
*******
Dian menunggui putra keduanya agar lekas tidur. Sejak pulang dari rumah sakit Zayn terlihat tak tenang.
"Sayang ada apa?" Tanya Dian cemas.
"Mama .. " Zayn memeluk perut Dian yang membuncit itu dan terisak lirih.
"Ada apa sayang, cerita sama mama Zayn kenapa?" Tanya Dian, Zafa yang sedang belajar pun memperhatikan adiknya itu tak biasanya Zayn seperti ini. Zafa menghampiri Dian dan Zayn lalu duduk bergabung di sebelah Dian.
"Zayn kenapa ma?" tanya Zafa memperhatikan adiknya. Dian pun menggeleng.
"Mama .. aku sudah gagal menjaga Judy dua kali. Padahal Judy menganggapku pangeran nya. Bukankah seharusnya pangeran melindungi tuan putrinya?" Tanya Zayn polos. Anak itu meskipun jenius namun tetap saja namanya anak-anak. Kadang bisa bersikap dewasa dan kadang bisa terlihat sangat polos seperti saat ini.
"Zayn, sayang dengerin mama ya. Terkadang ga semua bisa sesuai dengan keinginan kita. Kadang Allah punya rencana lain dibalik semua musibah dan masalah yang manusia hadapi. Sekarang Allah sedang menguji Judy dengan sakit. Tapi siapa tau hikmah di balik sakitnya Judy, dia tidak jadi ke Pattani. Dan mama harap Zayn juga bisa menjaga adik Zayana seperti Zayn menjaga Judy." Ucap Dian mencoba memberi pengertian pada putranya yang di dera rasa bersalah. Karena sebelum pingsan dia lah yang menjaga gadis kecil itu.
"Iya mama, Mama apa nanti adik kita juga dua?" tanya Zayn.
"Kenapa memangnya sayang?"
"Kakak Zafa lahir bareng kakak Zafrina, sedangkan Aku dan adik Zayana. Apakah nanti adiku juga memiliki adik?" Dian tersenyum meski sudut hatinya berdenyut mengingat Zafa bukan darah dagingnya tapi Dian amat sangat menyayangi putranya itu.
"Doakan saja yang terbaik untuk adik bayi. Yang terpenting mereka bisa lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun." Dian memeluk kedua Putranya dengan sayang.
.
.
.
Ara sudah menyiapkan air hangat untuk Arsen, dan kemeja, dasi juga jas untuk ke kantor. Meskipun rasa tubuhnya masih terasa lelah namun Ara tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri. Ia bahkan sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya meski pria itu masih bergulung manja di bawah selimut. Ara hanya ingat saat almarhumah ibunya dengan bakti melayani almarhum ayahnya dulu. Ia pun ingin mencontoh perilaku ibunya.
Ara pergi ke kamar untuk membangunkan Arsen.
"Aa bangun aa, udah siang ini." Ujar Ara, Arsen membuka matanya lalu tersenyum. Menatap istrinya di pagi hari membuat semangatnya langsung menyala.
"Ra, morning kiss." Kata Arsen, Ara mendekat lalu ia mengecup pipi Arsen. Namun belum juga menyentuh pipi Arsen pria itu membalikkan wajahnya hingga kecupan Ara berlabuh di bibir Arsen, tak menyiakan kesempatan Arsen melu_mat bibir Ara dengan buas. Sedikit demi sedikit Ara membalas ciuman itu hingga keduanya terbuai.
__ADS_1
"Aa udah nanti malah ga jadi ngantor." Ujar Ara.
"Ra, ikut aku ke kantor ya!"
"Tapi hari ini Ara ada janji sama pak Dzaki."
Tatapan mata Arsen berubah tajam. Ia tak suka jika Ara menyebut nama laki-laki lain di hadapannya.
"Kamu mau selingkuh Ra?"
Bugh ..!
Ara memukul perut Arsen dengan keras. Matanya mendelik kesal.
"Aa tu bisa ngga ngomongnya ga usah nuduh yang engga-engga?"
"Aduh sakit Ra." Arsen meringkuk memegangi perutnya.
"Ara ga suka aa nuduh Ara kaya gitu. Sama aja aa ngrendahin Ara." Gadis itu rupanya sangat kesal mendengar ucapan Arsen. Arsen menangkap pergelangan tangan Ara saat gadis itu hendak beranjak dari kasur.
"Maaf Ra, aku cuma takut kamu direbut orang lain. Kamu sekarang makin cantik makin kelihatan muda. Pasti banyak yang naksir kamu termasuk si Dzaki itu." Ujar Arsen mengiba, Ara yang semula kesal hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
"Jangan dong Ra .. Iya iya aa salah. Aa minta maaf ya cantik." Rayu Arsen. Ara hanya mengangguk.
"Ya udah sekarang mandi. Nanti kalo Ara udah selesai diskusi dengan pak Dzaki, Ara nyusul ke kantornya Aa." Kata Ara.
"Yes .. makasih sayang." Arsen mengecup pipi Ara lalu masuk ke dalam kamar mandi. Ara hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya yang seperti ABG tua itu.
.
.
.
Judy pagi ini kembali merajuk, dia menangis tak mendapati Zayn ada di dekatnya.
"No mommy. Judy mau makan sama Zayn." Teriak gadis itu histeris.
__ADS_1
Dari arah luar Zayn mendengar teriakan Judy langsung masuk ke ruang rawat inap gadis itu.
"Judy .. " Zayn menghampiri brankar Judy.
Gadis kecil itu masih terus terisak. Zayn mendekat dan menyentuh pundak Judy.
"Zayn jangan pergi. Aku takut momy dan dady akan membawaku pulang."
"Aku disini Judy. Kau tenanglah ..! aku akan minta onty dan uncle untuk tidak mengajakmu." Ujar pria kecil itu. Akhirnya Judy kembali tenang. Dian yang baru masuk melihat interaksi antara Zayn dan Judy merasa terharu.
"Bisakah aku titip Zayn disini? Aku harus memeriksakan kandunganku dulu."
"Tentu saja. Lagipula hanya pria kecil ini yang mampu meredam kemarahan putriku." Ujar Didi.
Setelah Dian berpamitan Zayn mengambil mangkuk bubur Judy dan menyuapi gadis itu.
.
.
.
Ara turun di depan fakultasnya dia diantar oleh suaminya. Kini semua mata mahasiswa tertuju pada Ara, terdengar selentingan dan kasak kusuk tentang dirinya, si gadis miskin mahasiswi beasiswa akhir-akhir ini sering naik mobil mewah. Namun Ara sebisa mungkin tak menggubris ucapan semua orang. Yang terpenting baginya saat ini skripsinya sudah tersusun rapi tinggal mengajukan nya pada dosen pembimbing, dan sidang lalu lulus. Setelah itu Ara akan memikirkan langkah selanjutnya. Untuk mulai berkarir.
Beberapa jam berlalu, Ara keluar dari ruangan dosen pembimbing dengan wajah sumringah. Tak diragukan lagi, usaha abah selama ini tidak sia-sia. Tinggal menunggu sidang akhir lalu wisuda.
Ara berjalan dengan santai menuju halte, namun ada sebuah mobil yang berhenti tepat di sampingnya seraya membunyikan klakson.
Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang mengernyit melihat mobil itu. Dan turunlah sesosok pria tampan.
"Ra bareng aja pulangnya." Ujar pria itu seraya membukakan pintu mobilnya untuk Ara. Namun gadis itu tak bergerak ia masih terbengong karena tak menyangka ditawari tumpangan. Namun Ara mencoba melirik dengan ekor matanya ke kiri dan kanannya. Dan apesnya lagi suasana halte saat itu sedang ramai karena bebarengan dengan jam pulang kuliah.
"Ayo Ra buruan masuk."
๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
Kira kira siapa ya?
__ADS_1
Jangan lupa jempol kalian di tekan. Giftnya juga di tekan ya guys.