Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Bab 85


__ADS_3

⛅ Selamat membaca ⛅


Sepanjang malam Dian terus terjaga. Karena saat Zafrina terlelap dia tiba-tiba menjerit ketakutan. Ibu mana yang kuat hatinya melihat buah hatinya seperti ini. Jika bisa Dian ingin bertukar posisi menggantikan putrinya.


Gerry pun sama tak tenangnya. Ia meminta pada ibunya untuk menemani. Dan menyerahkan pengawasan ayahnya pada seorang suster dan dokter jaga malam ini.


"Sayang, sebaiknya kau tidur sebentar. Bagaimana nanti, jika pagi hari suster mengantar Zayn dan Zayana untuk menyusu. Jika kamu begadang produksi ASI mu akan terhambat. Biar Ina ibu yang jaga." Ujar nyonya Arini. Ia tau perasaan Dian, tapi Dian juga harus memikirkan anak-anaknya yang lain.


Mata Dian menatap kosong kearah putrinya, ia bimbang, ketiganya adalah anak-anak. Dia tidak bisa jika harus memilih. Akhirnya Dian mengangguk setuju.


Gerry membantu Dian membenarkan posisi tidurnya. Sejak tadi pria itu diam. Entah apa yang dia pikirkan. Hanya dia dan Tuhan yang tahu.


Dian mulai memejamkan mata, tak lama Arya masuk ke kamar rawat Dian dengan perlahan-lahan. Gerry memintanya untuk memberikan suntikan obat tidur, agar Dian dapat istirahat total.


"Tante, Gerry, ada hal penting yg harus aku katakan. Mengingat Dian pernah mengalami baby blues sindrom. Saya sarankan jangan membuat emosinya terpancing. Apalagi Dian pribadinya mudah cemas dan khawatir. Itu bisa menjadi pemicu kondisinya seperti dulu lagi bahkan bisa lebih parah." Tutur Arya.


"Terimakasih sarannya Arya. Tante harap setelah ini, tidak akan ada masalah lagi kedepannya." Kata nyonya Arini.

__ADS_1


Arya segera pamit kembali pulang. Karena waktu menunjukkan pukul setengah dua pagi. Ia sengaja tidak pulang terlebih dahulu setelah mendapatkan kabar dari Gerry mengenai kondisi Dian.


.


..


...


Rian datang ke ruang ICU setelah mendapat kabar dari dokter yang menanganinya, jika Selena drop. Dan mungkin kesempatan hidupnya semakin tipis. Rian menghembuskan nafasnya saat melihat tubuh lemah tak berdaya Selena. Dulu Rian sangat memujanya, mencintai dirinya dengan berlebihan. Tapi itu dulu, sebelum wanita itu menghancurkan seluruh cintanya hingga tak bersisa.


Flashback


Meskipun Rian begitu sibuk, ia tak pernah sedikitpun mengabaikan Selena. Sampai suatu ketika Selena menerima tawaran di sebuah majalah kenamaan, majalah dewasa. Ia berkenalan dengan fotografer tampan bernama Mark Alison. Tak hanya fotografer handal. Mark juga terkenal sebagai playboy sejati. Semua model yang menjadi objek fotonya akan berakhir di ranjang dengannya. Begitu juga dengan Selena. Awalnya wanita itu selalu menolak. Namun lama-kelamaan ia termakan rayuan Mark yang memabukkan. Bahkan tak jarang keduanya mengumbar kemesraan mereka di depan publik.


Rian yang melihat itu semua merasa marah, namun saat itu Selena selalu membantah tuduhan itu. Hingga satu waktu saat mata-mata yang dikirim Rian mengatakan jika Selena ada di Bowery hotel bersama Mark. Rian langsung menyusul kesana. Sungguh pemandangan yang begitu menghujam hatinya saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Selena sedang bercumbu dengan Mark. Namun sebisa mungkin ia tetap menahan amarahnya. Hingga hari itu juga dirinya dipertemukan dengan keluarga Dian yang baru dan tentunya putri mereka yang begitu cantik.


Dunia Rian seakan berubah mengingat wajah putrinya yang tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


Rian masih memberi kesempatan sekali lagi pada Selena. Namun beberapa hari kemudian, Selena kembali berulah. Kali ini Rian sudah tak dapat mentolerir perbuatan Selena. Karna wanita itu bersama teman-teman sesama model sedang mengadakan private party. Dan disana ternyata Selena dan teman-temannya melakukan pesta s*x juga. Rian sampai tak percaya dengan apa yang dia lihat. Ternyata selama ini dia hanya membuang-buang waktu berharganya demi wanita seperti Selena. Perbuatan Selena seakan mencabut semua rasa cinta Rian kepadanya sampai ke akar-akarnya.


Flashback end


Bagi Rian, Selena adalah wanita pertama yang mengajarkannya tentang cinta. Maka dari itu meskipun ia sudah tak memiliki cinta untuk Selena, ia tetap menganggap wanita itu adalah sosok yang pernah berarti dalam hidupnya


Rian mendekati brankar Selena. Ia menggenggam jemari Selena. Wanita itu sudah lama menjadi yatim piatu sejak belia.


"Jika kau ingin cepat sembuh, maka berjuanglah, tapi jika kau sudah lelah dengan keadaanmu, maka pergilah." Bisik Rian, seakan-akan mendengar apa yang Rian ucapkan air mata Selena mengalir, dan tak lama setelah itu alat elektokardiogram berbunyi nyaring dan melengking.


⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅


Dah ya othor da ngantuk neh. lanjut besok lagi.


jangan lupa seperti biasa jempol, vote dan lain²


mohon maaf telat up. othor ketiduran ngelonin bocil 😂😂. Harap maklum ya namanya juga emak²

__ADS_1


__ADS_2