Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
masa lalu George


__ADS_3

"Kenapa tidak perlu, Bi?"tanya Lavender


"Karena dulu di saat kau buat roti semuanya tidak punya rasa, dan selain itu sebagian roti yang kau buat juga tidak ada berbentuk " jawab Summy


"Bibi, aku mau belajar lagi, kalau aku tidak mengantar pesanan aku merasa bosan"


"Sudah jaga toko sana, jangan menganggu Bibi mu sedang masak"


"Bibi, aku mau belajar buat roti"


"Tidak"


"Bibi"


"Tidak bisa, apa pun yang kau pelajari tidak pernah bisa"


"Bibi, jahat" gerutu Lavender


"Keluar sana jangan menganggu ku"


"Iyaaa"


"Bosan sekali jaga toko hanya duduk kalau tidak berdiri dan lihat orang, bagus aku duduk di depan saja" gumam Lavender yang keluar duduk di depan tokonya


"Gadis ceroboh" suara panggilan George yang baru tiba di pasar sana


"Gorila Hamil, kenapa kau ada di sini?" tanya Lavender yang menoleh ke arah George yang menghampirinya


"Apa kau sudah lupa? semalam aku mengatakan jika aku ingin datang mencari mu" jawab George dengan senyum


"Lalu untuk apa kau mencari ku?"


"Kenapa kau duduk di sini? bukannya biasa mengantar pesanan?"


"Anggota kakek ku yang mengantarnya jadi aku tidak perlu antar lagi." jawab Lavender dengan raut tidak senang


"Itu bagus! karena kau tidak perlu susah payah"


"Apanya yang bagus? aku malah merasa bosan" jawab Lavender yang merasa bosan


"George" suara panggilan Summy yang tiba-tiba muncul dari dalam toko


"Bibi" balas sapaan George dengan sopan


"George, masuklah dulu, Lavender kenapa kau tidak mengundang George masuk ke dalam?"

__ADS_1


"Bibi, pintunya sudah terbuka jadi aku tidak perlu lagi mengundangnya" jawab Lavender dengan cuek


"Dasar anak ini mana ada orang yang mengabaikan tunangannya" kata Summy


"Bibi, aku ingin membawanya keluar hari ini" ujar George dengan sopan


"Bawa saja, silahkan di bawa kemana pun tidak apa-apa" jawab Summy dengan senang hati


"Bibi, tapi aku harus jaga toko" kata Lavender


"George mengajak mu keluar maka pergilah" ujar Summy


"Kalau begitu kami pergi dulu" kata George yang pamitan dengan Summy dan memegang tangan Lavender


"Kita mau kemana ya?" tanya Lavender yang ikuti langkah George


"Ke suatu tempat" jawab George sambil berjalan memegang tangan Lavender


Setelah setengah jam kemudian


"Panti asuhan? kenapa membawa ku ke sini?" tanya Lavender yang baru turun dari mobil


"Aku ingin kau menemani ku" jawab George yang juga keluar dari mobil


George dan Patrick mengambil barang-barang keperluan anak-anak di bagian belakang mobilnya.


"Kelihatannya kau suka membelikan barang-barang untuk anak-anak sini" ujar Lavender


"Iya, aku berharap hidup mereka bisa lebih baik, karena aku tidak ingin mereka seperti diri ku yang tidak memiliki apa pun di saat aku masih kecil"


"Apa kau sering datang ke panti asuhan? ini bukan yang kemarin yang kita datang itu" tanya Lavender yang sedang melihat ke arah anak-anak yang menerima hadiah yang di berikan oleh Patrick. sementara George dan Lavender sedang duduk di kursi yang ada di halaman itu.


"Iya, aku suka mendengar suara tawa anak-anak, mereka sangat kasihan karena tidak memiliki orang tua, bahkan mereka tidak pernah melihat siapa orang tua mereka" jawab George sambil melihat ke anak-anak itu tersebut


"Kenapa kau sepertinya ada kenangan di sini?" tanya Lavender yang sedang duduk di samping George


"Kau benar! di saat aku masih kecil aku di sini, aku di tinggalkan orang tua ku di saat usia ku 5 tahun dan aku tinggal di sini selama 5 tahun" jawab George yang mengingat masa lalunya


"Apa kamu tidak mengetahui siapa orang tua mu?"


"Tidak, aku tidak ada bayangan tentangnya, dan jika bertemu semula aku ingin bertanya padanya kenapa meninggalkan ku di saat itu"


"Lalu kenapa kau bisa jadi ketua Black White?"


"Di saat usia ku usia 10 tahun aku di adop oleh ayah angkat ku, dia adalah ketua Black White. dia tidak memiliki anak dan mengadopsi beberapa anak angkat agar bisa memilih salah satu dari kami untuk menjadi penerusnya" jelas George

__ADS_1


"Lalu di mana ayah angkat mu?"


"Sudah meninggal karena di bunuh oleh musuhnya" jawab George yang merasa sedih


"Apa kau sudah balas dendam?"


"Sudah! kami langsung membalas dendam di saat ayah angkat ku meninggal, ayah angkat ku meninggal karena tusukan dan hanya bisa sempat ucap beberapa kata dan kemudian meninggalkan kami" kata George dengan mata yang berkaca-kaca


"Ayah angkat mu apa sudah lama meninggal?"


"Sudah 10 tahun, aku bersamanya selama 10 tahun, kenangan selama 10 tahun sangat berharga bagi ku," jawab George dengan menatap Lavender


"Kau merindukannya?"


"Tentu, dia adalah satu-satunya ahli keluarga ku, dia bahkan lebih baik dari orang tua ku yang meninggalkan ku di panti asuhan, selama 5 tahun aku di sini aku kesepian, aku selalu berharap suatu saat orang tua ku akan menjemput ku, tapi ternyata dia tidak pernah muncul sama sekali"


"Apa kau membencinya?"


"Iya, dia membuang ku oleh karena itu aku sangat membencinya, rasa sakit masih kurasakan sampai sekarang, di khianati dan di buang rasanya sangat menyakitkan"


"Mungkin saja orang tua mu ada alasan tertentu karena meninggalkan mu di sini, kau bisa saja mencarinya lagi, bisa jadi suatu saat kalian akan bertemu dan di saat itu kau bisa bertanya pada nya"


"Aku tidak pernah memikirkan untuk mencarinya lagi, dia sudah membuang ku dan di saat aku butuh ayah angkat ku yang memberi ku kehangatan. walau aku harus hidup keras di dunia mafia tapi aku mendapatkan kasih sayang darinya, Patrick, Rocky dan aku adalah anak angkat dari ayah ku, kami bisa di katakan saudara" kata George sambil memandang ke arah anak-anak yang sedang bergembira


"Apakah ini tandanya kau akan menjadi ketua mafia selamanya?"


"Benar, di saat aku menginjak ke keluarga Hamilton maka selamanya aku adalah bagian Black White"


"Apakah itu nama keluarga ayah angkat mu?"


"Iya, dia yang memberi ku nama dan kehidupan jika tidak mungkin saja aku tidak memiliki apa pun"


"Lavender, apa kau bisa berjanji satu hal dengan ku?"


"Janji apa?"


"Jangan pergi dari ku walau apa pun yang terjadi" jawab George dengan menoleh ke arah Lavender yang duduk di sampingnya


"Kenapa harus aku yang kamu pilih? kau tahu aku bodoh, selain menyasar dan membuat orang marah aku tidak bisa apa-apa lagi"


"Karena diri mu tidak bisa berkata bohong, walau diri mu sangat ceroboh tapi hati mu baik" jawab George dengan senyum


"Apa kau tidak menyesal? dan aku masih belum memiliki perasaan apa pun terhadap mu"


"Aku akan memberi mu waktu, tapi kau tetap harus di sisi ku" kata George dengan senyum dan memeluk Lavender

__ADS_1


"Aku berharap kau tidak akan seperti orang tua ku yang pergi meninggalkan ku, jika kau melakukannya maka aku akan sangat kecewa" batin George


"Kenapa perasaan ku tiba-tiba aneh ya?" batin Lavender


__ADS_2