
⛅ Selamat membaca ⛅
Setelah pergumulan panas mereka, kini saatnya mereka bicara dari hati ke hati. Ada saatnya perlu saling terbuka agar tak ada lagi kesalahan pahaman.
"Maafkan ucapan ibu tadi siang ya mas. Ibu hanya tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Ibu merasa takut jika kita terus menentang keinginan keluarga Al Fares mereka bisa saja berbuat nekat. Ibu takut dari sekian hal Zafrina yang akan jadi korban." Ujar Dian meluruskan masalah yang terjadi tadi siang hingga menyebabkan Gerry pergi.
"Aku yang salah, aku yang tidak bisa menahan emosiku." Kata Gerry, ia sadar betul kesalahannya, ia masih begitu sulit mengendalikan emosinya. Padahal ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih bersabar. Tapi setiap berhadapan dengan Rian Al Fares sepertinya Gerry masih belum bisa. Trauma pasti. Apalagi hubungan Rian dan Dian dulu adalah suami istri meskipun mereka menikah siri.
"Aku tau mas masih trauma dengan masa lalu mas. Tapi Dian harap mas bisa mengontrol emosi mas. Percaya sama Dian, bahkan jika ada jutaan Rian mengejar ngejar Dian, cinta Dian akan tetap memilih seorang Gerry Ardana."
"Kau sekarang semakin agresif dan pintar menggombal." Ujar Gerry mencubit hidung Dian.
"Mas .." rengek Dian --- "Kita sama sama belajar ya mas. Aku berharap tak kan lagi ada rahasia diantara kita. Jika mas ingin menemuinya mas harus mengajak Dian."
"Iya, pokoknya mas minta maaf. Mas belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu. Mas belum bisa menjadi ayah yang baik untuk Zafrina dan Zafa." Kata Gerry. Dian menggeleng kuat.
"Mas adalah suami terbaik dan ayah terbaik untukku dan anak²." Dian mengusap dagu Gerry lalu mengecup lembut bibir pria itu.
"Mesum .." gumam Gerry sembari tersenyum. Dian langsung menyusup kedalam pelukan Gerry karena malu.
Pria itu tampak lega, masalah yang mereka hadapi dengan cepat bisa mereka atasi. Gerry bersyukur memiliki istri Dian yang begitu dewasa dalam menyikapi semua masalah yang mendera rumah tangga mereka.
__ADS_1
.
..
...
"Bagaimana keadaannya Zak?" tanya Arya menanyakan pada rekannya.
"Kondisinya kritis. Kita berdoa saja semoga dia secepatnya sadar. Karena luka sayatannya terlalu dalam pendarahan pun sulit dihentikan. Dan stok darah rumah sakit ini kebetulan kosong. Sehingga kami memerlukan waktu sedikit lama untuk menolongnya." Ujar dokter Zaki.
"Thanks bro .." Wajah Arya nampak lega, namun tak dapat menutup wajah lelahnya.
"Ya .. gue mau ngomong." Aldo menahan lengan Arya, sejak tadi ia mencari keberadaan Arya. Ia tak tega melihat Veni yang terus merintih kesakitan. Hingga seorang suster memberitahu keberadaan Arya kepadanya.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Arya.
"Ini mengenai Veni. Bagaimana jika aku membawanya berobat ke Singapura?" tanya Aldo.
"Semua itu terserah kau dan Veni. Karena Semakin cepat diobati maka akan semakin baik.
"Apa kau yakin dia masih bisa mengandung?" tanya Aldo tak yakin. Entah mengapa kini ia begitu peduli dengan gadis itu.
__ADS_1
"Semua itu kembali pada kehendak Tuhan. Banyak wanita yang hanya memiliki satu ovarium tapi bisa hamil dan melahirkan. Namun resikonya lebih tinggi." Kata Arya, ia pun merasa iba pada Aldo. Namun saat ini ia belum bisa berbuat banyak untuk sahabat adiknya itu.
"Baiklah, terimakasih." Aldo pun bergegas kembali ke kamar Veni. Namun ia teringat sesuatu lalu berbalik menatap Arya.
"Jangan jatuh cinta pada wanita itu. Aku memberi saran padamu karena kau sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri. Aku tau sifatnya. Sampai matipun dia tak akan berubah." Ucap Aldo.
"Kau urus saja urusanmu." Ketus Arya. Aldo hanya mengangkat bahunya. Yang terpenting dirinya sudah mengingatkan Arya. Selena tak akan pernah berubah.
Aldo masuk kedalam kamar rawat Veni, Gadis itu sedang menatap kosong ke luar jendela.
"Apa kau ingin menghirup udara di luar?" tanya Aldo pada Veni, gadis itu melirik sekilas lalu kembali pada lamunannya, tanpa berniat menjawab ucapan Aldo. Aldo mendesah berat.
"Aku akan ambilkan kursi roda dulu." Pamit Aldo namun langkah pria itu terhenti saat Veni mengucapkan sesuatu.
"Tidak perlu. Pergilah, jangan mengasihani aku." Ujar Veni dingin.
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
Vote vote vote sumbangin ke othor donk.
Jangan gara gara ada konflik kalian ninggalin karya ini ya. Bukannya setiap kehidupan juga pasti ada konflik. Begitupun karya othor ini. Mana mungkin othor mau nampilin yang manis-manis doank. tar dikira jual gulali bukan buat novel 😅😅
__ADS_1