
Kediaman Kurashi
"Tuan, kematian mereka membuat George Hamilton marah besar, tentu ini baginya adalah satu tantangan" ujar Jusimo
"Benar, ini hanya awal permainan, tapi selain itu aku ingin fokus dulu mencari gadis kecil itu" jawab Kurashi yang sambil melihat selembar foto di tangannya
"Tapi Tuan, ini sudah lama.apa mungkin...masih ada harapan?"
"Yang ku inginkan pasti akan ku dapatkan, aku datang untuk menagih janjinya padanya " jelas Kurashi
"Keluarlah, aku ingin bersendirian"
"Baik Tuan" jawab Jusimo dengan melangkah keluar dari ruangnya nya
"Gadis kecil ku, 10 tahun yang lalu kau sembunyikan nama mu, kau mengatakan jika kita bertemu lagi maka kau akan beritahu nama mu, jika saja aku menemukan mu maka aku ingin menagih janji mu, kau berjanji akan menikah dengan ku, aku berharap kau masih ingat nama ku di saat itu adalah Sijero " batin Kurashi yang melihat foto anak gadis kecil yang di tangannya itu
Toko Summy
Hachiuk....hachiuk....hachiuk....hachiuk..
"Woii....siapa yang mengatain ku di sanaaaa? sudah puluhan kali aku bersin teruuss...ha..chiukkk" teriak Lavender yang sedang menyikat baju dengan kasar karena sedang kesal
"Lavender, ada apa dengan mu? kenapa kau teriak-teriak?" tanya Summy yang emosi
"Bibi, dari tadi aku sudah bersin puluhan kali tidak tahu siapa yang mengatain ku" jawab Lavender yang masih sedang sikat baju
"Memang siapa yang mau mengatain mu? Gorila Hamil atau gorila mana?"
"Jangan sebut Gorila Hamil lagi, aku tidak mau bertemu dengannya"
"Kenapa? dia adalah calon mu, kau juga sudah berjanji akan menikah dengannya"
"Aku tidak berjanji apa pun pada nya" kata Lavender sambil menyikat baju tanpa berhenti
"Lavender, jangan bercanda, pernikahan adalah hal serius, jika sudah janji maka harus kau lakukan"
"Bibi, aku tidak berjanji pada nya dia yang memaksa ku, kalau soal janji aku hanya pernah janji pada seseorang"
"Pada siapa?"
"Tidak tahu, di saat aku masih kecil aku pernah berjanji menikah dengannya setelah aku sudah dewasa"
"Kenapa kau bisa asal berjanji sama orang yang tidak kau kenal?"
"Aku hanya bercanda, lagi pula aku juga tidak ingat lagi orangnya" jawab Lavender dengan santai
"Apa kau masih ingat namanya?"
"Sijerapah"
"Apa?"
"Sijerapah namanya"
"Memang kau akan menikah dengannya jika bertemu lagi?"
"Tidak, aku hanya bercanda saja, lagi pula aku tidak mau menikah sama siapa pun" jawab Lavender yang masih sibuk dengan tangannya
"Sudah! sudah! jangan menyikat lagi, pergi antar pesanan orang sana, nama dan alamat sudah ku catatkan, lihat di meja sana, jangan salah sebut nama orang"
__ADS_1
"Iya aku tahu" jawab Lavender yang berjalan ke arah meja dan mengambil selembar kertas yang tertulis alamat pembeli
"Ingat ya jangan salah sebut namanya" pesan Summy
"Bibi, Orang hutan ini kenapa tidak ada nomor handphonenya? jadi nanti bagaimana aku menghubunginya?" teriak Lavender
"Bukan orang hutan tapi Orance Hustan , kemarin dia sudah pernah pesan sama kita" jawab Summy dengan menahan emosi
"Iya aku pergi sekarang juga" jawab Lavender yang berjalan keluar dari tokonya
"Anak ini? Gorila Hamil, gorila jantan, gorila betina, orang hutan, kura- kura jepang dan sijerapah, seterusnya apa lagi" gumam Summy mengeleng-geleng kepalanya
Di saat Lavender sedang berjalan mengantar makanan handphone miliknya sedang berbunyi
"Siapa yang menghubungi ku?" gumam Lavender yang mengeluarkan handphonenya
"Kenapa dia menghubungi ku? biarkan saja tidak usah di jawab" gumam Lavender yang mematikan panggilannya
Kediaman Hamilton
"Dasar gadis ceroboh, berani sekali dia mematikan panggilan ku" gumam George dengan kesal
"Ketua, dia memang ada di kota ini, tapi tidak ada tindakan aneh" kata Patrick
"Apa memang mereka yang bunuh anggota kita? aku malah merasa dia kembali adalah untuk membalas dendam" kata George yang sambil melihat handphonenya
" Ketua, jadi apa rencana kita selanjutnya?"
"Biarkan saja dulu, untuk sekarang kita pasti dulu apa mereka pelakunya, suatu saat kami akan saling berhadapan" kata George yang bangkit dari tempat duduknya
"Ketua, kita mau kemana?"
"Ha? perhitungan?" ucap Patrick yang ikuti langkah Ketuanya
"Berani sekali dia matikan panggilan ku" gumam George yang menuju ke mobilnya
"Lalalalalala,..ha...chiuuk...huh..siapa yang mengatain ku lagi? gerutu Lavender yang baru selesai mengantar pesanan
Lavender yang sedang berjalan ingin pulang ke rumahnya tiba-tiba pundaknya di tahan oleh seseorang
"Hei.. siapa?" tanya Lavender yang di kagetkan dengan orang yang tiba-tiba muncul di belakangnya
"Berani sekali kau memutuskan panggilan ku" kata George dengan raut wajah yang tidak senang.
"Memangnya kenapa kau menghubungi ku?" tanya Lavender dengan kesal
"Kau adalah kekasih ku wajar jika aku mencari mu, jika aku tidak datang maka kau tidak akan mencari ku kan?"
"Aku sibuk, aku mau pulang dulu" kata Lavender yang ingin berjalan pulang meninggalkan George akan tetapi di tahan oleh pria itu
"Eh..jangan menarik ku" jeritan Lavender yang lengannya di tarik oleh George
"Temani aku, mari" ujar George yang menarik lengan Lavender dan masuk ke mobilnya
"Sebenar kamu ingin membawa ku kemana?" tanya Lavender yang duduk di samping George
"Temani aku makan siang dan makan malam, jangan coba membantah"
"Kenapa kau memaksa ku?"
__ADS_1
"Kata George Hamilton tidak ada yang boleh membantah" tegas George
"Kau sangat tidak masuk akal"
"Tadi kau kemana saja?"
"Antar pesanan"
"Ke tempat siapa? pria atau wanita?"
"Pria"
"Siapa dia?"
"Orang hutan"
"Orang hutan? Nona, orang hutan bisa pesan makanan?" tanya Patrick yang penasaran dengan sambil menyetir mobilnya
"Tidak perlu mendengar katanya, gadis bodoh ini tidak pernah tepat jika menyebut nama orang" jelas George
Kediaman Hamilton..
Setelah makan malam bersama George dan Lavender sedang duduk di ruang tamunya
"Tuan Gorila, apa sudah bisa bebaskan aku? sudah seharian aku di sini, nanti Bibi ku mengira aku nyasar lagi"
"Nanti aku mengantar mu pulang"
"Lagi pula kenapa membawa ku kerumah mu?"
"Apa salahnya kau berada di rumah ku? karena suatu saat kau akan tinggal di sini juga"
"Sudah ku bilang aku tidak mau menikah, jadi pada akhirnya diri mu hanya membuang waktu"
"Masih ada waktu setahun, taruhan kita selama setahun, bukan? lihat saja di saat itu kau pasti akan sudi menikah dengan ku" jawab George dengan senyum
"Kenapa kau menyukai ku?"
"Tidak tahu"
"Aku orang yang kasar"
"Aku juga kasar dan mafia"
"Aku sering nyasar"
"Jika kau nyasar aku bisa mencari mu sampai dapat"
"Aku tidak bisa memasak"
"Kau tidak perlu memasak, karena di rumah ku sudah ada koki"
"Aku juga bukan istri yang baik"
"Aku akan menjadi suami yang baik untuk mu"
"Tapi aku tidak punya perasaan terhadap diri mu"
"Tidak masalah, waktu kita masih panjang, jadi aku bisa membuat mu suka pada ku" jelas George yang mencium bibir Lavender
__ADS_1