Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Bab 46


__ADS_3

⛅Selamat membaca⛅


Dian dipindahkan ke ruang VVIP. Bahkan ruangan Dian hanya selisih satu kamar rawat inap sang kakek.


Nino merasa ia harus menceritakan kondisi Dian pada sang paman, bagaimanapun dia telah berjanji pada pamannya jika bersedia ke Jakarta akan mengatakan semua tentang Dian.


"Paman, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu." Kata Nino, Tuan Hanafi tau jika keponakannya itu sekarang sedang menyembunyikan sesuatu tentang keadaan putrinya.


"Katakan saja Nino, paman akan berusaha menerima semua yang terjadi pada Dian. Bagaimana pun Dian adalah putri paman satu²nya."


"Dian, ada di rumah sakit ini." Ujar Nino lirih namun masih dapat ditangkap oleh Indra pendengaran Hanafi.


"Apa ..?"


"Iya paman, laki laki yang aku bilang adalah temanku tadi, dia adalah menantu paman."

__ADS_1


Hanafi benar benar dibuat syok oleh keponakannya. Lalu mengapa tadi dia tidak mengajaknya menghampiri pria tadi.


"Lalu kenapa justru malah kau mengajak paman berbalik tadi?" kesal Hanafi, tak habis pikir dengan cara pikir keponakannya.


"Kondisi Dian lemah, sepertinya mereka sedang ada masalah." Imbuh Nino, tuan Hanafi menghela kasar nafasnya.


"Bisa kau ceritakan bagaimana kau bisa tau semua hal tentang putriku?" tanya Tuan Hanafi penasaran.


Nino pun menceritakan awal mula semuanya, "Selama ini kakek tidak benar-benar membencimu paman, beliau justru sangat menyayangi paman, maka dari itu kakek selalu menempatkan orang di sekitar paman untuk mengawasi paman. Namun karena Papi waktu itu gugur dan begitu banyak hal yang terjadi fokus kakek pada paman berkurang, hingga kabar paman dan bibi Arimbi kecelakaan. Semua itu mulai luput dari pengawasan kakek. Namun kakek tahu satu hal ada yang tersisa dari kalian yaitu Dian, sejak paman dinyatakan meninggal, orang orang serakah itu menjual rumah milik paman. Setelah ada pembeli yang menyanggupi. Dengan jahatnya mereka malah membakar rumah itu seolah² itu kejadian tak disengaja untuk menghilangkan jejak keberadaan Dian. Mereka membawa Dian dan uang hasil penjualan rumah. Mereka menyewa rumah biasa untuk menyembunyikan keberadaan mereka dari paman. Setiap hari mereka menyiksa Dian, sejak kecil Dian harus bekerja untuk mencukupi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan mereka."


Air mata tuan Hanafi tak terbendung lagi, rasa bersalah menghinggapi perasaannya. Dulu ia dan istrinya terlalu sibuk membangun usaha baru. Hingga waktu mereka sangat sedikit untuk Dian. Mereka dengan begitu percaya menitipkan putrinya pada Burhan, Burhan adalah teman lama tuan Hanafi. Ia tak menyangka nasib putrinya sangat tragis.


"Ya, lanjutkanlah! paman ingin mendengar semuanya."


"Dian tumbuh dengan siksaan baik fisik maupun mental. Bahkan dia pernah di lempar oleh Burhan dan putrinya ke jalanan hingga tangan Dian retak waktu itu. Beruntung waktu itu ada orang yang bersedia membawa Dian ke rumah sakit. Setelan beranjak dewasa, Dian dijual Burhan sebagai penebus hutang piutang Burhan pada seorang pria, dimana pria itu ayah biologis cucumu."

__ADS_1


"Apa pria tadi yang .." Ucapan tuan Hanafi tak lanjut karena Nino langsung menggeleng.


"Bukan, suami Dian yang sekarang adalah suami kedua Dian, dan begitu pun sebaliknya. Mereka bertemu dalam status janda dan duda." Potong Nino cepat.


Tuan Hanafi mengusap wajahnya, andai ia dulu tak termakan omongan Burhan mungkin sekarang putrinya masih bermanja-manja padanya.


"Bawa aku padanya sekarang Nino!" ucap tuan Hanafi.


"Jangan sekarang paman. Kondisi Dian sedang tidak memungkinkan. Dia baru saja mengalami pendarahan." Lagi dan lagi jantung tuan Hanafi seperti terhempas dari ketinggian.


"Maafkan ayah sayang ..!" gumam tuan Hanafi.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Bonus up tapi maaf dikit.

__ADS_1


terimakasih bagi yang sudah mampir


Love you sekebon 😘😘


__ADS_2