
Demi menyelamatkan diri Bruce berusaha melarikan diri sejauh mungkin, dirinya berlari ke arah lorongan di sebuah perumahan dan bersembunyi balik tembok di sekitar sana, karena kelelahan Bruce pun terduduk di lantai sambil mengambil nafas panjang
"Dasar pria gila, apa dia jatuh cinta pada ku ya sehingga mengejarku dari ujung ke ujung, dasar Kaneshiro menyesal aku dulu menjadi kaki tangan mu" ketus Bruce yang sedang bersembunyi
Pria itu mengejarnya sehingga jaraknya tidak jauh dari Bruce, dia berjalan masuk ke lorongan itu karena mencurigai jika Bruce sedang bersembunyi di balik tembok tersebut
Pria itu sambil melangkah pelan dan menodong senjata ke arah tembok pojokan sana
"Dasar pria cacing, dia menuju kemari, dia bersenjata bagaimana caranya aku harus berlawan dengannya? tanpa kumpulan aku bisa mati kapan pun, kelihatannya aku harus menawarkan diri ku masuk ke kumpulan Lion, mudah-mudahan aku bisa lolos dari pria brengsek ni, dan menawarkan diri bergabung ke Lion" batin Bruce
"Hufff...kenapa bisa begitu bodoh ya? aku memiliki pistol seharusnya aku mengunakannya, kenapa aku selalu lupa kalau aku ada pistol di baju ku" batin Bruce
Bruce mencari kesempatan untuk melepaskan tembakan ke arah pria itu
"Bagus aku mencobanya dari pada aku menunggu dia melepaskan tembakan" batin Bruce
Bruce lalu keluar dan langsung menembak ke arah pria itu yang sedang menuju ke arahnya
Dor...dor....dor...dor...
4 tembakan di lakukan oleh Bruce berhasil menembus ke jantung pria itu, sesaat kemudian pria itu langsung tumbang tidak bernyawa
"Kalau tahu begitu mudah maunya dari tadi aku lepaskan tembakan saja, untuk apa aku berlari sejauh ini, untung saja makanan yang bibi pesan tidak tumpah" oceh Bruce dengan kesal
"Gorila hamil...gorila hamil..gorila hamil...lalalalalalalal..." nyanyian Bruce yang sambil berjalan keluar dari lorongan itu
"Kenapa aku malah menyanyikan lagu ini? hufff..." gumam Bruce
Rumah sakit
Lavender yang di temani oleh George berjalan keluar dari kamarnya dengan niat ingin melihat kakeknya, tiba-tiba rumah sakit heboh dengan dokter dan para suster yang sedang berlarian
"Ada apa dengan mereka? bukankah itu dokter yang menangani kakek ku?" tanya Lavender yang melihat ke arah mereka yang sedang berlari
"Mari kita ke sana" ajak George dengan memegang tangan Lavender dan berjalan ke arah kamar kakeknya
"Nona, ketua" panggil Kelvin dan Patrick yang menghampirinya
"Paman, apa yang terjadi?" tanya Lavender dengan merasa cemas
__ADS_1
"Nona, tiba-tiba saja detak jantung ketua berhenti" jawab Kelvin
Mendengar jawaban Kelvin membuat Lavender histeris dan berlari tanpa menghiraukan lukanya
"Kakek" teriak Lavender melangkah cepat masuk ke kamar kakeknya
"Lavender" ucap George yang mengikuti langkahnya
Di saat Lavender masuk ke kamar itu dia melihat para dokter dan suster berusaha mengunakan alat untuk menyelamatkan kakeknya yang sudah berhenti bernafas
"Kakek, sadar cepat sadar jangan pergi, aku adalah Lavebder cucu mu aku tidak mau mengantikan mu sebagai ketua, karena posisi itu hanya milik mu, cepat sadar jika tidak mau semuanya akan hancur" batin Lavender
Tangisan Lavender pecah saat melihat para dokter sedang berusaha menyelamatkan kakeknya yang tidak berdaya itu
"Nona, Tuan, Anda keluar dulu" pinta suster dengan menghampiri mereka berdua
Lavender dan George pun keluar dari kamar Lion dan menunggu di luar
"George, apa dokter lain tidak ada lagi? cari dokter yang terbaik" ucap Lavender dengan histeris
"Patrick, apakah dokter Lucas belum datang?" tanya George yang melihat ke arahnya
"George, apa kau sudah mendapatkan dokternya?"tanya Lavender
"Benar, aku sudah berkonsultasi dengan dokter Lucas dan menceritakan semua kondisi kakek kepadanya, jika tidak mengeluarkan peluru itu maka nyawa kakek akan lebih bahaya, ternyata apa yang dia katakan memang benar, dan aku berharap Lucas bisa menyembuhkan kakek, dia adalah dokter spesialis otak yang sudah berpengalaman" jawab George
"Apakah dokter sini sudah tahu jika yang menjalankan operasi adalah dokter lain?"
"Lucas adalah kenalan dari dokter yang menangani kakek juga, mereka akan bekerjasama untuk menjalankan operasi ini, karena ini sangat penting maka para dokter akan sama-sama melakukannya" jelas Lavender
Setelah beberapa saat kemudian
"Dokter, bagaimana dengan kakek ku?" tanya Lavender dengan merasa cemas
"Pasien sudah melewati masa kritis, hanya saja jika bisa kita harus segera melakukan operasi" jelas Dokter
"Dokter, dokter Lucas akan datang sebentar lagi" jawab George
"Baguslah, kalau begitu kita akan melakukan persiapan menjelang kedatangannya" ucap dokter
__ADS_1
"Suster siapkan semua peralatannya" perintah dokter dengan melihat ke arah para suster
"Baik Dokter" jawab serentak mereka
"Jangan khawatir, operasi kali ini pasti lancar" ujar Goerge
"Aku sangat berharap semua ini cepat berlalu" ucap Lavender dengan melihat kakeknya lewat kaca itu, sedangkan George berdiri di belakangnya
Tidak lama kemudian dokter Lucas mendatangi rumah sakit
"Ketua, dokter Lucas sudah datang" kata Patrick yang melihat ke arah dokter itu
"Dokter Lucas, terima kasih sudah datang, saya serahkan semuanya pada Anda" ucap George sambil bersalaman dengan dokter itu
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin" jawab Lucas dengan penuh yakin
"Terima kasih" ucap Lavender
"Operasi kali harus di jalankan dengan hati-hati, dan tentunya pasien juga butuh doa dari pihak keluarganya" kata Lucas
"Kami akan berdoa untuk kakek kami, terima kasih" ucap George
Selama dokter menjalankan operasinya Lavender, George, Kelvin beserta Patrick dan Rocky menunggu di luar ruang operasi itu, terdapat beberapa anggota Lion yang juga sedang berjaga di sana
"Rocky, selama operasi belum berakhir kalian harus perhatikan semua orang yang keluar masuk di sini, aku tidak mau terjadi apa-apa di saat operasi sedang berlangsung" perintah George
"Baik Ketua, semua anggota kita berjaga di luar dan awasi setiap orang yang keluar masuk" jawab Rocky
"Bagus kalau begitu, dan tetap waspada pada sekeliling sini" ujar George
"Baik Ketua" jawab serentak Patrick dan Rocky
"Ketua Hamilton, anggota Lion sedang mengawasi setiap sudut di rumah sakit ini, agar tidak ada yang kita lewatkan, jika ada yang mencurigakan maka mereka akan langsung mengambil tindakan" ujar Kelvin
"Dua kumpulan bergabung seharusya si tua itu tidak berani main ulah, aku sudah tidak sabar ingin membunuhnya" ujar George
"Setelah kakek sadar aku ingin mengikuti mu ke sana, aku tidak akan tinggal diam karena dia sudah melukai kakek ku, dan aku ingin juga menembak kepalanya" kata Lavender dengan kesal dan merasa cemas
"Lavender, kita pasti ada kesempatan itu, aku akan membantu mu membalas dendam" ucap George memeluk Lavender
__ADS_1