
⛅ Selamat membaca ⛅
Veni dan Aldo mendapat beberapa pertanyaan dari polisi. Jawaban keduanya hampir sama. Karena Veni anggota keluarga Burhan, polisi mempertanyakan pada Veni apakah menghendaki Visum pada ayahnya. Tapi Veni memilih tidak. Dan meminta polisi untuk berhenti melakukan pemeriksaan lanjutan. Dia tidak mempermasalahkan kematian ayahnya. Mungkin memang ini balasan yang harus ayahnya terima.
Setelah dari kantor polisi, Aldo membawa Veni ke apartemen miliknya. Ia merasa prihatin pada gadis itu.
Aldo mengambilkan segelas air hangat untuk Veni. Ia kembali duduk dan meraih tubuh Veni agar bersandar padanya.
"Ini minumlah dulu." Veni menerima gelas itu dengan tangan gemetaran. Aldo membantu Veni agar gelasnya tidak jatuh. Setelah meminum air itu, Veni menenggelamkan wajahnya di dada Aldo dan mulai terisak.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar malu pada keluarga paman Hanafi. Kenapa ayah tega melakukan semua ini. Aku baru saja mendapat maaf dari mereka. Tapi ayah, merusak semuanya Do."
"Percayalah .. mereka keluarga yang baik. Toh bukan kamu yang melakukan kesalahan. Aku akan tetap akan menemanimu apapun yang terjadi, jadi tenanglah!"
"Tapi Dian? aku takut gara-gara ulah ayah tadi bayi-bayi mereka .." Veni tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Ia tak sanggup membayangkan apa yang terjadi pada Dian. Ia semakin terisak, Aldo mengusap punggung Veni dengan lembut.
"Aku akan hubungi Gerry. Semoga saja Dian baik-baik saja. Aku tau wanita itu kuat."
.
..
...
__ADS_1
Nyonya Santika mendapat perawatan intensif. Ia baru saja sembuh dari sakitnya. Tapi tiba-tiba harus melihat situasi seperti itu membuat dirinya syok.
Sedang Zafrina setelah dilakukan check up keseluruhan pada paru-parunya diperbolehkan pulang. Namun Rian tetap membawa gadis kecil itu di ruang perawatan ibunya. Sementara Rian terpaksa harus meninggalkan Selena. Ia harus memprioritaskan ibunya terlebih dahulu. Toh dirinya sudah menyewa seorang suster jaga untuk Selena.
.
..
...
Tuan Hanafi kembali ke ruang perawatan istrinya. "Mas, bagaimana kondisi Dian?" tanya nyonya Arimbi begitu melihat Suaminya masuk.
"Kau tidak perlu khawatir. Putri kita anak yang kuat. Dia sudah melewati masa kritisnya. Tapi dua cucu kita harus mendapat perawatan intensif di inkubator." Kata tuan Hanafi.
"Kasihan mereka harus lahir prematur." kata nyonya Arimbi menitikkan air mata.
"Lalu Zafa mana?"
"Di rumah sama Bi Esih dan bi Yuni. Sigit juga ada disana buat menempatkan bodyguard. Siapa tahu Burhan tidak bergerak sendirian tadi.
"Kamu pokoknya harus waspada terus Ger."
"Iya ma .." Jawab Gerry.
__ADS_1
Gerry kini sudah berganti baju. Sigit Asistennya datang membawakan baju ganti untuk Gerry dan melaporkan jika Burhan sudah mati. Dan ternyata Burhan selama ini menjadi buronan polisi sebagai bandar narkoba.
Gerry duduk di samping brankar Dian, sedangkan kakek Kusuma dan pasangan baru itu pulang untuk beristirahat.
"Sayang, bangunlah! anak-anak kita membutuhkanmu. Dan aku juga." Gerry mengusap wajah Dian, membelainya dengan penuh cinta.
Sedih, bahagia, kecewa bercampur menjadi satu. Selama ini dia selalu bertekad membalas semua perlakuan kejam keluarga Burhan pada Dian. Tapi justru Rian lah yang selalu menjadi eksekutor. Bahkan dia tak pernah berbuat apapun untuk membahagiakan Dian. Yang ada ia selalu melukai Dian dan menyakiti hati Dian dengan ucapan-ucapannya.
"Maafkan aku yang tidak becus menjagamu." Ucap Gerry, kepalanya menunduk, Ia mencium jemari tangan Dian.
"Kau sudah menjagaku dengan baik mas." Kata Dian lirih. Gerry menegakkan tubuhnya, ia mengucek matanya berkali-kali.
"Kamu sudah sadar sayang?" ujar Gerry senang, Dian mengangguk lemah. Dian meraba perutnya yang terasa kosong. Matanya langsung membelalak.
"Mas, anak kita!"
"Ssstt .. tenang lah! mereka baik-baik saja. Jangan khawatir.
"Tapi mereka .. Aaw sshh!"
"Sudah ku bilang, tenanglah. Dokter terpaksa harus mengeluarkan mereka karena tali plasentanya putus. Itulah yang menyebabkan kamu mengalami pendarahan." Kata Gerry. Dian meringis menahan sakit. Gerry yang merasa cemas langsung menekan tombol darurat.
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
__ADS_1
othor udah kehabisan kata-kata.
Pokoknya ditunggu vote dan hadiahnya lagi. Jangan lupa like dan komen oke 😘😘