
⛅ Selamat membaca ⛅
"Apa ayah kenal dengan keluarga mantan suami Dian?" tanya nyonya Arimbi cemas.
Tuan Kusuma mengangguk lalu ia menatap putranya dengan tatapan seolah mengingat sesuatu.
"Apa kau ingat dulu sebelum kau membawa Arimbi ke rumah, ibumu membawa seorang wanita keturunan ningrat?" tanya tuan Kusuma mencoba mengingatkan putranya akan seseorang di masa lalunya.
"Apa maksud ayah, wanita yang dulu ibu persiapkan untuk menjadi jodohku?" tanya tuan Hanafi terkejut. Tuan Kusuma mengangguk.
"Ya, wanita itu ibu dari mantan suami anakmu. Awalnya aku tidak tahu sampai orangku mengatakan jika putrimu menjadi rahim sewaan keluarga Al Fares. Yang aku tau Al Fares adalah nama suami Santika saat itu. Aku berusaha mencari tahu namun sepertinya putra mereka bertindak tanpa sepengetahuan orang tuanya. Semua terbukti hingga Dian melahirkan tidak ada satu pun keluarga mereka yang bertindak.
"Lalu kenapa sekarang mereka menginginkan cucuku?" tanya Arimbi.
"Karena mereka baru mengetahui keberadaan Zafrina. Dan sepertinya mereka juga belum tahu jika Dian adalah anak dari pria yang menolak kehadirannya dulu." Ujar tuan Kusuma sedikit menyindir putranya.
Semua orang terdiam terlebih Dian. Dia semakin merasa takut jika sampai keluarga Rian berbuat nekat.
"Tenanglah, aku akan memperketat penjagaan di sekitar kalian." Ujar Gerry, Ia tau saat ini Dian sedang benar benar ketakutan.
"Kau tidak perlu takut sayang, kakek sudah menempatkan beberapa bodyguard bayangan yang akan menjaga cicit kakek. Apa kau kira kakek akan diam saja jika cicit kakek diusik?" tegas tuan Kusuma menyeringai tipis.
Setelah asik menghabiskan sorenya, kini Gerry dan Dian sedang berada di dalam kamar, seusai makan malam Gerry membawa Dian untuk segera istirahat karena Dian masih harus bedrest selama seminggu.
"Apa kakimu sakit?" tanya Gerry, saat melihat kaki Dian begitu bengkak.
"Tidak terasa apapun hanya berat." jawab Dian sambil tersenyum tanpa Dian duga, Gerry masuk ke kamar mandi mengambil baskom air dan mengisinya dengan air hangat. Lalu Gerry sedikit memberi garam di air tersebut dan membawanya di dekat ranjang. Perlahan Gerry meraih kaki Dian dan meletakkan kaki Dian ke dalam baskom.
__ADS_1
"Mas!" Dian menggeleng, ia tak menyangka Gerry akan memperlakukan dirinya seperti ini.
"Biarkan aku menebus 5 bulan waktu yang terbuang. Aku ingin memastikan kau dan buah hati kita baik baik saja.
"Mas, sungguh ini semua salahku. Aku yang tidak cukup sabar untuk menunggu penjelasan darimu."
"Ssstt .. sekarang kita hanya akan menatap masa depan kita. Jangan menengok masa lalu.
.
..
...
Di klub Star milik Aldo, seorang pria paruh baya menarik putrinya dari ruangan VIP hingga menimbulkan kegaduhan.
"Ada apa ini?" tanya Aldo dengan wajah yang memerah. Bisa²nya gadis itu membuat obat di klub miliknya.
"Siapa kau?" tanya Burhan.
"Aku pemilik klub ini. Apa kau ada masalah?" ujar Aldo acuh.
"Oh, jadi kau. Dasar breng*sek beraninya kau menjual putriku." Ujar Burhan dengan geram.
"Cih .. sudah untung aku menampungnya disini. Jika tidak mungkin sekarang yang kau seret hanyalah mayatnya saja."
"Apa maksudmu, dan jangan sekali-kali membodohi ku."
__ADS_1
"Hah .. aku membodohi orang seperti kalian untuk apa? Dengan sekali tekan nama seseorang di ponselku ini, aku bisa pastikan putrimu itu akan berakhir di penjara." gertak Aldo, tubuh Veni menegang. Ia tau siapa yang akan dihubungi oleh Aldo. Dengan setengah berlari ia berlutut di kaki Aldo.
"Jangan ku mohon!"
"Bicara yang benar .." bentak Aldo seraya mencengkeram dagu Veni.
"Aku mohon tuan, jangan hubungi dia. Aku akan kembali bekerja." Ujar Veni ketakutan.
"Veni ..!" teriak Burhan tak terima.
"Biarkan aku disini pah, aku nyaman bekerja di sini." Ujar Veni, Burhan mengetatkan rahangnya, tangannya terkepal erat siap memukul Aldo, namun belum sempat tangannya mengenai wajah Aldo, lengan Burhan ditahan oleh kedua bodyguard Aldo.
"Bawa dia keluar, pastikan jangan sampai pria ini menginjakkan kakinya disini." Perintah Aldo pada anak buahnya.
.
..
...
"Kalian awasi wanita ini. Jika ada kesempatan culik dia. Dan bawa kesini."
"Baik nyonya."
Seringai jahat menghiasi wajah wanita itu. Ia benar-benar akan membuat perhitungan pada mereka yg sudah mencampakkan dirinya.
⛅⛅⛅⛅⛅
__ADS_1
Maaf y masih tahap seadanya dulu daripada g up.