Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lion di tembak Kaneshiro


__ADS_3

Dor....dor...dor....dor...dor...dor....dor....dor....dor...


Bunyi tembakan serentak yang di lakukan oleh Lion, George dan anggota lainnya


"Aaaarggghhh" jeritan serentak Yorashi, Mimi dan anggotanya karena di tembus oleh puluhan peluru di tubuh mereka


Di saat itu George dan Lion tanpa berpikir panjang langsung melepaskan tembakan ke arah Yorashi dan lainnya dan telah berhasil membunuh Yorashi bersama anggotanya dalam hitungan menit


"Manusia tidak berguna" ketus Lion dengan melihat semua jasad yang ada di depan matanya


Setelah berhasil membunuh Yorashi mereka pun meninggalkan tempat itu


Yorashi bersama Mimi dan beberapa anggotanya telah tewas di bunuh saat dalam perjalanan menuju bandara


Keesokan harinya


Hotel


"Hahahahahahah...bagus..bagus.." akhirnya dia mati juga, dia datang ke sini hanya untuk mengantar nyawanya saja, tidak menyangka wanita itu benar-benar panjang umur, dia masih hidup akan tetapi Yoshiro dan Mimi harus menjadi korban" kata Kaneshiro dengan tertawa berbahak-bahak


"Selamat Tuan besar, telah berhasil membuat mereka saling berhadapan dan Yoshiro juga telah tewas, dan aku yakin kali ini bisa saja anggotanya akan bertindak" ucap Erick yang sedang berdiri di hadapan Kaneshiro


"Ini bagus sekali, siapa pun yang menang aku hanya menjadi penontonnya, Yorashi tidak tahu selain George Hamilton masih ada Lion yang melindungi Lavender wanita itu, wanita sialan itu sangat beruntung karena ada dua kumpulan besar yang menjaganya" ujar Kaneshiro


"Tuan besar, selanjutnya apa rencana kita? apakah kita masih mengincar wanita itu?" tanya Erick


"Tidak...tidak..., aku ingin mengubah rencana ku, sasaran kali ini jika bukan George maka adalah Lion, jika saja salah satu dari mereka yang tumbang maka musuh ku akan berkurang satu, membunuh wanita itu hanya merugikan ku, jika aku bisa membunuh salah satu dari mereka ini akan lebih menguntungkan ku"


Beberapa hari kemudian


Kediaman Lion


"Kakek..kakek...coba makan ini dulu" kata Lavender dengan meletakan semangkok sop di atas meja


"Cucu ku apa yang kamu masak?" tanya Lion dengan senyum


"Ini adalah sop yang di ajarkan bibi, untuk menyehatkan tubuh" jawab Lavender dengan berdiri di samping Lion


"Baiklah, kalau begitu maka kakek akan minum sampai habis" ujar Lion dengan meminum sop yang di sediakan oleh Lavender

__ADS_1


"Bagaimana rasanya?"


"Kelihatannya cucu kakek sudah ada kemajuan, ini masakan pertama mu yang berhasil?"


"Iya, ini masakan pertama ku yang berhasil dan juga kali ini dapur tidak meledak" jawab Lavender dengan tertawa


"Hahahaha...Lavender, kakek ingin bertanya pada mu, apakah kamu menyukai George?" tanya Lion


"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu, Kek?"


"Tidak ada, hanya ingin tahu apa perasaan mu padanya?"


"Dia baik dan perhatian, dan seperti kakek selalu baik pada ku dan melindungi ku" jawab Lavender


"Lalu bagaimana dengan perasaan mu padanya?"


"Aku merasa aku menyukainya, karena jika aku melihatnya aku merasa senang" jawab Lavender dengan terus terang


"Ini bagus, kalian sangat serasi, Kakek sudah lama mengenalnya jadi sudah tahu dia adalah pria baik, di saat mafia lain suka bermain wanita dia hanya tetap fokus pada urusan markasnya, dia beda dengan yang lain" jelas Lion


"Dia bilang mau menikahi ku di tahun depan" jelas Lavender


"Iya, aku tahu juga, Kek. dia suka membantu anak-anak yang di panti asuhan dan sangat menyayangi mereka" ujar Lavender


"Iya, bagus kalau kamu sudah megetahui sifat baiknya. Harapan Kakek hanya satu ingin melihat kalian berdua menikah, kakek ingin cucu kakek mengenakan gaun pengantin dan berjalan di atas karpet merah, Kakek ingin mengunakan tangan kakek sendiri menyerahkan mu kepadanya di saat itu" ucap Lion dengan senyum


"Ini janji Kakek maka aku akan mengingatnya" jawab Lavender


"Baiklah, ini janji kakek pada mu. Lavender, mari ke pantai, kita akan membeli bunga Lavender kesukaan mama mu" ajak Lion


"Baik Kek" jawab Lavender


Lion dan Lavender menuju ke pantai dengan di temani oleh Bieber dan Kelvin.


Tidak lama kemudian mereka tiba ke pantai, seperti biasanya Lion sering mendatangi pantai untuk menabur bunga lavender ke laut karena semasa hidup Merliza sangat menyukai bunga lavender, setiap kali Lion merindukan putri semata wayangnya maka dirinya akan datang ke pantai membawakan bunga lavender


"Kakek, apa mama sangat cantik?" tanya Lavender yang sedang menabur bunga ke laut itu


"Iya, mama mu sangat cantik, dia sangat berani dan berbakat, dia menarik perhatian papa mu, papa mu adalah pengawal kakek yang setia, karena sifatnya yang setia maka kakek setuju jika dia menikahi mama mu" jawab Lion

__ADS_1


"Kakek...kakek...jadi aku mirip dengan siapa?" tanya Lavender dengan tertawa kecil


"Wajah mu sangat mirip dengan mama mu, keberanian mu mirip dengan kakek" jawab Lion dengan senyum


"Jadi apa aku tidak mirip dengan papa?"


"Kesetiaan mu mirip dengan papa mu" jawab Lion dengan senyum menatap Lavender


"Kesetiaan ku? maksud kakek?"


"Kamu selama ini hidup kesulitan bersama bibi mu, tapi kamu tetap memilih tinggal bersamanya dan ingin membantunya, padahal kau bisa saja tinggal di rumah kakek dan tidak perlu bersusah payah untuk bekerja, jika kau mau kau bisa menikmati hidup mewah, tapi kau tidak mau dan memilih membantu bibi mu, ini namanya kesetiaan karena kau tidak takut hidup susah dan tidak serakah pada kemewahan" jelas Lion


"Bibi sudah seperti papa dan mama ku, jadi aku ingin menjaganya dan aku juga ingin menjaga kakek" jawab Lavender tertawa kecil


Di saat mereka berada di pantai tanpa mereka sadari Kaneshiro sedang mengamati mereka dari kejauhan, di saat itu Kaneshiro sedang duduk di dalam mobil sambil mengarahkan senjatanya ke arah Lion, dengan ingin mencari sasaran tepat di kepala Lion


Lion dan Lavender bercanda ria di pantai sana dan hanya di temani oleh Bieber dan Kelvin


"Singa tua, lihat saja sebentar lagi apa kamu masih bisa tertawa dengan gembira" gumam Kaneshiro yang sedang mengarahkan senjatanya untuk melepaskan tembakannya


"Kakek..kakek...mari bermain air bersama ku" teriak Lavender yang masuk ke dalam air yang tidak jauh jaraknya dari pantai


"Hahahahaha..main lah sesuka hati mu, kakek akan melihat dari sini" jawab Lion dengan tertawa senang


"Merliza, Robert, lihatlah putri mu ini sangat ceria sifatnya, walau dia hidup bersama dengan bibinya akan tetapi sifatnya masih sangat mirip dengan kita" batin Lion


Dor...


Bunyi tembakan dari Kaneshiro mengenai tepat pada kepala Lion


Lion yang tadinya tersenyum melihat cucunya yang sedang bermain air menjadi terdiam menatap ke arah Lavender dengan mata berkaca kaca karena merasakan peluru yang menembus ke kepalanya, sesaat kemudian Lion pun memejamkan matanya


Lavender yang melihat dengan mata sendiri kakeknya tertembak di hadapannya membuat dirinya terdiam dan membulatkan besar matanya


"Ketuaaa" teriak Bieber dan Kelvin yang menguncang tubuh Lion yang tidak sadarkan diri


Tidak lama kemudian mereka di serang oleh puluhan anggota Kaneshiro


Bab selanjutnya

__ADS_1


Lavender histeris dan berubah menjadi kejam


__ADS_2