
*******
"Aa .. " panggil Ara dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Ya Ra, ada apa?" Arsen meletakkan laptopnya dan menghampiri istrinya.
"Aku mau mandi A .. lengket." Rengek Ara. Dia duduk bersandar di headboard wajahnya terlihat sayu membuat Arsen merasa bersalah.
Arsen masuk ke kamar mandi, menyiapkan air hangat di bathtub setelah itu menuangkan sedikit cairan aromatik lavender. Ia benar-benar melakukan tugas sebagai suami dengan baik.
Arsen langsung membawa tubuh Ara ke kamar mandi, ia bahkan membantu Ara melepas piyamanya yang basah oleh keringat. Arsen menyeka keringat Ara sebelum gadis itu masuk ke dalam bathtub.
"Aa keluar dulu .. "
"Aku tungguin aja Ra, aku khawatir kamu kenapa-kenapa." Kata Arsen. Akhirnya Ara hanya diam dan memilih memejamkan matanya.
"A .. "
"Ada apa Ra?"
"A, gimana kalo nanti Ara sampai hamil?" tanya Ara, Arsen mengernyit heran. Pertanyaan Ara terdengar begitu ambigu baginya.
"Gimana apa maksud kamu Ra?"
"Ya gimana, Ara takut A' .. "
"Apa yang membuat kamu takut, sekalipun kamu hamil aku akan tanggung jawab Ra, toh kita sudah sah menikah. Apa yang kamu takutkan?"
"Aku takut abah kecewa sama aku A." Wajah Ara menunduk, Arsen tau gadis itu pasti menangis, Arsen meraih dagu Ara dan menatap lekat kedua netra kecoklatan milik istrinya tersebut.
"Dengerin aku Ra, abah pasti akan ngerti posisi kamu saat ini. Aku juga yakin sebelumnya abah juga pasti ga tenang ninggalin kamu di dunia ini sendirian. Tapi sekarang dari atas sana abah pasti bisa merasa tenang karena ada aku yang bakalan jagain kamu. Aku juga ga akan larang kamu kalau mau kerja, silahkan saja. Asal kamu tetap menjadikan keluarga sebagai prioritas kamu. Atau kamu mau buka toko kue sendiri? aku bakalan modalin kamu Ra. Sekarang kita sudah jadi suami istri, susah senangnya kamu itu ya sama aku. Begitupun denganku susah senangku itu sama kamu." Tutur Arsen, Ara semakin tersedu. Arsen memeluk tubuh polos Ara tanpa ragu.
__ADS_1
"Aa jangan peluk Ara, nanti Aa pingin lagi." Ujar Ara disela suasana haru. Arsen terkekeh mendengar ucapan gadis itu. Tak dipungkiri memang juniornya terbangun dari tadi saat Ara baru masuk ke bathtub,tapi sebisa mungkin Arsen menahan diri.
Arsen meraih tangan Ara dan membimbingnya untuk mengusap junior yang sudah tumbuh besar.
"Iih Aa, mesum banget." Ujar Ara dengan wajah kemerahan.
"Aku kan mesum cuma sama kamu Ra .. " Kini giliran Ara yang terkekeh. Ia membuka kaos Arsen dengan jemarinya yang lentik. Darah Arsen seketika berdesir hebat saat jemari Ara menyentuh dada bidangnya yang polos.
"Ra .. jangan gini, kamu masih sakit." Kata Arsen menangkap tangan Ara yang bergerak nakal menyusuri roti sobek Arsen hingga sekarang tangan itu hendak menyusup di balik celana training yang Arsen pakai.
"Semalam aku belum kasih kado dengan benar A." Ujar Ara dengan suara bergetar. Tapi Arsen tidak mau istrinya kembali jatuh sakit.
"Lain kali saja Ra. Sekarang yang penting kamu sehat dulu ok." Ara sedikit kecewa dengan penolakan Arsen, ia bangkin berdiri dengan tubuh polosnya. Keluar dari bathtub dan berjalan menuju shower tanpa menatap Arsen.
Arsen menangkap tangan Ara dengan cepat. hingga tubuh Ara terpelanting jatuh ke dalam pelukan Arsen. Netral keduanya saling menatap penuh damba. Ara tersenyum lembut dan membelai rahang kokoh Arsen. Tak menunggu lama, Arsen membenamkan ciuman yang begitu mendalam tanpa *****. Ia hanya menyalurkan perasaannya saat ini. Ciuman yang lembut sarat akan berbagai makna. Ara bergerak menurunkan training Arsen sekaligus pembungkus junior yang lainnya. Hingga keduanya sama-sama polos. Ara mendorong tubuh Arsen hingga terduduk di atas closet. Dia duduk diatas pangkuan Arsen, membenamkan junior ke lembah kenikmatannya. Keduanya larut dalam pergumulan panas itu hingga tak menyadari sejak tadi mama Clara mengetuk pintu kamar mereka.
"Tidur masa iya sampai segitunya, iih tangan mama sampai merah lho ini Ya .. " Ujar mama Clara seraya memperlihatkan punggung jemarinya yang memerah pada Arya.
"Ga tidur kali ma, mungkin mereka lagi mendaki gunung." Celetuk Arya.
"Ya udah di kirimi pesan saja mah. Ini kita udah terlambat lho." Ujar Arya mengingatkan mamanya. Hari ini memang mereka akan menghadiri acara pernikahan keponakan mama Clara di bogor.
"Ya sudah ayo .. Lama-lama disini pikiran mama malah ikutan ga bener." ujar mama Clara.
Arya dan mama Clara meninggalkan pintu kamar Arsen yang tak kunjung terbuka. Sementara si pemilik kamar saat ini sedang mengatur nafas setelah pergumulan panas dibawah kendali Ara. Bahkan rasanya Arsen hampir menggila merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Arsen dan Ara langsung mandi dibawah guyuran shower berdua, dengan telaten Arsen membantu Ara membersihkan tubuhnya. Gadis itu merasakan lagi kebahagian yang mungkin dia lupa kapan terakhir pernah merasakannya.
.
.
__ADS_1
.
Selin dan Didi sedang menjaga anak-anak Dian. Tadinya mereka ingin melihat kondisi Judy tapi ternyata di mansion hanya ada para ART dan nyonya Arimbi yang menemani anak-anak karena Dian sedang merajuk dan ikut Gerry meninjau lokasi pembangunan apartemen baru.
"Zafa, apa onty boleh bertanya?"
"Silahkan onty. Kalo Zafa bisa jawab pasti Zafa akan jawab"
"Apa selama disini Judy sering membuat ulah?"
"Tidak onty, onty tenang saja. Zayn bisa menangani Judy dengan baik."
"Oh baiklah, onty ingin menitipkan Judy beberapa hari disini. Tapi seperti nya mama kalian sedang sibuk."
"Iya onty .. " Jawab Zafa.
Selin hanya melihat interaksi antara Zayn dan putrinya. Dari kecil saja Zayn sudah begitu terlihat dewasa bagaimana nanti. Putrinya beruntung mengenal pria kecil itu.
"Jangan melamun honey .. " tegur Didi.
"Tidak, aku hanya merasa Judy beruntung bisa terus berdekatan dengan pangerannya. Sedangkan aku dulu harus terpisah jauh darimu. Dan memendam rasa cinta ini sendirian." Ujar Selin.
"Tau dari mana itu cinta. Bisa saja itu hanya obsesimu saat kecil." Tukas Didi menatap Selin dalam.
"Tapi nyatanya itu bukan hanya sekedar obsesi. Semakin aku mengingatmu semakin sakit hatiku. Maka dari itu aku kabur kemari. Dan aku tak menduga bertemu denganmu lagi. Dalam situasi yang berbeda."
Didi memeluk perut Selin yang masih rata itu. Ia bahkan tak akan menyangka selama ini istrinya begitu mencintainya.
"Terima kasih sudah menjaga hatimu untukku Putri Selina." Ujar Didi. Selin hanya tersenyum saat Didi menyurukkan kepalanya di ceruk leher Selin.
"Momy, dady kenapa mesra mesraan dirumah Zayn. Momy dan dady tidak sopan. Judy akan laporkan momy dan dady sama kakek dan nenek." Ujar Judy bersungut-sungut.
__ADS_1
๐ช๐ช๐ช๐ช๐ช๐ช๐ช๐ช๐ช๐ช
Senin guys saatnya vote, jangan lupa juga birunya jempol kita bersama.