Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
58


__ADS_3

⛅ Selamat membaca ⛅


Dian menutup mulutnya tak percaya dengan kejutan yang Gerry beri padanya. Matanya mengerjap berkali kali. Hingga membuat Gerry tertawa.


"Apa kau menyukainya?" tanya Gerry. Dian mengangguk antusias.


"Aku menyukainya mas," Dian melirik sisi kanan dimana disana mansion kakeknya berdiri kokoh dan menjulang. Meski tak sebesar mansion kakeknya, rumah yang Gerry sediakan tak kalah mewahnya. Rumah bergaya ala Eropa itu terlihat begitu megah dengan pilar yang besar dan kokoh. Di sana nyonya Arimbi dan nyonya Arini menyambut di depan pintu dan masing-masing menggendong Zafrina dan Zafa, membuat Dian tak mampu menahan air matanya.


Bahagia, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Dian saat ini.


Gerry mendorong kursi roda Dian untuk masuk menjelajahi hunian baru mereka. Ada 8 pelayan yang menyambut mereka termasuk Dori si kepala pelayan dan bi Siti wanita yang mengasuh Gerry sejak kecil.


"Kenapa kamu lakukan ini semua mas, ini terlalu berlebihan." Kata Dian.


"Karena aku ingin memulai semua dari awal denganmu sayang." Jawab Gerry tanpa menyurutkan senyumnya.


"Tapi mas,"


"Sayang, aku tau, jika selama ini aku tidak peka dengan perasaanmu. Maafkan aku!" ujar Gerry, ia berjongkok di depan kursi roda Dian, dan menggenggam erat jemari istrinya.

__ADS_1


"Mas .." Dian sudah tak bisa berkata-kata lagi.


"Kamu mau kan memulai semua dari awal lagi denganku?" tanya Gerry Dian pun menganggukkan kepalanya.


Gerry menunjukkan kamar utama mereka dilantai 3. Mansion itu juga difasilitasi dengan lift mengingat Dian sudah hamil besar agar Dian bisa leluasa naik dan turun.


.


..


...


Sudah 2 bulan Selena menjadi pecandu narkotika. Pikirannya benar benar kacau. Bahkan Rian menyetop kucuran dana yang sering masuk lewat kartu ATM yang diberikan padanya dulu.


"Aku harus membuat perhitungan padamu Gerry, kau akan merasakan bagaimana hidup sendirian sepertiku. Beraninya kau menolakku!" Gumam Selena.


Semenjak karirnya meredup. Hidup Selena seolah jungkir balik dari kehidupan sebelumnya. Dulu hidupnya penuh keglamoran dan foya foya. Ia tak peduli berapa rupiah uang yang telah dia habiskan dalam waktu satu hari. Sahabatnya dulu selalu ada untuknya menemani dirinya menghabiskan uang belanja yang Gerry beri untuknya. Namun kini saat dirinya sudah dibawah, satu per satu sahabatnya menjauhinya. Kehidupan memang sedikit kejam, uang bisa mendatangkan banyak teman. Namun juga bisa menghilangkan teman dalam waktu sekejap.


.

__ADS_1


..


...


Dian duduk di kursi taman menikmati suasana sore yang begitu bahagia, keluarganya semua berkumpul bahkan Sasa sahabatnya ikut hadir menyambut kepulangan Dian.


Meskipun hati Dian masih sedikit merasakan kegundahan, tapi Dian tak ingin menunjukkannya pada semua orang. Ia juga merasa senang karena sang kakek dengan senang hati menyambut keluarga Ardana menjadi bagian dari keluarganya.


"Apa keluarga mantan suamimu ingin mempermasalahkan hak asuh Zafrina?" tanya tuan Kusuma.


"Iya kakek, tapi aku yakin mas Gerry akan menjaga Zafrina dan aku."


"Berhati-hatilah nak, keluarga mereka bukanlah dari keluarga biasa." Ujar tuan Kusuma.


"Apa ayah kenal dengan keluarga mantan suami Dian?" tanya nyonya Arimbi cemas.


⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅


dikit dulu gengs anakku lagi demam

__ADS_1


__ADS_2