
"Apa sudah bisa turunkan aku?" tanya Lavender yang di gendong George menuju ke tokonya
"Jika aku menurunkan mu maka kau pasti akan berlari ke tempat tadi lagi" ujar George
"Kenapa kau bisa muncul di sini?"
"Sebentar saja, besok aku pergi lagi" jawab George yang sambil berjalan
"Memang kenapa kau pulang jika urusan di sana belum selesai?"
"Untuk melihat mu gadis bodoh" batin George
"Tidak ada, hanya sekedar jalan-jalan" jawab George dengan menahan emosi
"Sudah turunkan aku" pinta Lavender
"Bibi, aku pulang" teriak Lavender yang masuk ke tokonya
"Lavender, apa kau tidak apa-apa?" tanya Summy
"Aku tidak apa-apa, Bi." jawab Lavender dengan santai
"Mana mungkin dia bisa ada apa-apa, justru mereka yang harus di rawat ke rumah sakit" ujar George yang masuk ke dalam toko
"George, kapan diri mu pulang?" tanya Summy dengan merasa senang
"Aku baru tiba sudah melihat jalan besar di simpang sana terjadi kemacetan total, dan setelah aku mendekat lagi-lagi gadis nakal ini yang menyebabkan kemacetan" jawab George sambil merangkul pundak Lavender
"Jangan menyalahkan ku, mereka menindas bibi dan menghancurkan kursi dan meja kami, jadi aku hanya membalasnya" jawab Lavender
"Ini bukan pertama kali diri mu melihatnya menghajar orang, sudah biasa, sudah biasa." ujar Summy
Di sisi lain Kaneshiro mendapat laporan mengenai 4 anggota utusannya mendapat pelajaran dari Lavender sehingga harus di bawa kerumah sakit
Prak
Hentakan meja di lakukan oleh Kaneshiro
"Tidak berguna, hanya seorang gadis mereka tidak mampu melawannya, apa gadis itu begitu hebat sehingga membuat mereka harus di angkut ke rumah sakit?" bentak Kaneshiro dengan kesal
"Tuan besar, saya dengar info gadis itu sangat nakal dengan sifatnya tidak akan melepaskan siapa pun yang menindasnya, dia hanyalah gadis biasa dan dia bukanlah ancaman bagi kita, saya rasa tuan muda hanya bermain dengannya" jelas Akira dengan sopan
"Bagus kalau dia hanya gadis biasa, jika saja dia dari mafia juga maka aku akan bertambah satu musuh" jawab Kaneshiro
"Tuan besar sangat kejam, terhadap gadis biasa saja ingin membuat perhitungan" batin Akira
Malam hari
Kediaman Hamilton
__ADS_1
"Kenapa kau membawa ku ke rumah mu?" tanya Lavender yang sedang duduk bersandar di sofa
"Pakai ini, jaga baik-baik hadiah dari ku" kata George yang mengenakan gelang ke tangan Lavender
"Gelang ini untuk apa?"
"Untuk agar kau bisa ingat dengan ku setiap saat, dan jangan memandang pria lain" ujar George dengan tegas
"Kau aneh sekali, setiap hari juga ada pria lalu lalang bagaimana aku tidak melihat mereka" jawab Lavender
"Gadis ceroboh, di saat aku tidak ada apa kau merindukan ku?"
"Tidak"
"Kau begitu tega terhadap ku, dan aku harus memberi hukuman untuk mu"
"Hukuman? memang apa salah ku harus di hukum oleh mu?"
"Kau ingin tahu? maka kau harus menuruti ku malam ini" ucap George dengan mengendong Lavender ke kamar tidurnya.
"Wooii...lepaskan aku, kemana kau ingin membawa ku" teriak Lavender yang di gendong oleh George
Setelah masuk ke kamar George menidurkan Lavender ke kasur empuknya dan menindih gadis itu
"Woii..tubuh mu berat jangan menindihkan ku" teriak Lavender yang berusaha mendorong George yang berada di atasnya
"Gorila Hamil, apa yang kau lakukan? ini namanya penculikan dan pencabulaaann" teriak Lavender yang sedang kesal karena tidak bisa bergerak
"Aku merindukan mu selama ini tapi kau malah santai saja, bukankah ini sangat keterlaluan? jadi kau harus membayarnya"
"Membayar dengan apa? jika dengan uang aku tidak ada, minta saja sama kakek ku"
"Aku tidak kekurangan uang, kau hanya perlu membayarnya dengan sebuah ciuman" jawab George dengan berisik di telinga Lavender
"A-apa? dasar mes*um cepat singkirkan tubuh mu" bentak Lavender yang berusaha ingin melepas diri. tapi apa daya tangannya di genggam dan tekan ke kasur oleh George
"Gadis ceroboh, aku mencintai mu" ucap George dengan mencium bibir Lavender dengan dalam dan tanpa berhenti
"Hah..lagi-lagi jantung ku berdebar-debar, apakah ini namanya aku juga mencintainya? batin Lavender
" Sudah cukup, bibir ku sudah kebaaas" teriak Lavender yang menoleh ke arah kiri
"Belum cukup, malam kita masih panjang" kata George dengan menahan wajah Lavender dan melanjutkan ciumannya
"Kenapa setiap dia mencium ku jantung ku berdebar dengan kencang? aku harus menguji jantung ku dulu" batin Lavender
Lavender mengelak ciuman George dengan menoleh ke arah kiri
"Woiii..apa kau sangat suka ciuman dengan wanita?" teriak Lavender
__ADS_1
"Kau wanita yang pertama ku cium" jawab George yang lagi-lagi ingin melanjutkan keinginannya akan tetapi Lavender mengelaknya
"Apa perasaan mu saat mencium ku?" tanya Lavender yang merasa penasaran
"Jantung ku berdebar-debar dan bahagia" jawab George dengan menatap dekat dengan tatapan mesra
"Jantung berdebar-debar dan rasa bahagia?" gumam Lavender yang penasaran
"Kenapa? apa kau sudah mulai jatuh cinta pada ku?" tanya George dengan mengoda
"Aku merasa penasaran"
"Penasaran tentang apa?"
"Aku ingin mencobanya" ucap Lavender yang melingkarkan tangannya ke leher George dan menariknya serta mencium bibir pria itu dengan tanpa berhenti
"Aku sudah jatuh cinta padanya, oleh karena itu setiap menyentuh bibirnya jantung ku berdebar-debar" batin Lavender
Setelah berciuman sesaat George berteriak karena ulah gadis itu
"Aarggtthhht, kenapa kau mengigit ku?" teriak George yang bibirnya terluka oleh gigitan Lavender
"Siapa suruh kau tidak mau melepaskan ku, aku sudah rugi banyak" jawab Lavender
"Berani sekali kau mengigit ku, lihat saja bagaimana aku beri pelajaran pada mu malam ini" kata George dengan mencium leh*r kiri kanan Lavender dengan liar
"Wooiii..jangan... cepat lepaskan aku" teriak Lavender yang di tindih oleh Geoger
"Aaargggttt, kenapa suka sekali mengigit" teriak George yang kena gigit di bagian pundaknya
"Kau tidak ingin melepaskan ku maka aku akan mengigit mu" teriak Lavender yang lagi-lagi mengigit bibir George
"Kau gila ya" bentak George yang melepaskan gigitan gadis itu
"Aku belum puas mengigit mu," teriak Lavender yang kembali mengigit bibir pria itu lagi
George yang di gigit gadis itu dengan sengaja memasukkan tangannya ke dalam baju Lavender
"Keluarkan tangan muuuu" teriak Lavender yang melepaskan gigitannya
"Tidak, malam ini aku ingin kau memberikan diri mu pada ku" kata George dengan sengaja mengoda
"Coba saja kalau berani menyentuh ku" teriak Lavender yang membalikkan posisi tubuhnya dengan George, sehingga dirinya berada di atas tubuh pria itu
"Apa kau begitu tidak sabar ingin melakukannya dengan ku?"goda George
"Dasar mesummm" teriak Lavender yang mengigit telinga George
"Lavendeeeeeerrr" teriakan George yang kesakitan
__ADS_1