Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Bab 55


__ADS_3

โ›… Selamat membaca โ›…


Dokter yang menangani Dian keluar dengan wajah lega. tuan Hanafi dan Nino segera mendekat ke arah dokter itu.


"Bagaimana kondisi putri saya dokter?"


"Nyonya Dian sudah sadar. Tapi saya memberinya obat tidur agar dia bisa istirahat. Dia terlalu tertekan hingga mempengaruhi kondisi janin yang dikandungnya. Saya harap keluarga terutama untuk bisa menjaga kestabilan emosi pasien. Apalagi pasien mempunyai riwayat pendarahan. Karena kehamilan bayi kembar lebih beresiko apalagi nyonya Dian masih membagi ASI juga. Saran saya sebaiknya pemberian ASI yang masih dilakukan nyonya Dian di hentikan. Mengingat kehamilan ini rentan lahir prematur." tutur dokter panjang lebar.


Dokter Aruni itu memang dokter kandungan yang menangani Dian selama kehamilan ini hingga ia paham betul dengan kondisi Dian saat ini.


"Baiklah, terimakasih dokter. Apa kami boleh melihatnya?" tanya Nino.


"Tunggu nyonya Dian kami pindahkan ke ruang perawatan dulu." Kata dokter Aruni.


Setelah menunggu, dari dalam ruang tindakan, brankar Dian di dorong oleh dua orang suster.


Tuan Hanafi dan Nino mengikuti langkah kedua suster itu menuju ruang rawat inap Dian.


"Bagaimana paman? apa perlu kita mengabarinya?" tanya Nino, ia sebenarnya ingin memberi Gerry pelajaran namun ia juga tak tega melihat kondisi Dian yang seperti sekarang.


"Lakukan apapun demi keselamatan cucu dan putriku." Ujar tuan Hanafi. Nino segera menghubungi Gerry.


๐Ÿ“ฒ๐Ÿ“ฒ๐Ÿ“ฒ


Ponsel Gerry bergetar di atas nakas. Ia segera melihat nama kontak tertulis nama Gionino. Segera Gerry menggeser ikon berwarna hijau


Gerry : "Halo, ada apa kau menghubungiku?"


Nino : "Ke rumah sakit Pelita bunda sekarang. Dian dirawat di ruang VVIP 1."


Dan Nino lekas memutuskan sambungan teleponnya. Sedang Gerry tercenung dengan jantung yang berdebar kencang.


Gerry segera bangkit berdiri ia meraih jaket yang ada di sofa, dan kunci mobilnya. Ia segera turun menemui ibunya.


"Ma, Gerry mau ke rumah sakit dulu." Kata pria itu ketika bertemu ibunya.


"Mau apa malam malam kesana?" tanya nyonya Arini cemas.


"Dian masuk rumah sakit. Gerry harus kesana sekarang."

__ADS_1


"Dian ..?"


"Udah mah, ga ada waktu buat jelasin. Yang jelas Gerry tau, selama ini mama diam diam masih ketemuan sama Dian."


Nyonya Arini kaget, mendengar ucapan Gerry. Jadi selama ini putranya tahu? tapi kenapa Gerry tidak membawa Dian pulang? batin nyonya Arini.


Gerry melajukan mobilnya kencang, pikirannya tak tenang memikirkan kondisi Dian dan bayi yang dikandung Dian.


Sesampainya di parkiran Gerry langsung keluar menuju lift yang ada di basemen. Lift berhenti di lantai 10 tempat Dian di rawat.


Di luar ruang perawatan Dian hanya ada Nino.


"Apa aku bisa menemuinya?" tanya Gerry.


Nino melirik Gerry dengan ekor matanya. "Jika sekali lagi kau menyakiti saudariku akan ku pastikan, itu terakhir kalinya kau bisa menemuinya."


Gerry langsung masuk ke ruang perawatan Dian. Ia melihat ayah mertuanya sedang duduk di sofa mengamati putrinya yang sedang terbaring lemah.


Mendengar suara pintu terbuka tuan Hanafi menatap Gerry dengan pandangan yang sulit di jelaskan.


"Hidup anakku dari dulu sangat berat. Kali ini aku memberikan kesempatan padamu karena anakku begitu mencintaimu. Jika sekali lagi kau menyakitinya aku tak akan segan-segan menghancurkanmu dan membawanya pergi darimu. Jagalah putriku dengan segenap jiwa dan ragamu."


"Jagalah dia, dan bujuklah Dian agar berhenti memberi Asi putramu. Karena kondisi kandungan Dian tidak memungkinkan untuk tetap memompa ASInya."


Gerry tertegun, lagiยฒ Dian selalu membuatnya merasa beruntung memiliki Dian. Bahkan istrinya membahayakan kondisinya hanya untuk tetap memberikan ASI pada Zafa, anak yang bukan terlahir dari rahimnya.


Gerry mendekat ke bed Dian, wajah wanita itu begitu pucat. Gerry menggenggam jemari Dian, dan mengecupnya ringan.


Perlahan Gerry mengelus perut Dian yang menurut Gerry begitu besar, padahal usia kandungan Dian baru lima bulan.


"Maafkan ayah nak, ayah janji akan memperhatikan kamu dan ibumu mulai saat ini." Gerry tersentak saat ucapannya dibalas tendangan dari dalam perut Dian. Gerry tersenyum senang.


"Maafkan aku, aku benar-benar lelaki bodoh karena menyakitimu. Bangunlah sayang! ayahmu sudah merestui hubungan kita." Gumam Gerry, jemari Dian bergerak lemah. Gerry menatap penuh harap kala mata lentik Dian mulai terbuka.


"Sayang .."


"Mas, aku mau ikut kamu aja mas." Entah mengapa Dian tiba tiba merengek pada Gerry, membuat pria itu benar-benar gemas.


"Ikut kemana? kamu harus banyak istirahat sayang." Kata Gerry, Dian baru sadar ia tertidur di ruangan asing yang serba berwarna putih.

__ADS_1


"Aku dimana mas?"


"Kamu di rumah sakit. Kamu tadi pingsan. Kata dokter kamu harus hentikan memberi Asi untuk Zafa dan Zafrina."


"Aku sudah tidak menyusui Zafrina mas. Sejak aku tau aku hamil."


"Lalu kenapa kamu masih mengirim asi untuk Zafa?"


"Karena Zafa lebih memerlukannya." Kata Dian lemah.


"Sekarang hentikanlah. Aku akan mencari di bank ASI untuk kebutuhan Zafa."


"Tapi mas .."


"Aku mohon sayang. Pikirkan juga kondisi bayi yang ada di rahimmu." Ujar Gerry dengan tatapan mengiba. Dian pun mengangguk lemah, meskipun dia sedikit berat tapi apa yang Gerry katakan ada benarnya juga.


.


..


...


"Pokoknya aku tidak mau!" teriak Veni ia terus meronta saat tangan kekar Aldo menariknya.


"Viona .." panggil Aldo pada wanita berpakaian seksi kurang bahan di bagian dadanya. Hingga separuh dadanya menyembul sempurna.


"Dandani dia, dan bawa dia ke ruang VIP 3."


"Kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini Aldo. Aku mencintaimu!" teriak Veni histeris. Namun Aldo tetap berjalan meninggalkan ruangan itu.


Viona tertawa meremehkan Veni. "Kau itu bodoh atau naif. Jangan membicarakan cinta dengannya. Pria itu berhati batu." Kata Viona, Ia pun memanggil dua orang bawahannya untuk mendandani Veni yang terus menangis.


Hatinya benar-benar hancur. Pria itu bahkan sudah mengagahinya berkali kali. Veni yang dibutakan oleh cintanya kepada Aldo pun dengan senang hati melayani kebuasan Aldo diranjang. Ia merasa telah dibodohi pria itu.


โ›…โ›…โ›…โ›…โ›…โ›…โ›…โ›…โ›…


Duh othor mulai g tertib ini. Maaf ya up siang ntr malem soalnya mau ntn Drakor Doom at your service. Othor lg tergila gila sama myul mang. Ada yang ngikutin drama itu juga ga?


Senin gaes, votenya ya

__ADS_1


__ADS_2