Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
S2. Ayah kandung


__ADS_3

*********


Negara T 5 tahun kemudian


"Mommy wake up!" teriak seorang gadis kecil.


"No, Judy mommy masih ngantuk sayang." Jawab wanita itu.


"Mommy sudah janji. Ayo mom!!" Teriak gadis itu.


"Issh .. kamu benar-benar tukang ribut Judy Seldi Kyle." Desis Selina sambil menarik gadis kecil itu dan menggelitiknya.


"Stop mommy .. stop!!" Jerit gadis itu sambil tertawa.


Tak lama pintu kamar Selin terbuka muncullah wanita paruh baya dengan pakaian mewah dan elegan.


"Sayang, kau akan terlambat. Pesawatnya satu jam lagi berangkat." Kata ratu Rakila. --- "Apa kau tidak malu pada putrimu. Dia bahkan bangun sangat pagi mempersiapkan kebutuhannya."


"Ayolah ibunda Selin baru saja terlelap menjelang pagi tadi."


Ratu Rakila hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Selin yang tak berubah meskipun telah memiliki anak.


Ya anak yang dilahirkannya 4 tahun lalu. Setelah dia pulang dari Indonesia. Tanpa mau menyebut siapa ayahnya. Selin menanggung semuanya sendiri. Bahkan dia dihukum dengan di asingkan di pulau kecil, namun dia teguh tak mau mengakui. Araya yang tahu hubungan adiknya dengan pria itu memilih bungkam karena dia tak ingin membuat adik iparnya semakin terluka.


Saat Judy berusia 2 tahun, Selin sempat mengalami kecelakaan dan koma. Semua orang tak menyadari jika sebenarnya Selin mengalami amnesia dia mengenal semua anggota keluarganya. tapi saat araya bertanya untuk apa dia ke Indonesia dia sama sekali tidak ingat pernah kesana. Selain saat kecil dia mengunjungi neneknya.


Araya berusaha mengingatkan Selin, tapi adik iparnya benar-benar tak bisa mengingatnya.


.


.


.


"Jaga diri baik-baik sayang." Ujar ratu Rakila pada cucunya.


"Iya grandma .." Kata Judy, Selin tertawa melihat tingkah putrinya.


"Selin berangkat dulu Ibunda." Pamit Selin.


"Hati-hatilah di negri orang." Kata ratu Rakila dan Selin hanya tersenyum.


Selin, Judy, Kao, Araya dan kedua putra mereka berangkat menuju Indonesia. Tempat awal prahara terjadi dimana Selin mendadak hamil pulang dari negara itu. Dan di sanalah Kao akan mencari tau siapa ayah Judy. Bagaimanapun kelak Judy pasti akan menanyakan keberadaan ayah kandungnya.


Selin hanya mengikuti perintah kakaknya karena dia sama sekali tak mengingat apapun tentang Indonesia.


.

__ADS_1


.


.


Pesawat mereka mendarat di bandara Soetta, Judy tampak begitu terpukau dengan negara asal ayah kandungnya. Sedikit banyak Araya bercerita tentang Didi tanpa sepengetahuan siapapun. Dan Judy sangat senang mengetahui bahwa ayahnya masih hidup.


"Aunty, apakah Judy akan bertemu Daddy nanti?"


"Sshh .. Judy harus sabar. Kelak Judy pasti bertemu Daddy." Bisik Araya. Gadis kecil itu mengangguk.


"Sayang, bisik-bisik apa sama aunty." tanya Selin.


"Rahasia mommy tidak boleh tau." Kata Judy. Ia kembali sibuk bermain dengan bonekanya.


Selina mencebik kearah Araya, kakak ipar Selin itu hanya tertawa puas melihat Selin kesal.


Mereka tiba di hotel. Judy langsung mengajak aunty nya untuk menjelajah kota itu.


"Aunty ayo kita jalan-jalan ke mall itu." Teriak Judy tampak begitu bersemangat. Berbeda dengan Judy, Selin tampak pucat dan kepalanya berdenyut.


"Kau kenapa Selin?" tanya Kao.


"Aku juga tidak tau kak, kepalaku sakit sekali." Kata Selin.


"Sebaiknya kau istirahat dahulu. Judy biar bersama dengan kami." kata Araya.


"Apa tidak merepotkan?" tanya Selin.


Di pusat perbelanjaan di hari dan jam yang sama Didi dan kawan²nya sedang merayakan kehamilan Veni. Nino dan Sasa ikut bergabung atas permintaan Veni. Kebetulan hari ini Gerry juga baru saja pulang dari liburan. Mereka menyempatkan diri untuk berkumpul.


Diantara semuanya, wajah Didi yang paling sendu. Dia masih menunggu keajaiban. Menunggu kedatangan Selin kembali. Dan mungkin bersama putrinya.


Zafa dan kedua adiknya ditambah putra Nino sedang bermain di Playground. Begitu juga Judy dan kedua kakak sepupunya.


Tempat Didi dan kawan² berkumpul tak jauh dari Playground. Mereka sibuk mengawasi anak² yang sedang bermain.


"Jika saja kau disini pasti kau sudah seumuran Dino." Batin Didi.


Pundak Didi ditepuk halus oleh Aldo, sahabatnya itu tau betul penderitaan Didi.


Seorang gadis kecil mengganggu ketenangan Didi, gadis itu berjalan celingukan sambil menangis. ,entah mengapa rasanya kaki Didi tergerak untuk mendekati gadis itu.


"Hiks .. hiks .. aunty." Judy tampak ketakutan. Didi mendekat lalu berjongkok di depan Judy.


"Hai, kenapa menangis?" tanya Didi lembut mengusap kepala Judy.


"help me to find my aunty," (bantu aku mencari bibiku) Ujar Judy ia tak bisa berbicara sembarangan dengan orang asing.

__ADS_1


"Ok i Will help you little girl." (ok, aku akan mrmbantumu gadis kecil) Didi menggendong Judy dan membawanya ke ruang informasi. Untuk memberitahu keberadaan Judy. Sedang Kao dan Araya tampak kebingungan mencari Judy dan mereka mulai saling menyalahkan.


"Bodohnya aku mempercayakan Judy padamu." Gerutu Araya, Dia sedang ke toilet namun karena antri dia sedikit lama. Kedua putra Kao keluar Playground meninggalkan Judy. Kao tidak menyadari jika Judy tidak bersama dengan kedua putranya karena Kao sedang menerima telepon.


"Mana aku tahu jika Judy tak bersama Lao dan Bao." Kata Kao membela diri.


"Seharusnya kamu tahu jika matamu sehat." Dengus Araya. Disaat kedua pasutri itu menegang, Terdengar suara dari pusat informasi mengabarkan keberadaan Judy. Sontak araya langsung berlari meninggalkan Kao dan kedua putra mereka.


Kaki Araya terpaku melihat pria 5 tahun yang lalu yang di temui Selin seraya menangis. Ya Araya masih ingat betul wajah Didi.


"Aunty .." Teriak Judy, gadis itu meminta turun dari gendongan Didi. Dengan berat hati Didi menurunkannya. Saat gadis itu terlepas dari tangannya, rasanya ada yang kosong di hati Didi.


"Judy .." Araya memeluk tubuh keponakannya itu.


"Nama yang lucu." Batin Didi.


Didi menatap Araya intens sepertinya dia pernah melihat wanita ini tapi dimana?


"Uncle, thankyou." Kata Judy.


"Sama-sama sayang."


Didi kembali menghampiri kawan-kawannya. namun sesekali ia menatap kearah Judy. Rasanya begitu berat berpisah dengan gadis kecil itu.


Jantung Araya berdebar keras. Ia yakin pria itulah yang selalu Selin lindungi. Tak salah lagi. Itu artinya Judy sudah bertemu ayah kandungnya.


⛅⛅⛅⛅⛅⛅


Visual tokoh


Judy



Selina Kyle



Ardian Hutapea (Didi)



Archel



Kalo visual kurang greget boleh bayangin sendiri-sendiri sesuai selera. Kalo othor demen Artis Thailand. gemes gemes gimana gitu.

__ADS_1


Wes jangan lupa like nya di tekan, jangan minta crazy up. Karena dunia nyata othor nanti malah gonjang ganjing ma pak bojo endingnya malah dilarang pegang hape. Yang penting othor up nya rajin gitu wae ya.


Hadiah dan Vote jangan lowong lho ya. bonus othor itu.. 😂😂 malak ni ceritanya!!


__ADS_2