
*********
Waktu berlalu dengan cepat tanpa terasa hari ini adalah hari ulang tahun Zafa dan Zafrina. Banyak hal yang telah terjadi di keluarga mereka suka duka bersama, Zafa dan yang lainnya telah kembali bersekolah meskipun dengan pengawalan ketat. Orang-orang terpercaya dari Rian yang ditunjuk untuk menjadi bodyguard para penerus tahta kerajaan bisnis Ardana dan Al Fares. Dino dan Judy pun tak luput dari pengawasan Diego dan team.
Hari ini akan diadakan perayaan ulang tahun Zafa dan Zafrina, Dian sudah merencanakan perayaan dengan mengundang anak-anak dari panti asuhan milik Ara, Dan beberapa teman sekolah anaknya. Velia dan Rian hanya menuruti semua rencana Dian karena meskipun perjanjian Zafrina bisa tinggal dengan Rian tapi hak asuh Zafrina sepenuhnya tetap milik Gerry dan Dian.
"Selamat ulang tahun anak-anak mama." Ujar Dian memeluk dan mencium pipi dan kening Zafa dan Zafrina.
"Selamat ulang tahun anak-anak papa." Kini giliran Gerry memeluk putra dan putrinya. Zafa dan Zafrina tampak tersenyum dibalik pelukan hangat papanya.
Semua anggota keluarga ikut mengucapkan Selamat ulang tahun bergantian, mereka semua mendoakan yang terbaik untuk Zafa dan Zafrina.
Tak ketinggalan Velia dan Rian turut mengucapkan selamat ulang tahun pada Zafa dan Zafrina. Bahkan Rian dan Velia menyiapkan kado khusus untuk kedua anak-anak itu.
Sore harinya seperti yang di jadwalkan Dian, anak-anak panti asuhan Ara mulai datang. Ara dan Arsen pun turut serta. Perut Ara sudah sedikit membuncit. Bahkan wanita itu kini tampil semakin mengesankan karena memutuskan untuk terus berhijab.
Didi, Selin dan Judy juga sudah turut hadir bersama Arya, Nayla dan putri mereka. Judy membawa boneka besar untuk Zafrina sedangkan Didi membawakan Hadiah satu set alat lukis karena ia tahu Zafa sangat gemar sekali melukis.
Velia dan Rian duduk di pojok menyaksikan kebahagiaan putri mereka. Velia terus menyandarkan tubuhnya di dada bidang Rian.
"Jadi mereka tahunya kembar?" tanya Velia, Rian tersenyum lalu mengangguk.
"Mereka memilih menyembunyikan semuanya. Dan menganggap wanita itu tak pernah ada. Meskipun Dian sempat ngotot harus mengatakan kebenarannya tapi Gerry takut akan melukai perasaan Zafa yang terlampau lembut." Kata Rian.
"Aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan anak itu jika sampai tahu kalo kehadirannya sempat tak diinginkan oleh ibu kandungnya." Ujar Velia dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Lihatlah sekarang, nyatanya mereka terlihat baik-baik saja dan akur. Semoga kedepan tak ada lagi masalah serius yang mengusik kebahagiaan mereka." Tutur Rian membelai kepala Velia lalu mengecupnya dalam.
Suasana di kediaman Gerry benar-benar ramai dengan tawa riang anak-anak. Berbagai acara tersaji di ulang tahun kedua bocah itu. Dari mendatangkan aksi badut dan pesulap. Sekarang tiba waktunya acara pemukulan pinnata berbentuk sapi yang sangat besar di taman rumah Gerry. Zafa dan Zafrina berjalan bergandengan sambil membawa tongkat pemukul dengan mata tertutup. Mereka berjalan berdasarkan arahan dari teman-teman Zafa dan Zafrina. Begitu tiba di dekat pinnata itu Zafa dan Zafrina mengayunkan tongkat berulang-ulang. Keseruan terjadi saat sedikit demi sedikit pinnata itu mulai retak dan terbelah. Teman-teman sekolah dan anak-anak panti menghambur mememunguti hadiah yang ada dalam pinnata itu.
Dian berdiri bersandar dalam pelukan Gerry, senyum puas terbit di bibirnya yang tipis.
"Terimakasih ya mas, sudah mau mewujudkan keinginanku." Ujar Dian mengecup rahang kokoh Gerry.
"Jangan menggodaku nyonya Ardana."
"Kalo begitu nanti aku akan memberikan ucapan terima kasih padamu dengan cara yang berbeda." Bisikan Dian. Gerry tersenyum lebar.
Setelah acara ulang tahun Zafa dan Zafrina selesai, mereka tampak sangat lelah, Dian segera memberikan multivitamin untuk Zafa agar pria kecil itu tak kelelahan dan berujung sakit. Sedang Zafrina dengan mata ngantuk mulai membuka kado untuknya.
"Sayang, sebaiknya Ina tidur ya." Ujar Gerry mendekat seraya menciumi anak perempuannya.
"Nanti pah, kalo tidur sekarang Zafrina belum mengantuk." Ujar Gadis itu padahal matanya sejak tadi sudah hampir terpejam. Gerry terkekeh melihat putrinya. Namun tak lama tubuh Zafrina terhuyung dan tersungkur di pelukan Gerry dalam keadaan tidur.
Beberapa minggu kemudian setelah ulang tahun Zafa dan Zafrina. Gerry membawa Dian pergi berdua dan tanpa anak mereka.
Seperti biasanya Gerry selalu memperlihatkan sisi romantisnya seperti tiba-tiba mengirim buket bunga, lalu membawa Dian dinner berdua tanpa melibatkan keempat anaknya,
Dan saat ini Dian sedang berada di roof top hotel milik Gerry. Pria itu sengaja membawa Dian kesana dan mempersiapkan kejutannya untuk istri tercintanya.
Gerry menutup mata Dian dengan kain hitam. Saat ini Gerry berdiri di belakang Dian membantu istrinya itu melepas penutup matanya. Saat penutup mata Dian terbuka, ia mengerjap berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang mengenai retina matanya.
__ADS_1
Dian menutup mulutnya saat melihat layar proyektor menampilkan foto-foto Dian dari awal perjumpaan mereka, saat Dian menyusui Zafa, saat Dian sedang hamil Zayn dan Zayana dan masih banyak lagi yang terangkum dalam video yang di beri judul Anugrah Terindah Dalam Hidupku.
Dian meneteskan air matanya, ia tak menyangka akan mendapatkan kejutan yang begitu romantis dari suaminya. Ditambah alunan musik yang mengalun lagu A thousand years dari Christina perri. Dian menoleh kearah Gerry, pria itu tersenyum puas melihat istrinya yang terharu mendapatkan kejutan darinya.
"Happy anniversary sayang, terimakasih sudah menemaniku selama 7 tahun ini, dan menjadi istriku. Menjadi bagian dari kisah hidupku. Menjadi partnerku dalam membesarkan anak-anak. Kau adalah anugrah terindah yang Allah beri untukku."
Dian seketika menghambur memeluk Gerry. Ia menyentuh rahang Gerry dengan gerakan halus lalu menyusupkan jemarinya di sela-sela rambut Gerry lalu dengan berjinjit Dian mencium bibir Gerry.
Tubuh Gerry mendadak kaku saat bibir Dian melu_mat habis bibirnya. Gerry memejamkan matanya saat ciuman Dian semakin intens. Gerry pun akhirnya membalas memagut bibir Dian dengan buas.
Dian mengurai ciumannya, ia tersenyum manis dan mengajak Gerry untuk duduk. Pria bucin itu telah kehilangan taringnya jika berada bersama Dian.
Keduanya duduk saling berhadapan Gerry memotongi daging wagyu yang ada di hadapannya lalu setelah selesai dia menukar piring yang ada di hadapannya dengan piring yang ada di hadapan Dian.
"Makanlah yang banyak aku menyukai badanmu yang berisi ini." Ujar Gerry dan Dian tersenyum menanggapi candaan dari suaminya itu. Dian mulai memakan makanannya.
"Makasih untuk semuanya mas, bahkan aku tak menyangka mas akan melakukan semua ini." Kata Dian.
"Aku hanya ingin memberi yang terbaik untukmu sayang." Ujar Gerry menatap teduh wajah Dian.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Happy Reading guys
jangan lupa dukung karya othor dengan cara
__ADS_1
kalian klik lindungi dan pilih karya Menikahi Ibu Susu Baby Zafa. Setelah itu kalian tukar poin kalian menjadi bintang untuk Vote karya othor. Terima kasih ๐๐๐๐