Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
S2. Insting


__ADS_3

********


Arsen masuk ke rumah papa Arman dengan wajah lesu tak bertenaga. Pikirannya benar-benar di kacaukan oleh istrinya itu. Saat masuk ke dalam mansion keadaannya sangat sepi. Namun di belakang seperti nampak cahaya lampu yang berpendar terang. Tanpa rasa curiga Arsen membuka pintu belakang. Dan alangkah terkejutnya Arsen saat ini di hadapannya berdiri seorang wanita dengan senyum manisnya, wajahnya dipoles tipis, rambutnya dibiarkan jatuh terurai dengan model curly di bagian bawah. Wajah Arsen yang semula lesu langsung kembali bercahaya. Apalagi di tangan Ara ada sebuah kue ulang tahun. Arsen tak menyangka seumur hidupnya akan mendapat surprise party seperti ini. Bahkan kini sudut matanya mulai digenangi airmata.


"Selamat hari jadi suamiku. Semoga di tahun ini segala yang menjadi cita-cita dan harapanmu terkabul. Sehat selalu dan panjang umur." Ujar Ara --- "Tiup lilin dan buat permohonanmu."


Arsen memejamkan mata sesaat lalu memandangi wajah Ara sejenak, setelah itu ia meniup lilinnya.


.


.


.


Arsen meraih kue yang sedang Ara pegang dan meletakkannya di meja yang ada di sampingnya. Lalu dengan sekali hentakan Arsen menarik tubuh Ara masuk ke dalam pelukannya.


"Jangan seperti ini lagi. Kau benar-benar membuatku cemas. Apa tadi kau pergi bersama pria lain?" Tanya Arsen seraya mengurai pelukannya. Dan Ara mengangguk, Arsen seketika menatap Ara tajam. Namun belum juga dia membuka suara. Suara deheman seseorang menginterupsi keintiman keduanya.


"Hhmm .. kita dianggap apa ini?" Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu mendekat dan langsung memeluk Arsen. Arsen membalas pelukan mama Clara yang sudah hampir 25 tahun ia abaikan.


"Selamat ulang tahun sayang, maaf membuatmu cemas, karena mama menculik istrimu."


"Terima kasih mama, ini adalah ulang tahun teristimewa dalam hidupku." Ujar Pria itu memeluk mama Clara.


Semua tampak terharu menyaksikan Arsen memeluk mama Clara. Karena sejak mencurigai mama Clara yang membuat ibunya meninggal Arsen sama sekali tak mau disentuh oleh ibu sambungnya itu. Dan kini keduanya berpelukan lama sekali.


Mama Clara mengurai pelukannya. lalu papa Arkan mendekat dan memukul pundak Arsen lalu turut mengucapkan selamat. Begitupun Arya dan Didi. Keduanya merangkul saudara tertua mereka.

__ADS_1


Suasana di kediaman Arman kembali menghangat setelah sekian lama terasa sepi dan kosong.


.


.


.


Arsen baru saja selesai membersihkan diri. Ia keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas pinggang. Ia masih sibuk mengeringkan rambutnya Tak menyadari jika Ara sudah bersiap dengan baju perangnya yaitu lingerie.


Saat Arsen mendongak matanya langsung membelalak kaget melihat istrinya berani tampil nakal di hadapannya. Arsen tersenyum miring, terbesit ide untuk menjahili Ara, pasti saat ini gadis itu malu bukan main. Ia berjalan mendekati Ara dan mengikis jarak diantara keduanya, Ara yang grogi melangkah mundur saat kaki Arsen terus maju. Hingga tubuh Ara jatuh di ranjang king size Arsen.


"Aku tidak sempat membeli kado untuk Aa .. ja-jadi aku ingin memberikan hadiah lain." Ujar Ara tanpa menatap Arsen. Ia membuang wajahnya ke samping karena malu. Ia merasa seperti telan_jang di depan Arsen. Wajah Ara sudah merah padam. Bahkan telinganya turut memerah.


"Apa yang akan kau berikan padaku?" tanya Arsen membelai wajah Ara. Kali ini Ara tak bersuara. Dia diam untuk mengumpulkan keberanian untuk melakukan semuanya.


Ara menatap mata Arsen, bibirnya tersungging seulas senyum, senyum yang mampu membuat dada Arsen berdegup kencang.


Dengan berani Ara menarik tengkuk Arsen dan mulai melu_mat bibir pria itu dengan rakus. Bahkan Ara membelitkan lidahnya mengunci lidah Arsen. Arsen mulai membalas ciuman itu, Memagut dan menghi*sap lidah Ara. Suasana kamar berubah memanas. Hanya suara decakan yang mengisi kesunyian.


Ara menarik Handuk Arsen hingga terlepas. Dengan menghilangkan segala keraguan di hati, Ara mulai memegang junior yang sudah setengah sadar. ia menyusapnya perlahan dan menggerakkan tangannya dengan ritme yang teratur dan intens.


"Uuhmm ... " Lenguh Arsen saat jemari Ara bergerak dengan ritme yang lebih cepat.


"Stop Ra .. Jangan buat harga diriku jatuh dengan permainanmu." Desis Arsen, Ara tersenyum. Lalu ia mendorong tubuh Arsen hingga pria itu kini dibawah kendalinya. Dengan gerakan yang menggoda Ara melepas lingerie nya. Ia bergerak turun dengan bibir yang terus merayap dari dada hingga perut Arsen. Wajah Arsen langsung memerah saat Ara menatap juniornya dengan tertegun, namun sesaat kemudian Ara langsung melahap junior Arsen tanpa ragu.


"Aarggh .. Ara no!" Pekik Arsen tapi Ara tak peduli dia justru tersenyum dan meletakkan telunjuknya di bibir agar Arsen diam. Arsen bingung kenapa istrinya menjadi sangat liat seperti ini, akan tetapi dia juga menikmati permainan Ara. Sesekali ia mendesis dan melenguh. Namun tak lama tubuh Arsen langsung menegang. Dan ia mengerang seraya menarik Ara. Gadis itu tak bergeming dan justru menelan lahar yang Arsen keluarkan.

__ADS_1


Dahi Ara berkerut saat merasakan cairan itu melewati tenggorokannya. Arsen menatap tak percaya pada Ara. Dengan cepat Arsen mengangkat tubuh Ara hingga kini tubuh Ara berada di bawah kungkungannya.


"Siapa yang mengajarimu melakukan itu?" tanya Arsen, Ara tak berani menatap suaminya. Ia malu jika mengatakan menonton film ko_boy bersama Nayla.


"I-insting A .. " Ara menggigit bibir bawahnya jangan sampai ia ketahuan bohong, Tapi Ara tak menyadari jika perbuatannya membuat Arsen semakin terbakar hasratnya. Ia seketika melu_mat bibir Ara dengan lembut. Tangannya bergerilya mere_mas dua bukit kembar Ara. Tangan Arsen melucuti segitiga bermuda milik Ara. Lalu mengarahkan juniornya masuk ke dalam sarang.


Arsen bergerak dengan dinamis, tubuhnya melengkung untuk bisa menjangkau dua bukit kembar Ara dan mengu_lumnya. Ara hanya mengerang dan melenguh merasakan terbang di awang-awang. Tak lama tubuh Ara bergetar, kakinya menegang melilit pinggang Arsen dengan kuat. Arsen semakin memburu gerakannya dan tak berselang lama tubuh Arsen turut menegang, Denyutan di dinding inti tubuh Ara menyeretnya dalam pusara kenikmatan yang tiada duanya.


"Ini kado termanis yang pernah ku rasakan. Terima kasih istriku." Bisik Arsen tepat di telinga Ara. Hingga membuat tubuh Ara meremang.


"Kembali kasih suamiku. Memilikimu adalah anugrah terindah yang Allah beri untukku." Jawab Ara memberikan senyuman terindah untuk Arsen. Arsen membawa tubuh polos Ara ke dalam dekapannya.


Keduanya langsung terlelap tanpa membersihkan diri dari aroma percintaan yang begitu pekat.


.


.


.


"Tadi kamu ajarin Ara yang mana Nay?"


"Kepo banget sih kamu." Nayla tau arah tujuan Arya menanyakan hal itu.


"Ya sudah kalo gitu aku yang praktek aja deh." Arya langsung melucuti piyama yang Nayla kenakan dan segala atributnya. Ga pake basa basi Arya menerkam Nayla dengan buas.


๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„

__ADS_1


Hola jangan lupa likenya..


__ADS_2