
Venita Auliani (Veni)
Rivaldo (Aldo) Visual othor ganti
Ardian Hutapea (Didi)
Selina Kyle (Pacar Didi yang hilang)
**Selamat membaca
5 Tahun yang lalu**
Seorang gadis remaja cantik, rambut kuncir kuda dan membawa ransel di pundaknya. Ia memakai tanktop putih yang tertutup kemeja flanel berwarna coklat, dipadukan dengan celana panjang jeans sobek-sobek dibagian lutut dan pahanya, serta sepatu Converse berwarna putih.
"Wah kalo kau bisa membuatnya takluk padamu, aku akan berikan mobilku yang terbaru." Ujar Arya. Didi semakin bersemangat.
Tanpa ia sadari kakinya mulai mendekati gadis itu. Gadis yang masih tak terlalu memperhatikan sekitarnya karena sibuk bermain ponsel.
Didi berpura-pura menabraknya. Gadis itu terhuyung, namun lengan kokoh Didi menangkapnya.
"Kalo jalan perhatikan langkahmu bodoh." Ujar Didi. Gadis itu menatap kesal kearah Didi.
"Apa urusannya dengan anda."
"Aku menyelamatkanmu dari rasa malu. Lihatlah jika aku tak menabrakmu, kau akan menabrak tempat sampah itu." Kata Didi berbisik di telinga gadis itu. Tubuh gadis itu mendadak kaku. Ini pertama kalinya ia sedekat itu dengan pria.
"Me-menjauh-lah ..!" ujar gadis itu mendorong Didi. Ia langsung membenahi dirinya dan menatap tajam Gerry.
Eh tunggu dulu, sepertinya aku pernah bertemu dengannya tapi dimana?
"Aku mencintaimu." Ujar Didi tiba-tiba dengan sangat lantang. Arya sampai terbengong melihat tingkah adiknya yang begitu serius menjalani tantangan yang dia buat.
Gadis itu mengerjap berkali-kali. Syok sudah pasti. Tapi gadis itu mengenali wajah Didi.
"Apa kau sudah operasi plastik?" tanya gadis itu.
Didi mengeryit bingung. Apa maksudnya gadis ini berkata demikian. Tapi tunggu operasi plastik.
"Ah .. kau gadis yang waktu itu." Ucap Didi tak percaya.
__ADS_1
"Wah kau orang pertama yang mengingatku. Apa kau serius mencintaiku?" tanya gadis itu tangannya bermain nakal membuat pola abstrak di dada Didi yang terbungkus kemeja.
"Sial, sepertinya aku salah sasaran." Gumam Didi dalam hati.
"Baiklah, ayo kita pacaran." Ujar gadis itu.
Arya membelalakkan matanya tak percaya. Mobil Audi R8 nya harus ia relakan untuk Didi.
Didi tersenyum puas. Terserah nanti mau seperti apa yang jelas ia senang mendapatkan mobil baru milik kakaknya.
.
.
.
Sejak taruhan saat itu Selin panggilan gadis itu selalu menempel di manapun Didi pergi. Pria itu merasa kebebasannya terenggut untuk saat ini. Tapi dia tidak akan pernah menyangka kedekatan seperti ini suatu saat akan dia rindukan.
"Hei menjauhlah .." Kata Didi mendorong kening Selin.
"Kau menyebalkan sekali .." Decak gadis itu kembali menyedot Boba kesukaannya.
Saat ini Didi sedang sibuk mengurus klub milik Aldo sahabatnya. Didi selalu menyempatkan waktu untuk datang ke klub selepas pulang kerja. Dan Selin selalu menunggu Didi di depan pintu masuk klub itu.
"Kenapa kau terus mengikutiku?" desis Didi tak suka.
"Apa kau lupa? aku ini pacarmu." Ujar gadis itu tanpa rasa bersalah. Didi hanya meliriknya. Percuma juga dia berbicara dengan gadis itu.
Tanpa mereka sadari kedekatan mereka lama kelamaan akan memercikkan benih-benih cinta di hati mereka berdua.
Gadis itu merahasiakan identitasnya. Bahkan saat Didi ingin mengenal lebih jauh siapa Selin, gadis itu selalu berkilah. Tidak ada yang tau selain Selin sendiri. Karena ia sebenarnya adalah putri kerajaan yang sedang melarikan diri dari negara T. (yang banyak lady_boy)
Viona mendekat kearah Didi, primadona klub star itu tampak begitu melekat ditubuh pria atletis itu.
Selin yang kesal dengan tingkah kecentilan
Viona mulai beraksi. Dia menjegal kaki wanita malam itu, hingga terjungkal. Saat Didi akan menahan tubuh Viona tangan Selin bergerak cepat menarik Didi hingga tubuh Didi berputar menghadap Selin. Dan akhirnya,
Gubrak ..!!
Viona terjatuh terbentur kursi. Mata Didi membulat, ia tak menyangka Selin akan berbuat seperti itu. Saat tangan Didi terulur untuk menyentuh Viona, suara Selin menghentikan gerakan tangannya.
"Kau sentuh dia, akan ku pastikan kau tak akan mendapatkan mobil impianmu itu." Desis Selin dengan tatapan mata tak suka tertuju pada Viona.
Tangan Didi terkepal, wajahnya mengeras. Ia benar-benar tak menyukai sikap Selin yang seperti itu. Sama sekali tidak ada lembut-lembutnya. Tidak seperti Dian.
Didi meninggalkan Selin masuk ke ruangan Aldo. Yang untuk beberapa waktu kedepan akan dia tempati selama dirinya mengelola klub itu.
__ADS_1
Selin yang kesal karena diacuhkan oleh Didi memilih pergi meninggalkan klub itu. Toh dia kabur dari negaranya untuk berlibur bukan untuk mencari cinta.
.
.
.
Sementara itu Arya sedang berada disebuah kafe dipusat perbelanjaan. Ia sedang menikmati kopi Brazil kesukaannya. Saat ia sedang menyeruput kopinya, ia dikejutkan oleh suara seorang gadis yang membuatnya kehilangan mobil barunya.
Arya menoleh dengan malas kearah gadis itu.
"Kenapa kamu ada disini?" tanya Arya sambil menengok kiri dan kanan.
"Aku bosan, hanya ingin jalan-jalan." Jawab gadis itu, tanpa dipersembahkan dia langsung duduk dihadapan Arya.
"Apa kakak sedang memburu wanita." tanya Selin mendekatkan wajahnya ke Arya. Wajahnya benar-benar menggemaskan.
"Jangan mendekat seperti itu ke arahku." Ketus Arya. Selin berdecak kesal.
Ck ..!!
Tidak kakak, tidak adik semua menyebalkan." Desis Selin. Arya hanya terkekeh melihat tampang kesal gadis itu.
"Selin, berapa usiamu?" tanya Arya penasaran.
"Jika kau menebak dengan benar aku akan mentraktirmu makan." Ujar Selin tak berniat menjawab pertanyaan Arya.
Arya mengusap dagunya seolah berpikir keras. "20 tahun ..!" tebak Arya.
Selin terseyum tanpa mengiyakan. "Pesanlah makanan apapun yang kau sukai." Ujar Selin. Arya tersenyum senang.
"Aku tidak mau disini. Aku ingin kau mentraktirku di tempat lain." Ujar Arya.
"Ok .. ayo." Kata Selin, tak lama mereka meninggalkan kafe menuju restoran yang dimaksud Arya.
"Pesanlah apapun yang kau sukai kakak ipar." Ujar Selin, Setidaknya hari ini dia tidak kebosanan karena ada Arya.
Mereka makan sambil mengobrol tentang banyak hal, Arya menjadi kagum kepada Selin, karena ternyata gadis itu sangat pintar dan tahu banyak tentang bisnis dan politik.
Setelah makan Selin benar-benar membayar tagihannya meski Arya sempat menolaknya. Tetapi Selin memaksa dan akhirnya Arya menyerah. Arya mengantar Selin ke klub Aldo. Ia bahkan ikut masuk mengantar Selin kedalam untuk menemui Didi. Namun apa yang dilihat justru membuat Arya marah. Didi sedang bercumbu dengan seorang wanita malam. Arya yang hendak menghajar Didi langsung dicegah oleh Selin. Gadis itu punya caranya sendiri. Ia meminta milkshake pada bartender dan hampir semua pengunjung menahan tawanya mendengar permintaan gadis itu. Namun tak urung pesanan yang dia minta dibuatkan oleh seorang bartender wanita. Setelah mendapat yang ia mau ia menghampiri tempat Didi duduk dan pel*acur itu duduk. Dengan gerakan perlahan Selin menuang isi gelas keatas kepala Didi dan Wanita itu.
"Kau ..!" Didi sudah mengepalkan tangannya. Namun tatapan mata Selin justru tampak menantang Didi.
*************
**Guys ini buat kalian yang penasaran siapa cewek Didi, yang pasti bukan Velia ya.
__ADS_1
Dan kenapa othor kasih 5 tahun yang lalu? itu artinya othor menceritakan lagi kenapa ceweknya pergi dan apa yang buat Didi menyesal nantinya.
Jadi Alon-alon ya guys. Jangan mempertanyakan kapan Gerry dan keluarga muncul lagi. Ya nunggu ada bab yang judulnya 5 Tahun kemudian. Ok**!!