
⛅ Selamat membaca ⛅
Rian saat ini sudah berada di rumah sakit. Ia sudah melihat kondisi Selena. Mengetahui kondisi Selena yang terjangkit HIV membuat Rian was was pada dirinya sendiri. Ia pun akhirnya memilih melakukan tes. Namun hasilnya negatif.
Dokter berkata bisa jadi HIV itu tertular saat Selena sedang memakai narkoba bersama teman temannya.
"Lalu bagaimana kondisi pasien saat ini dok?"
"Pasien mengalami koma. Setelah kemarin pendarahannya berhenti pasien sempat kritis namun kesadarannya terus menurun. Dan dengan berat hati kami menyatakan pasien dalam keadaan koma." Tutur dokter Zaki.
Rian mengusap wajahnya kasar.
"Lakukan yang terbaik untuknya. Aku akan bayar berapa pun biayanya."
"Maaf tuan, tapi biaya rumah sakit ini sudah ditanggung oleh tuan Gerry."
"Kembalikan saja uangnya." Tegas Rian tak ingin dibantah.
Dokter Zaki langsung undur diri dari hadapan Rian setelah berbicara tadi. Dokter itu hanya mampu geleng-geleng kepala. Dengan orang-orang yang berebut ingin membiayai satu pasien ini. Padahal kalo dipikir-pikir pasien rumah sakit ini jumlahnya tidaklah sedikit.
__ADS_1
Saat Rian sedang termenung di samping brankar Selena, Arya masuk ke dalam ruang ICU itu.
"Apa kau yang menemukan Selena dijalan?
"Ya .. wajahnya saat itu begitu lusuh." Jawab Arya. Rian mendesah berat. Wanita ini tak pernah mau berubah hingga sekarang dia harus merasakan terbaring dirumah sakit.
"Apa kau tahu siapa dia?" tanya Rian lagi.
"Ya, dia mantan istrinya Gerry Ardana."
"Dia adalah pacarku, saat Gerry tiba tiba datang menawarkan semua yang dia miliki untuk Selena. Selena yang saat itu sedang menanjak karirnya tergoda dengan tawaran Gerry. Dia bahkan berjanji padaku akan kembali padaku setelah tujuannya tercapai. Namun siapa sangka bahwa dia akan hamil dan ia mengandung putra Gerry. Sekian lama Selena tinggal di mansion milikku diluar negri, menikmati fasilitas yang ku berikan. Hingga ia harus pulang ke Indonesia dan melahirkan. Aku kira aku kehilangan dirinya. Tapi ternyata tidak setelah melahirkan Selena mendatangiku dan mengajakku tinggal bersama di luar negri. Aku pikir dia akan menyesali perbuatannya, tapi aku salah. Di luar negri dengan segala kebebasannya Selena kembali meruntuhkan kepercayaan diriku padanya. Ia selalu mabuk mabukan dan melakukan pesta ****, akhirnya aku kecewa dan membawanya kembali ke Indonesia dengan segala fasilitas terbaik kuberikan padanya sebagai salam perpisahan. Dan lagi lagi dia mengecewakanku. Satu per satu barang yang kuberi padanya habis terjual untuk menutupi gaya hidupnya." Tutur Rian, Arya hanya mendengarkan baik baik setiap ucapan Rian.
.
..
Dian duduk di sudut ruangan menatap keramaian yang masih terlihat tak akan surut.
"Apa masih pusing?" tanya Gerry cemas.
__ADS_1
Dian menggelengkan kepalanya, ia hanya butuh ketenangan. Keramaian membuat kepala terasa berat.
"Sini deh mas." Dian meminta Gerry untuk mendekati dirinya.
"Kenapa ..? Gerry duduk disebelah Dian.
"Kamu ganteng." Puji Dian, Gerry hanya melongo tak percaya dengan tingkah Dian.
"Terimakasih sayang." jawab Gerry. Ia mengecup bibir dian, Dian membalas melu*mat bibir Gerry dengan rakus.
"Sayang .." Gerry berusaha mengontrol nafsunya agar tidak melakukan itu di sembarang di tempat umum.
"Mas .."
"Kita lanjutkan dikamar." Gerry segera mengangkat tubuh Dian yang semakin menggemaskan.
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
Maafin othor ga bisa kasih yang panjang. Gigi otor lagi aduhai ini gara gara cuaca yang dinginnya wow bgt.
__ADS_1