Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Bab 92


__ADS_3

⛅ Selamat membaca ⛅


Gerry menghubungi Sekar, mantan sekertaris ayahnya. Jika jenasah Gerald sudah siap diberangkatkan dari rumah sakit. Gerry menatap sekali lagi wajah adiknya yang sudah terbujur kaku. Ia mengecup dahi Gerald untuk yang terakhir kalinya.


"Beristirahat lah dengan tenang. Aku akan pastikan selalu menjaga ibumu dari jauh. Karena ibumu tidak mau ada di dekat kami. Ku harap kau mau memaafkanku." Ujar Gerry. Tubuh Gerald dibungkus dengan kain putih setelah sebelumnya tubuhnya dibersihkan.


Sigit mengantar Sekar hingga pelataran rumah sakit. Disana Gerry telah menunggu di dekat ambulans yang akan membawa jenasah Gerald. Gerry menyiapkan dua bodyguard untuk menjaga dan mengawasi Sekar saat berada di kota kelahirannya.


Gerry memeluk tubuh wanita paruh baya itu. Matanya tak bisa membohongi Gerry jika dirinya benar-benar sedang berduka.


"Terimakasih, dan maafkan aku atas kesalahan ku dulu." Ujar Gerry.


"Semua orang tidak akan tau dengan takdir esok hari. Jangan berbuat sesuatu yang akan kau sesali nantinya. Jaga kesehatan ayahmu untukku. Jaga jantung Gerald. Datanglah ke kotaku jika kau ingin mengajak anak-anakmu berlibur." Kata Sekar mengurai pelukan Gerry. Ia harus segera pergi mengebumikan putranya.


Gerry menatap nanar kepergian mobil ambulans yang membawa tubuh adiknya. Di belakang mobil ambulans, sebuah mobil sedan berwarna hitam yang berisi dua orang suruhan gerry, mengikuti iring-iringan ambulans itu.


Gerry mendesah, melepaskan beban yang ada di hatinya. Namun kenapa hatinya masih tak tenang. Ada apa sebenarnya. Gerry memutuskan menemui Dian terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor.

__ADS_1


.


.


.


Gerry berjalan dengan langkah gontai. Tubuhnya sungguh sangat letih. Seharian penuh tanpa istirahat ia mengurus semua masalahnya. Namun alangkah terkejutnya Gerry, saat tiba di depan pintu ruangan Dian. Dua orang dokter dan 3 orang suster sedang mengerumuni ranjang Dian.


Batin Gerry bergejolak, nafasnya terasa sesak.


Jantung Gerry seakan dipompa dengan cepat. Sudut matanya terasa panas. Apa yang terjadi dengan istrinya. Gerry menghampiri kedua mertuanya. nyonya Arimbi menangis terisak di pelukan ayah mertuanya. Perasaan Gerry semakin tak tenang. Apa yang sebenarnya terjadi dengan istrinya.


Tuan Hanafi menatap Gerry sekilas dengan wajah sendu tanpa menjawab pertanyaan gerry. Ayah mertuanya sibuk menenangkan nyonya Arimbi yang terus menangis.


Gerry melihat seorang suster memegang AED (automated external defibrillator) atau yang sering dikenal dengan alat kejut jantung.


Seorang dokter sedang berusaha menekan dada Dian. Gerry semakin tak mengerti apa yang terjadi. Kepalanya terasa berat. Tapi dia harus tau kenapa istrinya bisa seperti ini.

__ADS_1


.


.


.


Arya yang baru akan beristirahat mendapat laporan tentang Dian langsung menuju ke lantai teratas. Hatinya benar-benar mencemaskan wanita itu. Bohong jika dirinya berkata bisa menghapus perasaannya untuk Dian. Nyatanya hanya mendengar nama Dian di sebut membuat kerja jantung dokter Arya semakin cepat. Seperti sekarang, dia mendekat kepada rekan²nya. Dan menanyakan kronologinya.


Hatinya semakin berdesir saat AED di letakkan di dada Dian.


"Denyut jantungnya kembali dokter." ujar suster yang memantau monitor. Kedua dokter dan dokter Arya langsung bernafas lega meskipun denyut jantungnya masih lemah. Dokter lainnya memasang selang oksigen di hidung Dian.


Gerry mendekati Arya untuk menanyakan apa yang terjadi dengan Dian.


"Kenapa dengan istriku Arya?" tanya Gerry cemas.


⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅

__ADS_1


Niatnya nulis satu eh malah kedobelan. Awas aja ya kalo like di part sebelumnya sedikit. 😡😡. Jangan sampai karena double up, like di part sebelumnya dilewatin. Tar othor cubit ginjal kalian baru tau rasa. 😂😂


__ADS_2