Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
S2. Bangun Didi


__ADS_3

***********


"Sayang, ada apa ini sebenarnya? dan siapa mereka, kenapa Selina pingsan?" Kao mencecar Araya dengan berbagai pertanyaan.


Araya tampak memucat, ia bingung harus memulai cerita dari mana.


Namun ia tertolong saat Didi mendatangi Kao sambil menggendong Judy. Arya hanya melirik dengan ekor matanya.


"Maafkan aku tuan Kao. Aku adalah .."


"He is my Daddy, uncle!" Kata Judy yang tak tau situasi menegangkan yang ada diruangan itu.


"Apa yang dikatakannya benar sayang?" tanya Kao pada Araya tanpa menatap Didi. Jika saja disana tak ada Judy pasti ia akan menghajar pria itu sampai babak belur.


"A-aku juga tidak begitu yakin, tapi pria ini yang terakhir ditemui Selin di negara ini 5 tahun lalu." Kata Araya tak berani menatap Kao.


"Jika aku bertanya padamu tatap aku Araya." Mau tak mau Araya mendongak. Wajah Kao tampak begitu kelam.


"Judy, uncle harus berbicara dengan Daddy. Bisakah uncle meminjam daddy sebentar?" Ucap Kao menahan emosinya. Tangannya terkepal kuat.


Judy mengangguk dan turun dari gendong Didi, Didi mengikuti langkah Kao meninggalkan kamar Selin. Setibanya diluar Kao langsung menghadiahi Didi bogeman di perut Didi.


BUGH ..!


"Ini karena kamu berani menghamili adik saya."


BUGH ..!


"Ini karena kamu sudah membuat adik saya menderita.


BUGH ..!


"Dan ini untuk Judy, karena kau membuat keponakanku menyandang status anak haram."


Didi terhuyung, ia hanya diam menerima setiap pukulan yang dilayangkan oleh Kao.


"Bangun ..!" Hardik Kao, Didi pun menurutinya.

__ADS_1


"Maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku mengaku aku sumber masalah Selin. Tapi aku mencintainya. Aku bahkan tidak tau jika saat Selin pergi dia dalam keadaan hamil. Jika saja aku tau aku tak akan melepasnya untuk pulang kembali ke negaranya." Kata Didi berlinang air mata. Semua yang ia katakan adalah sebuah penyesalan terbesar dalam hidup Didi.


"Kau membuat adikku diasingkan dari kerajaan. Kau membuat Selin menderita. Apa kau tau itu? Siapa yang memberimu hak untuk mencintainya." Kata Kao masih belum bisa meredam emosinya.


Ia begitu sakit mengingat penderitaan Selin. Ia diasingkan, menjadi bahan pembicaraan seluruh rakyat negara T karena ia seorang putri raja yang hamil tanpa suami.


"Aku tidak bisa memilih bahkan menentukan kepada siapa hatiku berlabuh. Cinta itu datang dengan sendirinya. Kami saling mencintai, aku baru tahu jika kepergian Selin pulang ke negaranya karena Selin ingin melindungi keluargaku dari seseorang yang mengincar nyawanya." Kata Didi penuh penyesalan. Andai dia mau sedikit saja memaksa Selin untuk berkata jujur pasti ia tak akan jauh dari putri mereka.


"Uncle, kenapa uncle marahi daddy Judy?" Tanya gadis itu dengan air mata yang berlinang. Gadis cilik itu mendekati sang ayah dan memeluknya erat.


"Sayang, uncle tidak sedang memarahi Daddy. Kamu kembali ke kamar mommy dulu ya." Kata Didi mengusap kepala putrinya.


"No, daddy. Kalo Judy tinggalin Daddy, uncle pasti akan memukul daddy lagi. Gadis kecil itu tadinya ingin ke kamar kedua sepupunya, tapi siapa sangka ia justru melihat ayahnya dipukuli oleh pamannya.


.


.


.


Judy terlelap dipangkuan Didi. Gadis cilik itu marah dan mendiamkan Kao. Ia tak terima jika ayahnya dipukuli. Didi dengan sayang mengusap kepala Judy. Semua interaksi itu disaksikan oleh Arya. Setelah 5 tahun adiknya begitu menderita kini kebahagiaan mulai menghampirinya. Arya merasa tenang sekarang.


Didi dan Arya menjelaskan semua dari awal, tangan Kao terkepal. Tapi ia tak menyalahkan Didi sepenuhnya, karena ini salah wanita klub itu. Dan suatu saat Kao akan membalas perbuatan wanita itu.


"Apa kalian mengenal Archel?" tanya Didi kemudian. Kao dan Araya mengangguk ada sorot mata ketakutan di mata Araya.


"Bagaimana kau mengenal Archel?" tanya Kao curiga pada Didi.


"Tadi siang setelah aku bertemu Judy di mall aku pulang ke apartemen. Saat di tempat parkir aku mendengar seseorang berbicara lewat telepon mengatakan jika Archel ingin menangkap atau membunuh putri Selin. Saat itu di pikiranku hanya terpikir, apakah Selin yang mereka maksud sama sedang Selin yang ku kenal. Maka dari itu aku mencari Selin." terang Didi.


"Tapi bagaimana bisa kau menemukan kami disini?" tanya Araya bergetar. Jika Didi mudah menemukan mereka itu artinya keberadaan mereka juga mudah di ketahui Archel.


"Setelah menyerahkan Judy padamu aku kembali mengingat seperti pernah melihatmu, dan ternyata aku baru ingat kau wanita 5 tahun lalu yang menemani Selin mendatangiku." Kata Didi. Araya terkejut Didi masih mengingat dirinya. --- "Lalu aku meminta tolong sahabatku untuk meretas CCtv dan aku mendapati kalian disini. Ini hotel milik temanku tadi. Aku juga sudah menghapus jejak kalian. CCtv yang terdapat wajah kalian sejak dari bandara sampai ke hotel ini." Kata Didi.


"Tapi Kao baru saja dari restoran di hotel ini." Kata Araya cemas.


"Di sini daerah kekuasaan sahabatku. Aku akan meminta mereka mengurusnya." Jawab Didi.

__ADS_1


Gerry sudah undur diri dari tempat itu keberadaannya sudah tidak lagi di perlukan. Ditambah putrinya menelepon jika sejak tadi Dian terus muntah dan terlihat lemas. Kehamilan anak Dian yang sekarang memang sedikit lebih ekstrim dibandingkan dengan kehamilan sebelumnya.


Semua orang dikamar Selin memperhatikan pergerakan Selin. Arya ikut berjaga disana setelah mendapat ijin dari pemilik rumah sakit. Dia juga sudah menghubungi Nayla jika dirinya tak bisa pulang lebih awal karena mengurus Selin.


Beruntung Nayla bukan tipe istri yang ribet. Dan Arya merasa bersyukur bisa memperistri Nayla. Sahabat masa kecilnya. (Ga boleh penasaran ma hidup mereka sebelum kisah ini selesai karena ini kehidupan 5 tahun kemudian ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ ga mungkin Arya betah menjomblo)


.


.


.


Selin sedang duduk di taman, menatap Judy yang sedang riang bermain. Ia melihat kehadiran seorang pria yang dia kenal. Pria yang dulu pernah ia tolak lamarannya. Pria itu membawa sebuah pistol di tangannya. Ia mengarahkan pistol itu ke arah Judy. Mata Selin membulat. Selin segera berlari namun sepertinya dia akan sulit menjangkau putrinya di saat seperti itu pria itu melepaskan tembakan. Jantung Selin seakan terjatuh dari tempatnya. Di saat itu juga tubuh Selin membeku. Saat ada sesosok pria yang melindungi putrinya.


"Daddy .. Daddy! Judy menangis histeris saat tubuh pria itu tergeletak.


Selin melangkah dengan perasaan takut dan cemas. Sedangkan pria tadi sudah pergi dari sana.


"Archel .." desis Selin. Ia berjalan semakin mendekat kearah putrinya dengan langkah tergesa. Tak dipungkiri jantung Selin berdebar-debar.


"Daddy .. bangun!" jerit Judy menggoyangkan tubuh pria itu. Selin berjongkok menatap wajah pria itu.


Pria itu membuka matanya menatap sendu wajah Selin. Tangannya terulur membelai wajah Selin dan Judy bergantian seraya tersenyum hangat padahal jelas-jelas dirinya sedang terluka.


"Ku mohon jangan tinggalkan aku Selin." Lirih pria itu. --- "Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Maafkan kesalahanku dulu." lanjutnya.


Kataยฒ itu selalu terngiang bahkan di alam bawah sadar Selin sejak Selin kecelakaan 2 tahun lalu. Suara tanpa wajah, namun kini wajah pria itu tampak jelas di hadapan Selin.


Air mata Selin gugur begitu saja. Ia mengusap wajah pria yang sangat ia rindukan.


"Didi .. kumohon bertahanlah!" Lirih Selin dengan suara tercekat. Air mata Selin mengalir begitu saja.


Judy terisak memeluk Didi. Mata Didi mulai terpejam. Selin begitu cemas, Ia menggoyangkan tubuh Didi, dan Judy terus berteriak memanggil nama Daddy nya.


"Bangun .. Didi! kau bahkan belum mendengar apapun, kau juga belum mendengar penjelasan ku. Bangun ..!!" jerit Selin.


"Didi ..!" jerit Selin histeris.

__ADS_1


โ›…โ›…โ›…โ›…โ›…โ›…โ›…โ›…


Jangan lupa like komen dan hadiah Kalian othor tungguin. Jangan minta kreji up othor ga akan sanggup. yang minta kreji up kudu nyumbang 5 kopi buat othor, per orang. Kalo memenuhi target othor bakalan kreji up.. ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ wkwkwkw malak halus neh kata gini ya kan.


__ADS_2