Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Bab 79


__ADS_3

⛅ Selamat membaca ⛅


"Apapun aku akan berikan yang kau minta. Kau boleh memiliki semua hartaku tapi lepaskan putriku." Ujar Gerry bernegosiasi.


Burhan terbahak-bahak mendengar tawaran Gerry, yang dia ingin saat ini melihat keluarga Hanafi menderita. Burhan menatap Zafrina yang masih menangis ditangannya. Ia langsung memiliki ide untuk melenyapkan bayi itu.


"Ayah, hentikan semuanya. Apa ayah kurang puas selama ini? Ayah sudah menipu paman Hanafi, ayah sudah menjual rumah mereka. Ayah juga sudah menjual Dian pada tuan Rian apa semua masih kurang ayah?" Seru Veni. Ia tak menyangka ayahnya sampai berbuat nekat. Veni perlahan mendekati Burhan. Namun baru beberapa langkah Burhan kembali mengancam. Kali ini ia mengarahkan Zafrina diatas kolam renang. Dian berteriak histeris.


"Jangan ada yang mendekat atau aku lempar dia." Gertak Burhan.


Rian yang baru datang dan mendengar teriakan Dian sangat terkejut. Seorang pelayan memberitahu Rian jika Zafrina sedang di sandera. Betapa terkejutnya Rian. Siapa yang berani-beraninya menyandra putrinya. Tapi Rian tak boleh gegabah dia harus mencari celah untuk melumpuhkan orang itu.


Rian memanggil pelayan dan menanyakan jalan pintas menuju ruang penyimpanan barang. Dari sana Rian dapat mengawasi gerak gerik semua yang ada di taman belakang.


Sedangkan suasana semakin mencekam saat Burhan seolah-olah hendak menjatuhkan tubuh Zafrina.


"Burhan, urusanmu hanya denganku. Jangan libatkan cucuku." Kata Hanafi. Ia pun sangat cemas takut cucunya dijatuhkan ke kolam.

__ADS_1


Tubuh Dian semakin lemah, perutnya terasa semakin sakit dia meringis saat merasakan sesuatu mengalir dari pangkal pahanya.


Didi berjalan mengendap-endap mendekat ke arah Burhan. Ia yakin pria itu akan tetap menjatuhkan Zafrina. Jadi sebaiknya ia bersiaga.


Rian mulai membidik Burhan. Dirinya geram bukan main melihat Burhan menyentuh putrinya yang berharga. Ditambah ia melihat ibunya terbaring tak berdaya ditanah. Seperti bom yang ditekan pemicunya. Kemarahan Rian benar-benar tak bisa dikontrol lagi.


Setelah mengunci buruannya Rian melepaskan dua tembakan sekaligus.


Dor .. Dor ..!!


"Zafrina .." Teriak Dian dan kemudian ia tak sadarkan diri. Gerry sama terkejutnya saat mendengar suara tembakan dilesatkan.


Gerry terkejut melihat darah mengalir dari pangkal paha Dian.


Rian mendekat ke arah Didi. Ia melihat mata putrinya yang terpejam hatinya seakan tertimpa batu besar begitu menyesakkan. Andai ia tidak terlambat datang pasti semua tak akan pernah terjadi.


Didi terus memompa dada Zafrina. Hingga gadis kecil itu tersedak mengeluarkan air dari mulut dan hidungnya. Lalu ia menangis kencang semua merasa lega mendengar tangis gadis itu. Veni menatap nanar ke arah ayahnya yang terapung di kolam renang rumah itu. Aldo yang mengerti tatapan mata Veni langsung melompat ke air dan mencoba menyelamatkan Burhan.

__ADS_1


Gerry terkejut saat akan mengangkat tubuh Dian merasakan basah di bagian bawah inti tubuh Dian. Saat Gerry melihat betapa stoknya dia saat mendapati tangannya sudah bersimbah darah. Wajah Dian sudah seputih kapas dan bibirnya hampir membiru.


"Ayah .. Dian yah." Semua mata kini menoleh kearah Gerry. Tuan Hanafi setengah berlari menghampiri Gerry. Ia pun tak kalah terkejutnya.


Gerry dengan langkah kaki bergetar mengangkat tubuh Dian.


"Tuhan tolong selamatkan istri dan anak-anak hamba." Gumam Gerry.


⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅


Senin say.. yang punya tiket vote boleh disumbangin ke othor. Biar semangat.


Vote yang terpakai seperti ini ya gaes



__ADS_1


kalo punya kalian belum kaya gini begini silahkan update noveltoon yang terbaru. Kalo ga sayang Vote kalian ga akan terhitung.


__ADS_2