Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
S2. Surprise Party


__ADS_3

**********


"Ayo Ra buruan masuk." Ujar Pria itu yang ternyata dokter Arya. Akhirnya mau tak mau Ara masuk ke dalam mobil dokter Arya.


"Kok bisa sampai sini A?"


"Disuruh mama buat jemput kamu Ra?"


"Emang ada acara apa? kalo gitu aku telepon Aa Arsen dulu ya? biar ga nyariin, soalnya tadi aku janji mau ke Kantornya." Kata Ara ia sudah memegang ponselnya namun seketika direbut oleh Arya.


"Eh jangan ..! Kita mau buat surprise party karena hari ini Arsen ulang tahun. Tadinya mama mau ngajak diner langsung tapi takutnya Arsen malu dan nolak."


"Serius Aa sekarang ulang tahun?" Tanya Ara dengan wajah terkejutnya.


"He .. he .. he ya wajar kalo kamu ga tau apa-apa Ra, kan kalian juga kenal baru 10 hari dan langsung nikah. Gila ga tuh? Tapi ambil hikmahnya aja Ra, lebih enak pacaran setelah nikah karena mau ngapa-ngapain udah halal." Ujar Arya menghibur Ara, gadis itu merasa sedih karena memang belum tau apapun mengenai suaminya itu.


Ara menghembuskan nafasnya kasar. Untuk mengusir perasaan bersalahnya. Tau seperti itu tadi dia tak akan berulah memukul Arsen.


"Boleh mampir ke mall dulu ga sih? aku biar bisa beli sesuatu buat Aa?"


"Ga bisa Ra .. tapi tenang aja kado teristimewa Arsen adalah menikah sama kamu. Cukup kamu siapkan diri kamu sendiri berdandan memakai pakaian seksi dan layani dia sampai puas udah pasti itu kado terindah sepanjang usianya." Ujar Arya tanpa difilter ucapannya. Membuat wajah Ara merah padam.


"Nanti kamu kilat khusus sama Nayla istriku saja. Pasti kamu akan langsung dapet ilmu buat nyenengin suami." Lanjut Arya. Ara hanya terdiam tanpa berniat menjawab ucapan Arya.


Tanpa sadar Ara sudah tiba di kediaman keluarga Arman. Dirinya di sambut hangat oleh mama Clara dan Nayla yang menggendong putri cantiknya.


"Hai Raya keponakan onty, apa kabar sayang?" Ara terlihat gemas sekali dengan anak dokter Arya dan Nayla itu.


"Baik onty .." Jawab Nayla menjawab dengan menirukan suara anak-anak.

__ADS_1


Ara dibawa masuk mama Clara, Setelah memberitahukan konsepnya. Ara berkata ingin membuat kue ulang tahun khusus untuk Arsen. Keahlian yang selama ini tersembunyi dari gadis itu.


Dan mama Clara menyetujuinya. Setelah menanyakan apa kesukaan Arsen, Ara mulai membuat kue dengan bahan-bahan yang sudah mama Clara Siapkan.


Tanpa terasa dua jam terlewatkan Ara sama sekali tak ingat dengan janjinya pada Arsen. Sedang pria itu sudah uring-uringan sejak tadi. Ini sudah melewati jam yang sudah Ara janjikan. Arsen mencoba menghubungi nomer ponsel Ara, tapi ternyata ponsel Ara mati. Pikiran Arsen sudah tak karu-karuan. Ia akhirnya memberesi mejanya dan menyambar jas serta tas kerjanya. Ia tak bisa bekerja dengan benar karena terus kepikiran tentang Ara. Banyak pikiran-pikiran buruk mulai bersliweran di otaknya, terlebih Ara pagi tadi berpamitan bertemu dengan dosennya yang masih muda dan tampan.


Arsen menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju universitas tempat Ara menuntut ilmu.


Ia mondar mandir di depan fakultas Ara yang terlihat sepi. Mata Arsen menatap sekelilingnya ada sekelompok perempuan sedang berjalan ke arahnya.


"Maaf, apa kalian kenal dengan Tiara?"


"Tiara gadis kampungan itu? Buat apa mas nyariin dia, mending sama saya saja mas. Kita lebih selevel." Ujar gadis itu. Wajah Arsen membeku mendengar istrinya di cela seperti itu. Wajahnya mengeras. Tampak urat-urat wajahnya menegang.


"Jaga mulutmu nona. Aku bisa saja menghajar wajahmu itu." Ujar Arsen dingin, namun bukannya takut dan diam gadis itu malah semakin tertantang.


"Sekali lagi kau menyebut istriku seperti itu, akan ku pastikan, itu adalah hari-hari terakhirmu dapat menikmati dunia." Desis Arsen dengan mata menyala penuh kemarahan. Gadis itu gemetaran, ia takut menatap Arsen. Siapa pria yang menjemput Ara? Disaat batinnya bergejolak, ponsel Arsen berdering panggilan dari mama Clara. Arsen berjalan meninggalkan gadis-gadis itu.


"Halo ma ... "


"...... "


"Iya ma Arsen usahakan ya ma, Soalnya Arsen ga tau dimana Ara sekarang." Ujar Arsen tampak frustasi.


"...... "


"Arsen juga ga tau ma, Arsen udah ke kampus Ara tapi dia ga ada. Kata temen-temennya Ara pergi sama cowok lain ma."


"...... " Iya ma, nanti Arsen kesana. Sekarang Arsen mau cari Ara dulu ma." Arsen mematikan sambungan teleponnya. Ia menelungkupkan wajahnya di stir mobil. Baru saja dia merasa bahagia, sekarang dia dibuat galau.

__ADS_1


Dengan malas Arsen menjalankan mobilnya pulang ke rumah. Semoga saja Ara ada di sana. Setelah hampir 20 menit berkendara Arsen tiba di rumah. Keadaan pintu masih terkunci. Arsen mengeluarkan kunci cadangan dan membuka pintu ia memanggil nama Ara namun tak ada sahutan.


Sedangkan di tempat lain Ara saat ini sedang diberi ilmu kilat oleh Nayla. Berbekal film ko_boy yang di miliki Arya, Nayla menemani Ara menontonnya. Awalnya Ara bingung karena dia hanya melihat seperti film biasa. Namun hingga beberapa menit kemudian Ara memekik.


"Astagfirullah .. ya Allah." Ara menutup matanya. Hingga Nayla terkekeh geli. Respon ini sama seperti dirinya dulu pertama kali menonton.


"Buka mata kamu Ra, gimana mau belajar coba kalo kamu merem gitu."


"Tapi itu .. itu besar banget teh." Ujar Ara tergagap wajahnya merah padam.


"Buka dulu iih .. jangan gitu! Katanya kamu kasih kado istimewa buat Aa tersayang."


Perlahan Ara membuka matanya, melihat adegan demi adegan yang sukses membuat basah inti tubuhnya.


"Udah teh matiin, aku udah paham." Ujar Ara meminta Nayla mematikan film yang sedang di putar itu.


"Maaf ya Ra, ini namanya edukasi. Biar kamu punya jurus andalan buat menaklukan hati abang Arsen."


"Ga harus gitu juga Aa udah tunduk sama Ara teh." Ujar Ara, namun ia buru-buru menutup mulutnya.


"Cie ... pasti sudah belah duren ya." Ledek Nayla.


"Iih .. apaan si teh." Ujar Ara malu.


"Dah sekarang kamu siap" gih. Kata mama bentar lagi Arsen datang. Kamu harus bersiap-siap menerima kebucinan bang Arsen. Kata mama tadi abang kebingungan nyari keberadaan kamu."


Ara langsung naik ke kamar Arsen, Dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan siap memberi kejutan untuk Suaminya itu. Begitupun keluarga yang lain, minus Judy dan Selin karena anak itu semakin menempel pada Zayn sejak pulang dari rumah sakit siang tadi. Dan Selin harus mengawasinya.


๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹

__ADS_1


__ADS_2