
Setelah membakar sehingga habis selembar foto yang telah dia simpan selama 10 tahun lamanya, Kurashi pun meninggalkan tempat itu, sambil berjalan dengan wajahnya yang datar dan penuh kebencian
Pasar keramaian
"Jangan bergerak terus,kenapa kau macam monyet saja" ujar George yang berada di kamar Lavender
"Aku tidak mau kenapa kau memaksa ku terus" bentak Lavender yang baring kasur
"Kalau kau bergerak lagi aku akan mengikat mu" kata George
"Cepat lepaskan tangan mu" teriak Lavender yang tangannya di tahan oleh George
"Biar aku melakukannya jika tidak kau akan menyesalinya" ujar George yang membuka kancing kemejanya Lavender
"Wooi...jaga tangan mu jangan membuka baju ku"
"Apa kau tidak bisa diam, percaya atau tidak aku akan melakukannya dengan kasar sehingga kau tidak bisa menahannya" ujar George sambil melepaskan kemeja Lavender, dan menampakan kaos dalamnya
"Sudah..hentikaaann" teriak Lavender yang ingin meronta akan tetapi ke dua tangannya mulai di ikat oleh George dengan mengunakan dasi nya
"Woi...kenapa kau ikat tangan ku? Bibi, cepat selamatkan akuuuu" teriak Lavender yang berbaring dengan tangan di ikat
"Bibi mu ada di dapur dia tidak akan ikut campur walau kau berteriak" jawab George dengan menaikan kaos yang menutupi tubuh Lavender
"Jangan melakukannya, kau adalah pria tidak boleh membuka baju ku" teriak Lavender
"Bukan pertama kali aku melihat tubuh mu kenapa kau harus malu, sampai sekarang setiap inch tubuh mu itu aku masih mengingatnya" kata George dengan seraya bercanda
"Lepaskan tangan mu jangan menyentuh ku" teriakan Lavender dengan memenuhi ruangan kamarnya
"Kalau kau tidak melepaskan ikatan mu besok aku akan meledakkan kediaman mu dan juga markas mu" bentak Lavender dengan kesal
"Kenapa kau bisa nakal sekali, apa kau tidak takut sakit?"
"Karena sakit makanya aku tidak mau melakukannya"
"Tapi ini hanya sebentar"
"Lepaskan ikatan ku dulu, kenapa kau malah mengikat ku?".
"Tangan mu tidak bisa diam dan suka melawan, jika aku mengikat mu maka aku lebih mudah untuk membuka pakaian mu"
"Ini namanya pencabulan" teriakan Lavender dengan kesal
"Aku akan melakukannya, ini hanya sebentar tidak akan perih"
"Apa kau yakin? tapi sakitnya sangat menusuk jantung"
__ADS_1
"Tenanglah, aku akan melakukannya dengan lembut"
"Kalau sakit aku akan langsung menendang mu keluar"
"Iya..iya"
"Sakiit...kau bohong lagi pada ku" teriak Lavender dengan kesal
"Ini hanya sebentar besok juga sudah sembuh" ujar George
"Ah....sakit sekali..hentikan sekarang juga" bentak Lavender.
"Jika kau berteriak terus percaya atau tidak aku akan melakukannya dengan kasar"
"Sudah hentikan" pinta Lavender yang sedang menahan sakit
"Sebentar lagi sudah siap"
"Sakit sekali, rasanya juga perih. cepatkan hentikan, gorila hamil" bentak Lavender
"Lepaskan tangan ku cepat.." teriak Lavender dengan nada menembus keluar kamar
"Kenapa suka sekali berteriak? apa kau ingin sampai bibi masuk ke kamar?"
"Jika kau tidak hentikan lagi maka aku akan berteriak terus" jawab Lavender dengan kesal
"Ada apa dengan mu kenapa berteriak dari tadi? bahkan aku di luar juga mendengar suara teriakan mu" tanya Summy yang masuk ke kamar Lavender
"Kalau melepaskan tangan mu apa yang akan kau lakukan? apa kau akan memukul George?" tanya Summy yang berdiri di samping kasur
"Bibi, keponakan mu kena ikat masa Bibi diam sajaaa" bentak Lavender dengan kesal
"George hanya ingin mengoles obat ke luka mu, akibat kecelakaan semalam tubuh mu jadi lebam dan hampir semua bekas benturan berwarna biru, suruh kau ke dokter kau tidak mau"
"Semalam aku sudah mendaftar tapi mereka menolak aku, jadi bukan salah ku" jawab Lavender
"Apa kau masih waras? kau mendaftar diri di klik animal siapa yang mau menerima mu?" ujar Summy dengan kesal
"Jangan terkena air dulu, setidaknya harus beberapa hari baru bisa hilang lebamnya" kata George
"Hanya ingin mengoles obat saja tangan ku sampai di ikat, gorila hamil kau membuly ku" ketus Lavender dengan kesal
"Lavender, tangan mu itu sangat liar, kau lihat saja tangan ku, aku baru saja menyentuh bagian luka mu kau sudah mencakar ku, jadi aku terpaksa harus mengikat mu" jawab George dengan melepaskan ikatan pada tangan Lavender
"Luka ini bukan berarti apa-apa, hanya kalian yang suka perbesarkan" ucap Lavender
"Jika kau mau ke dokter maka aku tidak akan mengoles obat untuk mu, sampai harus mengikat tangan mu" jawab George
__ADS_1
"Sudah ku bilang aku sudah mendaftar semalam tapi mereka menolak ku" jawab Lavender
"Mereka menolak mu karena kau mendaftar diri di klinik animal" jawab serentak George dan Summy
"Gadis ceroboh, Bibi benar-benar tidak habis pikir dengan diri mu" ucap Summy dengan menghela nafas
"Aku kan sudah di depan Bibi jadi untuk apa di pikiran?"
"Bibi hanya heran kenapa diri mu tidak bisa mirip dengan papa dan mama mu sama sekali" kata Summy
"Bibi, jangan salahkan aku lagi, mama ku lembut bagaikan kayu seperti kakek karena dia hidup bersama kakek dari kecil, sedangkan papa ku keras macam kapas karena ikut kakek juga, sementara aku hidup bersama Bibi makanya jadi bodoh seumur hidup" ujar Lavender yang tidak mau kalah
"Yang benar adalah lembut bagaikan kapas, keras bagaikan kayu" kata serentak George dan Summy yang sedang melihat ke arah Lavender
"Kenapa kau bisa bodoh sekali" ucap Summy dengan kesal
Sesaat kemudian nada panggilan masuk ke handphone milik George
"Hallo" jawab Patrick yang di seberang sana
"Patrick, ada apa?"
"Ketua, ada undangan dari Kaneshiro untuk Anda"
"Di ingin bertemu dengan ku?"
"Benar, Ketua. anggotanya mengirim undangan ke markas"
"Di mana tempatnya?"
"Sebuah restoran mewah"
"Aku sudah tahu" jawab George yang kemudian memutuskan panggilannya
"Ada apa?" tanya Lavender yang sedang melihat ke arah George
"Kaneshiro ingin bertemu dengan ku" jawab George dengan menoleh ke arah Lavender
"George, apa mau dia? kenapa ingin bertemu dengan mu? bukankah ini bahaya bagi mu?" tanya Summy dengan khawatir
"Tidak, aku yakin dia tidak akan berani main ulah dengan ku, ini bukan jepang jadi dia tidak bisa macam-macam dengan ku" jawab George dengan yakin
"Lalu untuk apa dia ingin bertemu dengan mu? seharusnya bukan sesuatu yang baikkan?" tanya Lavender
"Tidak masalah, di antara aku dan dia memang harus bertemu, ini tidak bisa di elakkan" jawab George dengan menyubit wajah Lavender
Hotel tempat tinggal Kaneshiro
__ADS_1
"Tuan besar, undangan sudah di kirim ke markas mereka" kata Erick dengan hormat
"Hm...aku yakin dia pasti akan bertemu dengan ku, ini sudah waktunya kami bertemu, dengan kekuasaannya di dunia mafia biasa membantu ku" kata Kaneshiro dengan berharap