
Selamat membaca
5 tahun kemudian ...
Rian sudah sangat frustasi dengan kehidupannya, Zafrina satu-satunya harapan yang membuatnya bertahan.
"Ma, ayo lah! Hubungi Dian sekarang. Aku ingin mengajak Zafrina jalan-jalan."
"Kamu itu sudah besar Rian, umurmu juga sudah terlalu matang. Mama cuma mau kamu punya istri. Bagaimanapun syarat dari Gerry harus kita turuti." Ujar nyonya Santika geram.
"Selalu syarat Gerry yang mama pikirkan. Kenapa mama ga bisa pikirin perasaan aku. Anak mama itu Gerry apa Rian?" Seru Rian kembali emosi. Setiap mengingat syarat dari Gerry. Seolah pria itu sedang mengejek dirinya.
Flashback
"Ijinkan Zafrina pergi liburan dengan keluargaku." Kata Rian.
"Aku akan membiarkan Zafrina tinggal dan berlibur denganmu, asal kau memiliki seorang istri yang mau mengurus semua keperluan putriku. Selama ini meskipun Zafrina sering bersama pengasuhnya tapi Semua keperluan Zafrina Dian yang mengurusnya." Ucap Gerry datar.
__ADS_1
"Oh, ayolah. Kau terlalu berlebihan Ger." Kata Rian.
"Semua terserah padamu, kau mau mencarikan ibu untuk Zafrina atau .. tidak akan pernah ada kata liburan bersama." Kata Gerry. Keputusannya sudah tidak boleh ditawar lagi.
Rian keluar dari rumah Gerry dengan perasaan kesal. Bahkan yang membuat Rian semakin membenci Gerry, adalah karena pria itu juga menghasut putrinya untuk meminta dirinya mencari pendamping hidup. Dan sekarang orangtuanya juga ikut mendukung Gerry.
Flashback end
Dengan perasaan kesal Rian pergi ke sebuah Mall miliknya untuk bertemu dengan kliennya.
Ia duduk di ruang VIP di sebuah cafe. Ruangan yang sebenarnya hanya dibatasi dengan sekat kaca. Tanpa sengaja matanya melihat hal yang menurutnya lucu.
Karena sangking asyiknya menatap sekat kaca itu Rian tak menyadari jika gadis itu sudah berada di bilik ruang tempatnya menunggu klien.
"Maaf apakah kau tuan Al Fares?" Tanya gadis itu pada Rian. Namun Rian masih menatap bengong pada gadis cantik itu. Gadis itu berdehem agar pria dihadapannya itu segera tersadar. Karena dia benar-benar muak harus melakukan pertemuan bisnis ini.
Rian tergagap dia langsung salah tingkah dan sedikit berdehem untuk menghilangkan kecanggungan.
__ADS_1
Rian menjabat tangan gadis itu. "Iya aku Rian Al Fares pemilik Famous factory." Kata Rian memperkenalkan dirinya. Karena pertemuan kali ini untuk membicarakan sebuah kerjasama Rian dibidang pakaian pria.
"Maafkan aku tuan, aku mewakili perusahaan ayahku Indotex namaku Velia Agatha Hartanto." Ujar Velia.
"Jika ayahmu tidak bisa datang, kenapa membuat janji denganku. Buang-buang waktu saja." Sarkas Rian. Velia terbengong mendengar ucapan Rian yang terdengar kasar itu.
Membuat jiwanya yang sedikit bar-bar dan urakan itu langsung terbakar.
"Ternyata papa ku salah, memilih partner kerja." Ujar Velia. Rian terkejut mendengar gadis cantik itu berani membalas ucapannya.
"Apa maksud anda?" tanya Rian merasa tak terima.
"Seharusnya kau bertanya padaku terlebih dahulu apa yang membuat papaku tidak bisa hadir. Sebaiknya kita batalkan saja kerja sama ini." Ujar Velia geram.
Rian menyeringai "Dasar gadis angkuh." Batin Rian.
"Baiklah jika begitu. Tapi jika ayahmu menanyakan perihal kerjasama ini aku akan katakan jika putrinya memiliki atitude yang sangat buruk." Ujar Rian, ia segera berdiri dan pergi meninggalkan Velia yang masih kesal.
__ADS_1
"Uuh .. dasar cowok rese." Gerutu Velia.
๐๐๐๐๐๐๐