Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Bab 84


__ADS_3

⛅ Selamat membaca ⛅


Setelah menyusui kedua anaknya, Dian kembali terlelap. Mungkin karena efek obat biusnya masih tersisa. Rian mengetuk pintu ruang rawat Dian. Sejak tadi Zafrina rewel memanggil mamanya.


Gerry langsung membuka pintu saat terdengar ketukan dari luar. Ia kira itu adalah ibunya tapi ternyata bukan.


"Rian .."


"Maaf mengganggu istirahatmu. Tapi dari tadi Zafrina terus menangis mencari Dian." Kata Rian, Gerry tersenyum melihat gadis kecil itu tidur pulas di pelukan Rian.


Saat Gerry mengangkat tubuh Zafrina tiba-tiba gadis itu menjerit.


"Mama ..." Dian tersentak kaget langsung reflek terbangun. Dan kemudian mendesis.


"Sayang .. Aawh." Gerry kembali menyerahkanmu Zafrina, dan melihat kondisi Dian.


"Kamu ga apa-apa?" Gerry membantu Dian membenarkan posisinya.


"Sakit mas .." Dian meringis merasakan nyeri yg sangat menyiksa.


"Aku panggilkan dokter. Bersabarlah!" kata Gerry. Dian menggeleng, ia menatap Rian yang masih memeluk Zafrina yang sedang menangis memanggil-manggil dirinya.

__ADS_1


Rian mendekat dengan Zafrina yang ada di dekapannya. Sekilas matanya menatap wajah pucat Dian.


"Apa dulu wajahnya sepucat ini saat melahirkan Zafrina?" batin Rian iba. Membayangkan dulu gadis itu sendirian melahirkan putri mereka.


"Berikan Zafrina kepadaku tuan." Kata Dian. Rian segera meletakkan Zafrina disisi ranjang Dian.


"Mama .. Ina indak au" gadis itu terus menangis. Dian pun ikut menangis, putri kecilnya pasti trauma.


Dian mengusap usap rambut panjang putrinya. Gadis kecil itu mulai tenang dan lama-kelamaan terlelap.


"Apa dia sudah makan tuan?" tanya Dian pada Rian.


Ahh .. kenapa tiba-tiba aku merasa sangat menyesal telah melepaskan dirinya.


Gerry mengeryit aneh, menatap Rian terus memandangi istrinya. Bahkan dia berdehem dua kali. Namun tak membuyarkan tatapan mata Rian, pada sang istri. Dan Gerry tidak suka melihat itu semua.


"Apa masih ada hal lain lagi yang ingin kau katakan?" tanya Gerry. Rian tersentak dari lamunannya. Ia sampai menggelengkan kepalanya dengan apa yang sempat terlintas dipikirannya.


"Ah .. tidak. Maaf aku mengganggu waktu kalian." Rian segera berlalu dari ruangan Dian. Entah mengapa hatinya tiba-tiba merasa sangat menyesal sempat memperlakukan Dian dengan buruk.


.

__ADS_1


..


...


"Dasar anak tidak berguna. Percuma aku membesarkanmu." Pria itu terus menekan leher putrinya. "Kau anak si*alan, anak tak berguna. Kau harus balas dendam pada mereka." Kata pria itu lagi.


"Kau pria ba*jing*n .. aku benci kamu." Teriak gadis itu.


"Babe .. hei ada apa denganmu babe?" Aldo menepuk perlahan pipi Veni. Dahi Veni sudah basah karena berkeringat. Gadis itu masih terus berteriak dan meronta.


"Aku benci kamu .. pergi." Aldo sedikit menghentak tubuh Veni hingga gadis itu membuka mata. Wajahnya basah antara air mata bercampur dengan keringat.


"Ada apa babe ..?" tanya Aldo, ia meraih gelas air putih di nakas dan memberikannya pada Veni.


"Ini mengerikan sekali Do, dia sudah mati kenapa dia mendatangiku. Dia ingin aku balas dendam pada keluarga paman." Isak Veni menutupi wajahnya. Ia benar-benar takut mimpinya terasa begitu nyata.


Aldo memeluk tubuh Veni yang gemetaran. Entah apa yang gadis itu rasakan. Sepertinya Veni benar-benar membenci sosok Burhan.


⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅


othor up lagi. Makin kesini per bab isinya +- 500an kata. happy reading y 😘

__ADS_1


__ADS_2