Menikahi Ibu Susu Baby Zafa

Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Bab 40


__ADS_3

🌼Selamat membaca🌼


setelah menghabiskan waktu 5 hari di NY. Kini Gerry dan Dian sudah ada di bandara untuk kepulangan mereka ke Indonesia.


Gerry sedang menggendong Zafa sedangkan Dian masih sibuk melakukan video call dengan sang mertua dan Zafrina, gadis kecilnya sudah kembali sehat dan ceria.


"Iya mah, ini sebentar lagi take off. Sayang, tunggu mama disana ya. Ga boleh nakal kalo sama Oma." Ujar Dian menatap Zafrina yang sedang berceloteh. Dari jauh sesosok wanita cantik sedang mengamati Gerry dan Dian, bibirnya tersungging senyum tipis.


"Kau benar-benar pria memukau tuan Gerry. Sayangnya wanita yang beruntung memilikimu bukan aku." Gumam Ghea. Ya dia saat ini juga sedang berada di bandara untuk bertolak ke Singapura.


Gerry dan Dian sudah berada di dalam pesawat, entah mengapa rasanya kepala Dian seperti berputar, Dian menyerahkan Zafa pada Gerry, pria itu mengeryitkan alis, biasanya sebelum take off Dian akan memeluk tubuh Zafa dengan erat.


" Ada apa sayang?"


"Tidak tau mas, kepalaku pusing." Ujar Dian, sembari terus memijat pelipisnya.


"Masuk ke kamar saja, istirahatlah. Perjalanan kita masih panjang." Ucap Gerry. Dian pun masuk ke kamar pribadi. Jet pribadi milik Gerry ini terbilang mewah karena fasilitasnya sangat lengkap.


Dian membaringkan dirinya, namun bukannya semakin berkurang ia semakin merasa tidak nyaman, perut Dian serasa bergejolak. Dia segera bangun dan memuntahkan seluruh isi perutnya hingga mengeluarkan cairan kuning yang terasa pahit. Tubuh Dian sekarang begitu lemas. Pintu kamar mandi yang belum sempat ia tutup sempurna terbuka dari luar. Gerry terkejut melihat Dian terduduk di dekat closed.


"Sayang ..!!" Gerry segera mengangkat tubuh Dian dan mendudukkannya di sofa.


Dian memejamkan matanya, Gerry menatap bingung setengah panik, karena Dian sudah sering bepergian bersamanya ke luar negeri tapi kenapa sekarang Dian mabuk perjalanan.


Gerry meminta seorang pramugari untuk menyiapkan minuman herbal untuk Dian. Pramugari itu membawakan minuman sereh dicampur lemon yang di beri sedikit madu.


Dian mencoba meminumnya dibantu oleh Gerry, perutnya sudah sedikit lebih baik. Setelah menghabiskan minumannya Dian merebahkan kepalanya di dada bidang Gerry, sungguh nyaman bisa menghirup aroma maskulin suaminya tak lama Dian langsung terlelap.


Gerry masih melihat wajah Dian masih agak pucat. Dia membiarkan Dian terlelap dengan posisi seperti ini. Sedangkan Baby Zafa sudah tertidur di box bayinya.


.


..

__ADS_1


...


Di sebuah rumah kosong Veni terus menerus di siksa oleh Rian, pria itu tak sedetik pun melepaskan gadis itu. Rian juga tak tau kenapa dia begitu tak menyukai gadis itu, Setiap ingat Dian yang memeluk lehernya dengan erat dengan tubuh gemetaran selalu membuat Rian langsung emosi dan menyiksa gadis itu.


Tubuh Veni penuh dengan luka, tapi bukannya menyadari kesalahannya dendamnya pada Dian semakin membesar.


Saat ini Rian sedang keluar karena ada masalah pengiriman barang pesanan. Sedang kedua anak buah Rian sedang asik bermain kartu. Veni tak menyia-nyiakan kesempatan untuk kabur. Setelah ia berhasil melepas ikatan di kakinya. Dengan kaki yang tertatih Veni keluar lewat jendela ventilasi di kamarnya.


Setelah berhasil keluar dari rumah kosong itu Veni terus berlari tak tentu arah. Dia langsung menuju ke arah jalan raya untuk mencari pertolongan.


Veni terus berjalan dengan sempoyongan rasanya luka di tubuhnya menyisakan rasa yang begitu sakit. Namun sakit hatinya lebih mendominasi. Ia mengutuk Dian, semua berawal dari Dian. Tanpa ia sadari semua terjadi karna ulahnya sendiri.


.


..


...


Selena mendatangi Rian di perusahaannya, namun pria itu masih enggan menemui wanita yang dulu pernah merajai hatinya.


"Kau tidak tau siapa aku? aku ini pacar pemilik perusahaan ini." Teriak Selena lantang, semua orang yang ada di lobi bukannya tak mengenali siapa Selena namun pamornya yang sudah terlanjut buruk membuat karyawan di perusahaan Rian tak menaruh respek padanya.


"Anakku tidak mungkin memacari wanita rendahan sepertimu." Ujar seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik dan glamour di usianya. Penampilannya sudah mencerminkan jika dirinya seorang nyonya dari kalangan kelas atas.


"Selamat siang, nyonya besar." Ujar seluruh karyawan di perusahaan.


Nyonya Santika melirik ke arah Selena berdiri. Di samping nyonya Santika ada seorang wanita cantik blasteran timur tengah yang wajahnya memancarkan aura bintang. Selena sempat tertegun menatapnya.


"Sekuriti, usir wanita ini. Jangan biarkan dia mengotori perusahaan yang ku bangun dengan susah payah." Ujar nyonya Santika, seketika sekuriti langsung menghambur memegangi tangan Selena.


"Lepaskan tangan kotor kalian. Aku akan laporkan semua perbuatan kalian pada Rian. Aku pastikan kalian akan dipecat olehnya." Ujar Selena, ia menghempaskan tangan kedua sekuriti itu.


"Cih percaya diri sekali kau." Ujar nyonya Santika meremehkan Selena. "Kalian berdua, pastikan jangan sampai wanita rendahan ini menginjakkan kaki di perusahaanku." Lanjut nyonya Santika.

__ADS_1


Selena pergi dari perusahaan Rian dengan hati hampa, apakah ini karma yang harus dirinya terima. Selena menyalakan mobilnya menuju kediaman Gerry. Dia ingin melihat putranya.


Selena sudah ada di depan gerbang rumah megah yang dulu sempat ia tinggali bersama Gerry. Namun sekarang sepertinya menginjakkan kaki disana dirinya sangat tidak pantas. Tapi dia pun merasa penasaran dengan putranya.


Dengan penuh keyakinan akhirnya Selena sudah berada di depan pintu rumah itu dan mengetuk pintunya.


Tak lama pintu terbuka dari dalam menampilkan sosok wanita cantik meskipun usianya sudah mulai menua. Ya dia adalah nyonya Arini. Matanya tak berkedip mendapati mantan menantunya ada disana. Tiba² rasa was-was melingkupi hati nyonya Arini.


"Ada keperluan apa kau kemari?" tanya nyonya Arini datar.


"maafkan Selena, mama! ijinkan Selena bertemu dengan putraku." Ucap Selena, nyonya Arini justru tersenyum miring.


"Putra yang mana yang kau maksud he?"


"Mah, bagaimana pun dia lahir dari rahimku." Kekeuh Selena.


"Ya, bayi yang tidak pernah kau harapkan kehadirannya. Bahkan kau berniat melenyapkannya dengan terus terusan mengkonsumsi alkohol saat kau mengandungnya. Apa ot*kmu yang dangkal itu pernah berpikir akibatnya bagi janinmu?" Ujar nyonya Arini. "Bahkan kau meninggalkannya di saat dia benar-benar membutuhkan keberadaanmu. Apa masih pantas kau menyebut dirimu sebagai ibunya?" Sambung nyonya Arini sudah terlanjur emosi menatap mantan menantunya itu.


"Maafkan Selena mah, beri Selena kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki kesalahan Selena."


"Sayangnya kesempatan itu sudah tidak ada untukmu. Kita tunggu saja, apakah istri Gerry mengijinkanmu bertemu putramu atau tidak." Kata nyonya Arini masih menatap tajam Selena.


"A-apa mas Gerry sudah menikah? apakah dengan wanita yang dulu .." Selena tak mampu lagi melanjutkan kata-katanya.


"Ya, wanita yang dulu Gerry ajak untuk menceraikanmu. Dialah istri baru Gerry, bahkan dia sangat menyayangi putra Gerry meskipun bukan darah dagingnya sendiri." Nyonya Arini langsung menutup pintu dengan sangat keras hingga membuat Selena yang masih terpaku terlonjak kaget.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Auh Selena kasian ya..


FYI guys othor tetapkan jadwal up sekitar jam 8 malam atau kalo ga bisa sampai jam 9 tergantung bocilku tidurnya. Dan kalo pun tiba² siang othor udah Up itu berati othor nganggur. 😅😅


terimakasih yang udah sabar ngikutin kisah ini

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote. juga ngasih hadiah juga boleh othor dengan senang hati bakalan terima. See you 😘😘😘


__ADS_2