Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
S2. Tak Ingin Rugi


__ADS_3

*********


Pagi harinya suasana ramai membuat rumah di perkebunan itu tampak hidup. Anakยฒ Dian, dan Judy berkejaran dengan riuh. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memfoto semua kegiatan mereka.


"Pasti tuan Archel akan menyukai informasi ini." Desis orang itu lalu dia langsung pergi dari sana.


Selin menatap ke sudut tempat. Sepertinya dirinya melihat sekelebat bayangan seseorang. Namun Selin langsung kembali menyibukkan dirinya, menata makan siang.


"Nenek, apa yang akan nenek lakukan setelah ini? tanya Selin pada Eliana.


"Ah, nenek akan kembali ke kampung halaman nenek bersama Soraya. Kami akan menghabiskan masa tua kami disana." Kata Eliana, Soraya mengangguk.


"Nenek dan nenekmu sudah berkemas. Hari ini kami akan berangkat bersama kalian. nanti kita akan berpisah di jalan." Kata nenek Soraya. Didi hanya tersenyum. Ia tahu saat ini keselamatan keluarganya yang terpenting terlebih nenek yang paling ia sayangi.


"Arya, jaga Nayla dan calon anak kalian. Nenek akan datang lagi jika Nayla sudah melahirkan. Semoga kami masih ada umur." Ujar nenek Soraya pada Arya.


"Iya nek aku akan menjaga mereka dengan baik." Kata Arya.


Setelah selesai makan semua berkemas untuk kembali ke kota. Didi memeluk neneknya dengan erat. Seakan enggan untuk berpisah.


"Apa kau yakin masih tetap ingin menjalankan perkebunan ini? jika tidak kau bisa menjualnya. Lagi pula bisnis resto milikmu sedang berkembang pesat.


"Justru itu aku tak ingin rugi. Rencananya perkebunan ini akan aku ubah sebagian menjadi peternakan." Kata Didi.


"Kenapa kau ingin mengubahnya menjadi peternakan? tanya nenek Soraya.


"Aku harus hemat nenek. Tabunganku habis untuk membeli jet untuk Selin. Jadi jika aku memiliki peternakan sendiri. Aku tak perlu keluar biaya banyak untuk restoranku." Ujar Didi terkekeh. Ia hanya menggoda sang nenek.


"Dasar, kau benar-benar licik." Nenek Soraya menepuk pundak Didi dengan kencang.


"Aduh, sakit nek." Gerutu Didi sambil mengusap pundaknya.


.


.


.


Semua iringยฒan mobil berjalan meninggalkan perkebunan yang penuh dengan kenangan baru untuk Didi dan Selin. 3 mobil berurutan bersama menuju ibukota.


Saat di perjalanan, Nino menghubungi Dian jika Sasa melahirkan di rumah sakit. Akhirnya ketiga mobil itu langsung menuju rumah sakit. milik Gerry.

__ADS_1


Sesampainya disana Didi dan Selin serta Judy hanya mampir sebentar untuk melihat baby Nino yang berjenis kelamin perempuan.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju apartemen Didi. Selin dan Judy sama sekali tak masalah tinggal di apartemen. Setelah masuk Selin merebahkan dirinya di sofa.


"Judy, ganti bajumu dan tidur siang dulu sayang." Kata Selin. Tubuhnya benar-benar lemas saat ini.


"Apa kau sakit?* tanya Didi cemas.


"Tidak be, aku baik-baik saja. Hanya sedikit pusing."


"Baiklah, aku akan membantu Judy. Jadi beristirahat lah dulu." Kata Didi.


Selin mengangguk dan memejamkan matanya. Tak lama ia tertidur dalam keadaan kepala bersandar di headboard sofa.


"Dady .." Panggil Judy lirih.


"Ada apa sayang?" tanya Didi seraya membelai rambut Judy yang panjang.


"Judy mau adik seperti adiknya Dino." Kata gadis kecil itu seraya menundukkan wajahnya.


"Daddy tidak bisa berjanji akan memberikannya karena semua itu tergantung kehendak Allah. Jadi Judy bersabar dulu ya." Kata Didi lembut memberi pengertian kepada putrinya.


.


.


.


Ia tak pernah menyangka akan menji*lat ludahnya sendiri. Ia bahkan dulunya ngotot tidak mau jika di jodohkan dengan Selin. Tapi kini demi Selin, Didi rela melakukan apapun.


Didi membelai wajah Selin yang lembut. Hingga membuat si empunya wajah membuka matanya karena merasa tidurnya terusik.


"Kau pasti sangat lelah." Ujar Didi dan Selin hanya mengangguk. --- "Mau ke kamar?" tawar Didi. Lagi-lagi Selin mengangguk.


"Gendong .." Rengek Selin, Didi tersenyum dan mengangkat tubuh Selin ala bridal style dan membawanya masuk ke kamar.


Dengan hati-hati Didi meletakkan Selin keatas ranjangnya. Kemudian Didi mengecup puncak kepala Selin seraya berbisik.


"I love you my wife."


"Hmm .. " Gumam Selin karena dia sudah kembali terlelap. Didi lantas bangun dan berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


.


.


.


Dian dan anak-anaknya mampir ke rumah Santika ibu Rian. Untuk mengantar Zafrina karena Velia sudah pulih. Mereka berpisah lagi akhirnya namun hanya Dian yang tampak begitu terharu setelah melepaskan Zafrina.


Gerry mengusap lembut rambut Dian, memberikan rasa nyaman untuk istri tercintanya.


"Terimakasih mas." Ujar Dian lirih. Gerry hanya melempar senyum tulusnya. Zayn sedang berkutat dengan laptopnya, namun tak lama setelah itu dia berseru pada sang ayah.


"Papa sepertinya ada yang mengintai perkebunan tadi saat kita disana." Ujar Zayn serius.


"Mungkin hanya orang penasaran saja sayang." Kata Dian.


"No mama .. orang itu memotret mommy Judy dan Judy." Kata Zayn.


"Nanti biar papa yang urus sayang. Terimakasih." Kata Gerry.


"Zayn akan minta tolong Dino nanti untuk memperjelas gambar orang ini. Zayn ga akan biarin orang jahat deketin Judy." Kata Zayn, Dian mendesah berat. Sepertinya kelak dia akan berbesanan dengan Didi dan Selin.


.


.


.


Orang yang mengawasi diperkebunan tadi sudah sampai di apartemen Archel. Ia berkenalan dengan Archel saat tanpa sengaja Archel memakai jasanya. Dan dia melihat foto Selin di dompet Archel. Setelah bertanya-tanya kepada Archel akhirnya orang itu tau jika Archel sedang mencari keberadaan Selin untuk balas dendam. Akhirnya dia menawarkan diri untuk membantu Archel menemukan Selin. Karena dia juga dendam kepada gadis itu. Dia pernah dipermalukan oleh Selin.


Ia menekan bel pintu apartemen Archel. Pria itu membuka pintu apartemennya setelah melihat siapa yang datang.


"Ada apa kau kemari Viona?" tanya Archel pura-pura tidak tahu.


"Untuk ini .. dan ini." Viona menunjukkan ponselnya dan mengikis jarak antara dirinya dan Archel. Tangannya bergerak menyentuh dada bidang Archel yang tak terbungkus apapun.


Archel langsung menarik tangan Viona dan menutup pintu. Archel melu*mat bibir Viona yang begitu menggoda. Des*ahan lirih terdengar dari bibir Viona dan memancing hasrat kelekakian Archel. Archel menarik kaos yang Viona kenakan hingga sobek. Archel membenamkan wajahnya di dua gundukan dada Viona. Tangan Viona melepaskan celana traiNing yang Archel kenakan. Mereka melupakan sejenak tujuan Viona mendatangi dirinya. Mereka terbuai dengan hasrat yang sudah menguasai keduanya. Archel menindih tubuh Viona dan mulai memacu tubuh pel*cur itu.


Setelah beberapa saat keduanya menegang lalu terkulai lemas. Senyum kepuasan tersungging di bibir Viona. Dia bertekad akan mengikat Archel. Agar dia terbebas dari dunia malam yang selama ini membesarkan namanya.


๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰

__ADS_1


Maafin othor dengan segala kesibukan othor.


Senin, sedekah vote yuk buat othor..


__ADS_2