
Mimi lalu mengeluarkan handphone miliknya dan menghubungi seseorang di seberang sana
"Hallo" ucap Mimi yang sedang menangis
"Putri ku, ada apa dengan mu kenapa kau menangis?" tanya papanya yang berada di jepang sana
"Pa, tolong kirim anggota ke sini, aku ingin membunuh seseorang"
"Mimi, katakan pada Papa apa yang telah terjadi?"
Mimi menceritakan semua kejadian yang telah menimpa dirinya
"Apaaa? kau sudah hamil? kenapa masalah sebesar ini Papa bisa tidak mengetahu****inya?"
"Maaf. Mimi berencana di saat pulang ingin memberi Papa kejutan dan tidak menyangka terjadi seperti ini"
"Siapa wanita itu? berani sekali dia mengusik mu?"
"Namanya Lavender, dia mengoda Kurashi dan juga membunuh anak ku, aku tidak puas" jawab Mimi dengan menangis histeris
"Jangan menangis, Papa akan segera bertemu dengan tuan Kaneshiro untuk membahas masalah ini"
"Baik ,Pa." jawab Mimi dengan menangis tanpa berhenti
"Lavender, walau di belakang mu ada George Hamilton bukan berarti aku tidak bisa membunuh mu, kumpulan papa ku adalah kumpulan salah satu terbesar di jepang, jika papa ku bergabung dengan paman Kaneshiro aku mau melihat siapa yang masih sanggup menyelamatkan mu" gumam Mimi
__ADS_1
Pasar keramaian
Di siang itu Bruce sedang menjaga toko sedangkan Summy dan Lavender sedang sibuk di bagian dapur
Ada seorang preman datang ke toko dengan berniat ingin mencari masalah
"Hei...sajikan makanan termahal di sini" bentak preman itu dengan gaya selangit
"Hei..emang siapa diri mu dengan cara begini kau memanggil ku?" ketus Bruce dengan kesal
"Aku adalah kepala preman di sini, sajikan makanan terenak toko kalian" ketus preman itu
"Ada, tapi ada syaratnya" jawab Bruce
"Apa? syarat? kalian adalah penjual kenapa harus mengunakan syarat?" bentak preman itu dengan kesal
"Karena kalau preman seperti mu ini pasti hanya mau makan gratis, jadi harus bayar dulu baru pesan makanan" jawab Bruce dengan ketus
"Kau berani sekali meminta uang dengan ku, apa kau tidak takut jika aku akan merobohkan toko mu ini" gertak preman itu dengan nada tinggi
"Kau berani mengancam ku? apa kau tahu jika aku dulu adalah mafia tapi karena aku di kejar buaya dan monyet maka aku jadi bertaubat" bentak Bruce dengan nada tinggi
"Lavender, sepertinya di luar ada pertengkaran, coba keluar lihat apa yang terjadi" ucap Summy yang sedang sibuk memasak, sementara Lavender sedang mencuci piring
"Mungkin dia hanya bicara sama tembok, Bi." jawab Lavender sambil sibuk dengan tangannya
Prak...prak...pruk....pruk...prak...pruk..
Bunyi bising yang datang dari luar
"Mungkin dia sedang memukul nyamuk, Bi" jawab Lavender dengan santainya
Prak...prak...prak...pruk...pruk..pruk..
Bunyi entah apa yang terjadi sehingga terdengar ke dalam dapur
"Kenapa bising sekali di luar?" gumam Summy yang keluar dari dapur
Di saat Summy keluar dari dapur matanya langsung berbuka besar lihat kondisi tokonya yang berantakan
"Dasar kurang ajar, masih berani kau mengancam ku."bentak Bruce yang sedang melipat ke dua kaki preman itu yang sama-sama berguling di lantai
"Woiiiii...apa yang kalian lakukaaaan?" tanya Summy dengan nada tinggi
"Bibi, aku membantu menangkap preman, dia ingin makan gratis dan mengancam kita" ujar Bruce yang sedang menahan preman
"Wah...hebat sekali, kau berhasil menahannya" teriak Lavender dengan kegirangan
"Diaaam, apakah ini namanya hebat?" bentak Summy dengan nada tinggi
"Bibi, dia juga melindungi toko kita jadi tidak salahkan kalau dia menghajar preman itu" jawab Lavender
"Kau masih memujinya? hanya menahan seorang preman saja 7 kursi dan 8 meja hancur di buatnya, apa ini namanya hebaaat?" bentak Summy dengan nada tinggi
"Lepaskan dia" teriak Summy dengan melihat ke arah Bruce
__ADS_1
"Iya" jawab Bruce yang melepaskan preman itu
"Bruce, apa kau tahu apa yang telah kau lakukan?"
"Aku memukulnya karena dia ingin buat keributan di sini, Bi" jawab Bruce
"Apa kau gila ya? kau memukulnya dengan kursi dan meja?" tanya Summy dengan emosi
"Bibi, tidak semua patah, itu masih ada sisa satu kursinya masih bagus" ujar Lavender
"Iya, aku harus berterima kasih karena masih menyisakan satu kursi yang bagus untuk ku" jawab Summy dengan senyum geram
"Kalian berdua sama saja, suruh antar pesanan dari utara menyasar ke selatan, suruh jaga toko malah merusak barang toko" bentak Summy dengan kesal
"Bi, utara dan selatan di bagian mana?" tanya serentak Lavender dan Bruce
"Diaaaaam." teriak Summy dengan nada tinggi
"Dia sangat gila, aku akan membalas" ketus preman yang mencoba untuk berdiri
karena melihat preman itu berdiri Lavender pun langsung mengambil kursi yang masih utuh dan langsung`β
Pruk...
Bunyi patahan kursi yang menghantam tubuh preman itu
"Aaarggtthhh" jeritan preman yang kesakitan sehingga terduduk di lantai
"Ingin lari jangan berharap" ucap Lavender
"Bagus sekali, Lavender" teriak Bruce yang lupa sesaat Summy yang masih berdiri di hadapannya
Tanpa mereka sadar Summy sedang menatap mereka dengan tatapan aura membunuh
"Apa kalian sudah puaaaas? menghancurkan semua kursi dan meja ku?" teriak Summy dengan nada memenuhi toko
"Bibi, dia adalah preman" jawab serentak Lavender dan Bruce
"Lalu kenapa kalau dia preman? apa harus menghancurkan barang di toko ku?"bentak Summy dengan emosi
"Kami hanya menghajarnya untuk, Bibi" jawab serentak Lavender dan Bruce
"Percaya atau tidak kalian akan ku lempar ke sungai dan ke laut kalau kalian masih menjawab lagi" bentak Summy dengan kesalnya
"La..laut ada hiu" jawab Lavender
"Su..sungai ada buaya" jawab Bruce
"Dan di sini ada serigala jumbo" jawab serentak Lavender dan Bruce
"Apaaaaa? kalian mau mati ya? mengatain aku serigalaaaa" teriak Summy dengan menarik telinga mereka berdua
"Aaarrrrrhhhhh" teriakan serentak mereka berdua sehingga menembus keluar toko
Bab selanjutnya
__ADS_1
Pertemuan Papa nya Mimi dan Kaneshiro