
California
Shances dan Tony beserta Steven menyiapkan bom waktu untuk rencana mereka yang ingin menghancurkan club milik Jericho
Mereka berbagi tugas dan menjadi 4 kelompok dengan masing-masing membawa bom tersebut
Kelompok Shances menuju ke salah satu club milik Jericho, 8 anggota George dengan berpenampilan biasa seperti yang lainnya dan berpura-pura berjalan masuk ke club tersebut.
Setelah memasuki club itu mereka pun berpencar, ada yang menaiki lantai 2 dan ada juga yang duduk dengan santai dengan tangannya menaroh bom waktu di bawah kursi sambil mendengar musik disco yang di penuhi para remaja yang sedang menari.
8 anggota tersebut memasang bom di setiap sudut dan lantai 2. setelah semua menyelesaikan tugas mereka maka Shances pun dengan sengaja melepaskan tembakan ke arah lampu yang berkedip-kedip itu
Dor...dor...
2 tembakan menghancurkan lampu club malam itu, sehingga membuat semua yang ada di sana berteriak dengan histeris karena ketakutan dan berhamburan berlari keluar dari club tersebut.
"Aarrgghhtt" teriakan semua orang yang berada di dalam club sambil berlari dengan berdesakan
Setelah tidak lama kemudian terjadilah ledakan di dalam club itu
Duar...duar...duar...duar...duar
Ledakan bom menghancurkan club itu
Bom yang di gunakan oleh mereka adalah bom yang berkekuatan sedang untuk menghancurkan club itu sehingga hancur berkeping-keping. terdapat beberapa buah bom yang mereka pasangkan hampir di setiap sisi
Begitu juga terjadinya di club lain milik Jericho, di malam itu anggota George berhasil menghancurkan 4 club tersebut
Markas Jericho
"Bos, bos, masalah besar telah terjadi" teriak anggotanya yang berlari dengan cepat menuju ke dalam ruangan markas
"Apa yang terjadi?" tanya Jericho
"Bos, 4 club kita telah hancur, tiba-tiba saja terjadi ledakan di saat yang sama" jelas anggotanya itu
"Apaaaa? 4 club milik ku di hancurkan dalam satu malam?" bentak Jericho yang marah besar
"Apa ada orang yang mencurigakan?" tanya Wilson
"Tidak ada yang memerhatikannya, setiap malam banyak yang keluar masuk di club kita" jawab Anggota itu
"Cari sampai dapat pelakunya. Wilson, suruh seluruh anggota kita keluar berpencar mencari mereka yang mencurigakan" perintah Jericho dengan emosi tinggi
"Siap Bos" jawab Wilson dengan cepat dan pergi meninggalkan markas
Prak..
Hentakan meja yang di lakukan oleh Jericho yang sedang emosi
"Sialan! aku harus menanggung berapa banyak kerugian, semua club milik ku hancur dalam beberapa menit, jangan sampai aku mendapatkan pelakunya jika tidak maka akan ku buat dia menderita selamanya" gumam Jericho dengan kebencian yang mendalam
Markas Black White
__ADS_1
"Hahahahahh" suara ketawa mereka yang berada di dalam markas
"Sangat menyenangkan, hanya hitungan detik semua club miliknya hancur berkeping-keping" ucap Tony dengan ketawa senang
"Aku tidak bisa bayangkan kemarahannya lagi, aku benar-benar ingin melihatnya" kata Shances dengan ketawa gembira
"Aku yakin jika saja dia mampu dia pasti ingin membongkar semua kota ini" lanjut Steven dengan senyum
"Kalian sangat cepat, sehingga mereka tidak bisa menangkap kalian" ujar Patrick
"Kami berpura-pura mendatangi club itu dan berpencar jadi mana mungkin ada yang curiga" jelas Shances
"Kerja yang bagus, malam ini mari kita sama-sama merayakan rencana kita yang berhasil" ucap George yang ingin bersulang dengan mereka
"Mari kita bersulang untuk kehancuran club Jericho malam ini" ucap Tony
"Dan untuk kemarahannya" lanjut Steven
"Serta untuk kerugiannya malam ini" sambung Shances
Mereka bersenang-senang atas rencana mereka yang telah berhasil dan menikmati wine di malam itu
Keesokan harinya
Pasar keramaian
"Dasar! kenapa aku malah merasa kesal di saat bibi ku mengatakan jika Gorila Hamil memiliki wanita lain dia sana? memang apa urusannya dengan ku kenapa aku harus merasa tidak nyaman? dia bukan siapa-siapa ku kenapa aku harus peduli" batin Lavender yang merasa kesal
Prak..prak..prak..
Bunyi potongan yang di lakukan oleh Lavender yang sambil mengomel tanpa berhenti
"Kalau mau cari wanita lain pergi saja, aku juga tidak butuh pria seperti itu, masih banyak pria tampan lainnya" gumam Lavender yang sambil memotong-motong daging ayam tanpa berhenti
Prak...prak...prak..
"Jangan muncul di depan aku lagi jika kau sudah ada wanita lain di sana, jika tidak maka nasib mu akan seperti ayam ini" gumam Lavender tanpa berhenti yang sambil mencincang ayam itu sehingga hancur berkecai
"Lavender, keluar sebentar" suara panggilan Summy yang di depan toko
"Iya Bi" jawab Lavender yang keluar dari dapur
"Lavender, antar ini dulu ke alamat ini" suruh Summy yang menyerahkan bingkisan makanan dan kertas yang tercantum alamat tersebut
"Iya Bi"
"Ayamnya sudah kamu potong?"
"Sudah semua Bi, aku pergi dulu" jawab Lavender dengan santai
"Di saat Lavender keluar Summy pun masuk ke dapur dan tidak lama kemudian Summy berteriak dengan nada tinggi selangit
"Lavendeeeeeeerrrrr" teriak Summy dengan emosi tinggi yang menembus ke satu jalan sana
__ADS_1
"Bibi, kenapa panggil aku lagi?" teriak Lavender yang masuk kembali ke tokonya dengan kesal
"Apa yang kau lakukan dengan ayam ini, Lavendeeeeeeer?" teriak Summy dengan geram yang ingin menelan keponakannya itu dengan hidup-hidup
"Ada apa Bi? kan sudah aku memotongnya kenapa berteriak lagii?" tanya Lavender dengan kesal
"Ini namanya memotong? dari kepala dan dagingnya semuanya hancur, bahkan kakinya saja juga tidak menampakan jarinya lagi, suruh kau memotong kau malah menghancurkannya" teriak Summy yang sangking kesalnya
"Maaf Bi" ucap Lavender sambil mengaruk kepala
"Lavender, apa kau punya dendam sama ayam ini sehingga kau menghancurkan seluruh tubuhnya? bagaimana caranya aku memasaknya jika sudah hancur begini?"
"Ini semua salah si Gorila Hamil" jawab Lavender yang tidak mau ngaku salah
"Ke-kenapa salah dia? yang memotong itu adalah kamu"
"Jika bukan karena aku marah padanya mana mungkin ayamnya hancur" jawab Lavender dengan santai
"Gadis bodoh, kau marah padanya kenapa ayam ini yang kau hancurkan? lagi pula kenapa kau marah dengannya? George kan tidak berada di sini"
"Bibi, aku tidak sengaja, di saat aku marah padanya aku melihat wajahnya di tubuh ayam ini makanya tanpa ku sadari aku memotongnya tanpa berhenti, sehingga hancur semuanya" jelas Lavender yang berusaha membela diri
"Kau ini sudah salah tapi masih tidak mau mengaku, lagi pula kenapa kau marah padanya?"
"Karena Bibi mengatakan jika dia mungkin sudah punya wanita lain di sana, makanya aku ingin membatalkan semuanya dan tidak mau menikah dengannya"
"A-apa? karena perkataan ku kau marah padanya? apa kau tidak salah?"
"Kenapa aku yang salah?"
"Apa kau cemburu jika dia punya wanita lain?"
"Tidak, kenapa aku harus cemburu, aku hanya merasakan jantung ku tidak normal"
"Kenapa tidak normal?"
"Jantung ku berdebar-debat terus saat mengingat dia"
"Itu nama jatuh cinta, kau sudah jatuh cinta dengannya, kau ini bodoh sekali"
"Bibi, sudah salah"
"Kenapa bisa salah?"
"Di saat aku melihat kecoak jantung ku juga berdebar-debar dengan kuat apa ini juga namanya aku jatuh cinta?"
"Kau ini benar-benar membuat ku kesal, sudah sana, cepat pergi" ucap Sumny yang sedang menahan emosi
Bab selanjutnya
Anggota Kaneshiro datang membuat keonaran di toko Summy
Lavender membalas dan menghebohkan satu pasar hingga menembus ke jalan besar
__ADS_1