
"Sebanyak 180 anggota ku pergi sia-sia tidak ada satu pun yang tersisa, ini tujuan George Hamilton ke California untuk menentang ku" bentak Jericho dengan kesal
"Bos, bagaimana jika kita bakar gudang tempat penyimpanan mereka sebagai balasan?" ujar anggota yang bernama Wilson
"Bakar gudangnya? bukankah gudangnya itu ada yang mengawasi?"
"Ada, tapi kita bisa mengunakan cara kita untuk melakukannya, gudangnya itu adalah tempat penyimpanan beras untuk para anggotanya, setiap bulan mereka masuk beras dengan jumlah yang tidak sedikit, jika kita bisa membakarnya ini akan menghabiskan ratusan juta hingga miliyaran, dan aku yakin George Hamilton pasti akan marah besar"
"Lakukan dengan hati-hati jangan sampai ada yang tahu"
"Baik Bos" jawab Wilson dengan menurut
"Bos" teriak salah satu anggota Jericho yang masih di luar
"Bos" teriaknya lagi yang berlari ke dalam markas
"Ada apa ?" tanya Jericho yang duduk di kursi ketuanya
"Ro-rossi di bunuh" kata anggotanya dengan terbata
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Wilson dengan penasaran
"Mereka melempar jasad Rossi ke depan markas kita, dengan kondisi yang mengenaskan" jawab anggota itu
"Brengs*k, George Hamilton memang sengaja ingin beri aku peringatan" bentak Jericho dengan emosi
"Bagaimana dengan kondisi Rossi?" tanya Wilson
"Kepalanya di tembak, dan bagian tubuh lainnya terkena beberapa peluru sehingga seluruh tubuhnya mengeluarkan darah" jawab anggota itu dengan gemetaran
"Makamkan dia secara layak" perintah Wilson
"Siap"
__ADS_1
"Aku terlalu menganggap remeh selama ini, jika saja sebelum kedatangan George aku langsung menguasai wilayahnya mungkin situasi akan berbeda" ujar Jericho
"Bos, mereka menyusun taktik dengan bagus, wilayah mereka hanya di jaga oleh beberapa anggota, di saat mereka di serang Steven memimpin sekitar 80 anggota untuk pembalasan setelah Rossi melakukan penyerangan maka Tony juga datang dengan 100 anggotanya melakukan pengepungan terhadap Rossi dan lainnya, ini semua pasti bagian dari triknya" jelas Wilson
"Baiklah, 180 anggota mati sia-sia, kita akan membalas dengan cara lain, selama ini bukankah markas mereka selalu berbisnis dengan orang luar dan masuk barang dari luar negeri, jika begitu maka kita gagalkan saja bisnisnya, seberapa banyak pun harta George Hamilton jika bisnisnya selalu kita gagalkan maka dia akan mengalami kerugian yang banyak, aku penasaran apakah di saat itu dia masih bisa kokoh seperti sekarang" ucap Jericho dengan rasa dendam
"Akan ku perintah kan anggota untuk mengawasi pelabuhannya, dia sering masuk barang lewat kapalnya, setiap datang kapalnya penuh dengan muatannya, jika kita serang jantungnya aku yakin cepat atau lambat George pasti akan kalah" kata Wilson yang berniat meledakkan kapal milik musuhnya itu
"Bagus sekali, jika dia menderita maka ini adalah kebahagiaan ku" sebut Jericho dengan senyum sinis
Markas Black White
"Ketua, kali ini sangat lancar, aku yakin mereka pasti akan marah besar, dan aku penasaran apakah mereka akan mengunakan cara yang sama untuk menyerang kita lagi?" ujar Shances yang sedang duduk bersama George dan lainnya di ruang markas itu
"Dari pemahaman ku tentang Jericho seharusnya dia tidak akan bertindak dalam waktu dekat ini, karena anggotanya telah di kalahkan oleh kita, hanya saja bukan berarti dia diam saja" ujar George
"Menurut Ketua apa lagi rencana seterusnya?" tanya Patrick yang sedang duduk berhadapan dengan ketuanya itu
"Tidak tahu, yang penting kita awasi ketat semua wilayah kita, selain itu kerahkan lebih banyak anggota untuk mengawasi gudang beras kita dan pelabuhan, aku mencurigai jika dia bisa menyerang semua yang ada hubungan dengan ku" sebut George yang sudah memahami sifat musuhnya itu
"Kali ini adalah kekalahan terburuk baginya, tentu saja dia akan marah besar dan memikirkan cara untuk balas dendam" lanjut Steven
"Tentu saja, dengan sifatnya yang begitu mau menang sendiri mana mungkin dia bisa diam, aku sangat ingin membunuhnya" kata Tony yang merasa kesal
"Jika kita membunuhnya maka akan terjadi pertarungan besar-besaran, jumlah anggotanya juga tidak sedikit jika dua kumpulan ini melakukan penyerangan maka akan melibatkan banyak nyawa" sebut Shances
"Dan kita hanya bisa membunuh dengan secara diam" sambung Patrick
"Secara diam?" tanya serentak Tony, Shances dan Steven
"Membunuh secara ansur para anggotanya dengan senyap, tanpa mengorbankan anggota kita" terang Patrick yang melihat ke arah mereka bertiga
"Bagaimana caranya?" tanya Steven
__ADS_1
"Bunuh dengan santai tanpa menunjukan wajah kita, agar lawan tidak mengetahui jika ini bagian dari rencana kita, buatlah kematian mereka seakan-akan tidak ada hubungan dengan kita" jelas George
"Benar juga, ini cara yang bagus, beri pelajaran padanya tanpa harus menunjukan identitas agar lawan tidak tahu siapa dalang utamanya" kata Tony dengan senyum
"Mulai selidiki setiap aktivitas mereka dan di mana saja anggotanya berada, setelah itu kita bisa mulai dengan rencana kita" kata Patrick yang melihat ke arah George
George bangkit dari tempat duduknya dengan tegas mengatakan:
"Selidiki secara diam-diam, walau hari ini kita menang bukan berarti kita sudah terbebas dari masalah, musuh kita adalah kumpulan besar, ingin membalas maka lakukan dengan secara rahasia, agar tidak mengorbankan nyawa anggota kita" kata George dengan melihat ke arah mereka bertiga
"Siap Ketua, akan kami lakukan sekarang juga" jawab serentak Tony, Steven dan Shances yang bangkit dari tempat duduk mereka
Sesaat kemudian mereka bertiga meninggalkan markas dan melakukan tugas yang di perintah oleh ketua mereka.
"Ketua, kenapa sepertinya adalah masalah lain?" tanya Patrick yang melihat raut wajah tidak senang ketuanya itu
"Aku hanya memikirkan masalah ini akan berlarut panjang, kelihatannya aku akan tinggal lama di sini" kata George dengan tidak merasa senang
"Bukankah ini sudah biasa jika kita tinggal lama di sini, terakhir kali kita tinggal di sini juga hampir selama setahun"
"Tapi kali ini hati ku tidak tenang"
"Mengenai apa?"
"Jika dulu tinggal di mana pun tidak masalah bagi ku, tapi kali ini aku merasa khawatir"
"Ketua, khawatir dengan rencana Jericho?"
"Tidak, aku sama sekali tidak khawatir apa rencannya, aku hanya ingin segera kembali ke kota S"
"Ke kota S?"
"*jika aku lama tinggal di sini, ini berarti aku tidak bisa melihat gadis ceroboh itu, sepertinya aku tidak biasa jika tidak melihatnya, di saat aku tidak ada di sisinya aku berharap dia tidak akan tersentuh oleh rayuan Kurashi" batin George yang sedang memikirkan Lavender
__ADS_1
"Sepertinya Ketua sedang merindukan Nona Lavender, oleh karena itu dia merasa tidak nyaman di sini, iya juga tidak tahu apakah Kurashi itu akan mendekati Nona Lavender di saat Ketua tidak berada di sana" batin Patrick*