
*********
Arsen mengangkat tubuh Ara dan membawanya ke kamarnya. Mama Clara mengikuti Arsen sambil membawa handuk dan baju ganti.
"Taruh sofa dulu sayang, bajunya basah." Kata mama Clara. Ia sangat terkejut, disaat hujan deras putranya membawa seorang gadis dalam keadaan pingsan. Padahal setau mama Clara, Arman sering bilang jika putra pertamanya hampir tidak pernah bergaul dengan lawan jenis.
Arsen meletakkan tubuh Ara diatas sofa. Setelah sebelumnya mama Clara meletakkan handuk untuk melapisi agar Ara tidak kedinginan
"Ma, aku mau mandi dan ganti baju dulu. Mama bantu Arsen ya ganti baju Ara." Ujar Arsen pada mama Clara. Dan Clara langsung mengangguk. Tak menunggu lama Arsen langsung masuk ke kamar mandi. Sedangkan mama Clara mengganti pakaian Ara yang basah. Beruntung ukuran tubuh mama Clara hampir sama dengan Ara. Setelah mengganti baju Ara dengan piyama mama Clara memanggil Arsen agar segera memindahkan Ara keatas ranjang.
Dengan hanya berbalut handuk yang menutupi pinggang Arsen mengangkat tubuh Ara ala bridal style ke atas ranjangnya.
"Ma, aku lanjut mandi dulu. Mama tolong temani Ara sebentar."
"Iya sayang, sudah kamu buruan mandinya nanti malah ikutan sakit kamunya." Kata Mama Clara.
Seorang pelayan datang membawa dua cangkir teh jahe dan makanan untuk Ara dan Arsen. Mama Clara meminta pelayan juga membawakan minyak angin.
"Pacar tuan Arsen ya nyonya?" tanya pelayan itu. mama Clara memang dekat dengan semua penghuni mansion Arman. Semenjak kejadian dirumah sakit beberapa hari yang lalu kini mama Clara kembali menjadi nyonya rumah di mansion itu. Dan semua pelayan menyambutnya dengan senang.
"Sshh .. jangan keras-keras tanyanya! nanti Arsen dengar dan marah." Mama Clara meletakkan jari telunjuk di bibirnya.
"Saya juga ga tau bi, tapi saya kira Arsen suka sama gadis ini. Dia kelihatan peduli sekali sama gadis ini. " Kata mama Clara berbisik.
Mama Clara mengoleskan minyak angin ke kaki dan perut Ara. Lalu mencoba membuat Ara sadar dengan menempelkan minyak angin ke hidung Ara. Dan benar saja gadis itu tampak mulai mengerjapkan matanya.
Kelopak mata Ara terbuka, tepat bersamaan Arsen keluar dari kamar mandi. Mama Clara terlihat senang melihat Ara mulai sadar.
Arsen mendekat ke ranjang saat Ara berusaha akan duduk. Mama Clara hanya melihat cara Arsen memberi perhatian pada Ara.
"Aku dimana A' ..?" tanya Ara bingung mendapati ruangan asing yang mirip kamar hotel itu.
"Maaf ya, aku membawamu pulang ke rumah. Karena kamu tadi pingsan." Kata Arsen lembut, pelayan yang selama ini sudah mengabdikan dirinya di mansion itupun terkejut melihat kelembutan Arsen.
Wah ini fix kalo mas Arsen suka sama gadis ini. --- batin pelayan itu.
"Mbak Sari kenapa masih disitu?" Tanya Arsen, pelayan itu langsung membungkukkan badan sebentar dan meninggalkan kamar Arsen.
"A' aku ... " Air mata Ara kembali berjatuhan, mama Clara yang belum mengerti situasinya hanya Dian menatap Arsen yang tiba-tiba membawa Clara ke dalam pelukannya.
"Jangan berlarut-larut kasian abah kalo kamu terus menangis. Kamu harus mengikhlaskan beliau." Ujar Arsen mengusap punggung Ara.
__ADS_1
Mama Clara manggut-manggut ia akhirnya tau akar permasalahan gadis yang dibawa Arsen itu.
"Arsen, berikan teh jahe itu padanya. Biar badannya hangat." Kata mama Clara, Arsen mengurai pelukannya dan memberikan secangkir teh jahe pada Ara. Gadis itu tampak menunduk malu melihat mama Clara.
"Diminum sayang, biar badan kamu lebih enakan!" Ara hanya mengangguk lalu meminum teh itu. Arsen juga melakukan hal yang sama.
Setelah meletakkan cangkir di atas nakas, Arsen mengambil sepiring nasi yang sudah diberi lauk dan lain-lain.
"Makan ya, dari pagi kamu belum kemasukan apa-apa selain susu." Kata Arsen. Mama Clara seperti melihat sosok lain di diri Arsen. Mama Clara melihat kelembutan sahabatnya Sendrina di diri Arsen. Kelembutan dari ibu kandung Arsen.
Ara menatap mama Clara sebentar "Tante makasih, kemarin makanan yang aa Arsen bawa enak." Kata aa Arsen itu masakan tante." Clara tersenyum, ternyata gadis ini alasan kemarin Arsen meminta bekal.
"Iya sayang jangan sungkan. Tante senang kamu suka makanannya."
"Itu makanan terenak yang saya makan tante."
"Ya sudah sekarang kamu makan dulu. Tante tinggal dulu ya. Tante mau urus suami tante dulu."
"Iya tante .. "
"Jangan sungkan, ini kamar Arsen. Dan jangan banyak bersedih. Tante ikut berduka ya."
Ara kembali menunduk, sebulir air mata menetes di pipi Ara, Arsen menyekanya dengan ibu jarinya. Mama Clara keluar dari kamar Arsen. Membiarkan dua insan itu didalam sana.
"A' aku bisa sendiri .." Arsen menyerahkan piring itu ke pangkuan Ara, ia mengambil piring lain yang tersedia dan ikut makan menemani Ara.
Mereka berdua makan dalam keheningan. Ara hanya memasukkan beberapa suap makanan tanpa berniat menghabiskannya. Selera makannya benar-benar hilang. Arsen melihat Ara kembali melamun akhirnya buka suara.
"Kalau kamu ga menghabiskan makanan itu, mama pasti sedih." Ujar Arsen, Ara akhirnya kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Hingga lama kelamaan makanan itu tandas tak bersisa.
.
.
.
"Makasih A' .. " Ujar Ara setelah Arsen membawa nampan tadi keluar kamar.
"Kamu ini bicara apa. Jangan sungkan ..! Sekarang kamu kembali istirahat, aku akan tidur di kamar lain." Kata Arsen, beranjak berdiri namun tangannya buruยฒ di tahan oleh Ara.
"Aku takut sendirian A' .. "
__ADS_1
Arsen tersenyum, ia kembali duduk dan menemani Ara.
.
.
.
Dian dan Gerry sudah ada di kamar setelah tadi Dian seperti biasanya menidurkan Anak-anaknya terlebih dahulu. Kini keduanya sedang berbaring diatas ranjang, Gerry meletakkan bantal hamil dan Dian terbaring nyaman ditengahnya.
"Mas, Ara kok ga ada kabarnya ya?" tanya Dian cemas. Apalagi diluar cuaca sedang hujan.
"Aku juga ga tau yank. Mungkin Ara sudah diurus kakaknya Didi." Ujar Gerry menguap, matanya sudah setengah terpejam, Ia meraih tubuh berisi sangat istri membawanya kedalam pelukannya.
"Aku juga lihat sepertinya kakaknya Didi sangar peduli pada Ara. Apa mungkin dia suka sama Ara?"
"Mungkin .. " Mata Gerry terpejam seluruhnya.
"Semoga saja mereka berjodoh ya mas, kasihan Ara hidup sendirian. Kalo dia nikah sama kakak Didi setidaknya dia punya keluarga baru. Dan semoga saja keluarga Didi mau menerima Ara."
"Hhmm ... " Dian menoleh kearah Gerry dan mendengus, ternyata suaminya sudah terlelap.
"I love you mas."
"Love you more my dear .. " gumam Gerry, Dian terkekeh. Ternyata meskipun terpejam Gerry masih menyahut ucapannya.
Yang nanyain Visual mereka berdua Arsen dan Ara si bintang baru
Ara yang sederhana
Ara ketika sudah make over
Arsen
__ADS_1
๐๐๐๐๐๐๐๐
Sudah ya. Jangan lupa birukan jempolnya. Ditunggu 10 mawar atau secangkir kopinya. Biar kuat nglanjutin 2 part lagi. (Othor versi preman) malakin Gift.