Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Bab 95


__ADS_3

⛅ Selamat membaca ⛅


Zayn dan Zayana sudah diperbolehkan pulang, kondisi keduanya sudah berangsur membaik. Berat badannya mencapai ideal. Dian sangat senang akhirnya dia bisa pulang ke kediamannya. Sebelum kembali Dian dan Gerry mendatangi kamar rawat inap ayah Gerry. Keadaan pria itu pun sudah mulai menunjukkan perubahan signifikan. Gerry menatap sang ayah dengan pandangan yang lain. Ada jantung sang adik ditubuh ayahnya. Entah itu sebuah kebahagiaan atau kesedihan baginya hanya dia yang tahu.


"Kalian sudah akan pulang?" tanya Tuan Gama.


"Iya pa, kondisi twins sudah membaik. Jadi kami akan membawanya pulang."


"Baguslah, terlalu lama di rumah sakit juga tidak baik untuk kesehatan mereka." Jawab tuan Gama.


"Sayang, maafkan mama belum bisa bantu kamu mengurus cucu-cucu mama ya." Kata nyonya Arini.


"Ga apa-apa ma, mas Gerry sudah menambah baby sitter untuk Zayn dan Zayana. Jadi Dian juga banyak yang bantu. Mama harus fokus dengan kesehatan papa." Ujar Dian. Setelah berpamitan. Dian dan Gerry bersama kedua anak mereka pulang ke istana dimana kebahagiaan sudah menanti mereka berdua.


"Mas, Zayn dan Zayana tidur sama kita kan?"


"Untuk saat ini iya. Sebagai pengingat agar mas tidak menyerang mu." kelakar Gerry. Dian mendelik kesal.


"Mas .."


"Iya .. iya maaf. Mas hanya bercanda. Jangan memasang wajah serius seperti itu."


"Ya sudah, ayo kita pulang. Aku sudah kangen dengan Zafa." Ujar Dian.


Setelah menempuh perjalanan hampir 45 mnit mereka sampai di istana mereka yang begitu megah. Dian di sambut oleh ibu dan ayahnya juga kakek Kusuma. Zafrina berada di gendongan tuan Hanafi. Sedang Zafa duduk di baby Walker.


Senyum cerah terpancar dari wajah Dian. Keluarga yang selama ini dia impikan berkumpul di satu tempat


Gerry memeluk pinggang Dian dengan posesif. Dian mendekat kearah kakeknya lalu dengan halus dia mencium punggung tangan sang kakek sebagai tanda hormat.


Pria tua itu mengusap perlahan kepala cucu perempuannya.


"Bagaimana kabar kakek?" tanya Dian. Pasalnya sudah satu bulan lamanya Dian tinggal di rumah sakit. Dan selama itu pula dirinya tidak pernah bertemu kakeknya.


"Kakek benar-benar dalam keadaan baik sayang." Ujar tuan Kusuma.


"Syukurlah, Dian senang kalo kakek baik-baik saja."

__ADS_1


"Ayo sekarang kita masuk ke dalam, kasihan bayi-bayimu." Kata nyonya Arimbi. Semuanya masuk ke istana yang Gerry beli khusus untuk Dian.


Kedua bayi Dian terlelap tanpa merasa terganggu dengan suasana baru dirumah itu.



Dian duduk di pinggir ranjang yang sudah lama dia tinggalkan. Seulas senyum terbit dari bibirnya yang tipis. Hidupnya benar-benar seperti rollercoaster. Naik dan turun tanpa dia sangka.


Wanita yang berhati lembut dan mudah cemas, wanita yang selalu merindukan kasih sayang dan perhatian.


Gerry masuk ke kamarnya, ia mendapati Dian yang sedang melamun. Pria itu memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Apa yang sedang kau pikirkan sayang?" tanya Gerry mengecup pipi Dian.


"Tidak ada mas, aku hanya sedang merasa bersyukur atas apa yang Tuhan berikan untukku." Kata Dian, ia menyandarkan dirinya kedalam pelukan Gerry.


"Apa kau bahagia?" Gerry mengelus dagu Dian.


"Sangat, terimakasih mas. Sudah mau menerimaku dengan segala kekuranganku." Ucap Dian.


"Kau pantas mendapatkannya. Benar kata mama, aku tak akan rugi Menikahi Ibu susu baby Zafa. Dan sekarang terbukti kau bahkan memberiku dua bonus tambahan." Tutur Gerry. Dian mendekatkan wajahnya dan me*lu*mat bibir Gerry.


"Aku mencintaimu Gerry Ardana." Ujar Dian sambil tersenyum. Setelah melepas pagutan mereka.


Aku juga sangat mencintaimu Dian Ayunda." Gerry membaringkan tubuh Dian dan menindihnya. Ia kembali menatap mata teduh milik istrinya itu, perlahan-lahan tangan Gerry membelai mata, hidung dan bibir Dian. Senyum keduanya mengembang lalu mereka saling berciuman.


Dua Minggu kemudian. Dian duduk di samping Gerry. Mereka berdua tampak serasi mengenakan baju yang berwarna senada, begitu juga dengan putra putri mereka.


Sedang dihadapan mereka duduk sepasang mempelai yang tampak malu-malu. Betapa tidak. Usia mereka sudah tak patut lagi untuk menikah, tapi mereka tetap akan mempersatukan cinta mereka dalam ikatan suci.


"Saya terima nikah dan kawinnya Arini Wardana binti Ade Wardana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Ucap tuan Gama dengan lantang. Bahkan nyonya Arini sampai menutup mulutnya karena terkejut mendengar suara mantan suami yang kini kembali berstatus menjadi suaminya lagi.


"Bagaimana saksi?"


"Sah .."


Semua yang ada di ruangan itu berseru secara bersamaan menandai bersatunya kembali dua insan yang telah lama terpisah. Kedua mempelai saling berhadapan. Nyonya Arini mencium punggung tangan tuan Gama sedangkan tuan Gama mengecup kening nyonya Arini.

__ADS_1


Senyum kebahagiaan terpancar di wajah kedua mempelai yang tak lagi muda. Namun jiwa mereka kembali di landa asmara. Tuan Gama dinyatakan sembuh oleh dokter. Dan tanpa menunggu lama, dirinya langsung melamar kembali mantan istri yang masih sangat ia cintai itu.


Arini pun menerima lamaran Gama, dan akhirnya hari ini mereka kembali dipersatukan dalam ikatan Suci pernikahan.


Suasana di rumah lama Gerry begitu meriah, sahabat dan saudara semua berdatangan. Didi bahkan tampak malu-malu digandeng oleh gadis belia. Sedang wajah Arya sungguh tak menyenangkan. Karena ia selalu saja di ledek oleh calon adik iparnya itu.


"Selamat ya bro, akhirnya keluarga Lo kembali utuh." Ujar Didi.


"Thanks bro. Oh ya gue boleh tanya ga?" bisik Gerry.


"Boleh tanya apa?" ujar Didi tak menaruh curiga.


"Apakah kamu sekarang menjadi seorang pedofil?" Ujar Gerry langsung terbahak-bahak.


"Sialan Lo .." Ucap Didi memukul pundak Gerry.


Kedua mempelai sudah siap di posisinya. Satu persatu tamu dan keluarga berfoto bersama.


kini giliran foto kedua mempelai bersama anak tunggal mereka dan sekutunya.


"Ayo semuanya bersiap." Ujar juru foto di acara itu.


Mereka berdiri berjejer, Lalu tersenyum. Binar bahagia benar-benar terpancar dari semua orang.


Cekrek ..!


⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅


Akhirnya end ya. Othor ga bisa lebih panjang lagi. Karena takut ada yang bilang konfliknya terlalu di paksakan. Jadi karena sudah beres dan bahagia ya sudah.


Othor tetap minta dukungan kalian like vote dan kasih hadiah sebanyak-banyaknya karena othor ngadain Give away berupa pulsa untuk 3 pendukung teratas di Peringkat umum.


Pemenang pertama akan mendapat pulsa senilai 50rb dan pemenang kedua dan ketiga akan mendapatkan pulsa 25rb


Give away akan ditutup tanggal 1 September dan pengumuman pemenang akan othor umumkan di karya ini. Jadi kirim vote, like dan hadiah sebanyak mungkin agar kalian berkesempatan menang.


Thankyou All 😘😘😘😘

__ADS_1


Sekuelnya ini othor up entah nanti malam atau besok. Atau langsung othor kebut aja novelnya.



__ADS_2