
"Apa maksudnya kebohongan yang dia katakan? Apa kalian menyembunyikan sesuatu dari ku?" Satya memang awalnya tidak percaya.
Walaupun dirinya dan Johan hanya terikat hubungan perusahaan semata, tapi ia tahu betul jika pria itu pasti sudah mengetahui sesuatu dari pada dirinya sendiri. Bahkan Johan bisa menebak sesuatu, dengan jawaban yang selalu tepat sasaran. Bagaimana bisa Satya tidak percaya dengannya?
Terlebih lagi tentang mantan istrinya sekarang, apakah yang dia katakan itu benar? Hana setres lagi karena dirinya menghubungi perempuan itu lagi kemarin hari. Jika itu benar-benar terjadi, maka Satya akan merasa sangat bersalah sekarang. Tapi di sisi lain ia hanya mau menuruti permintaan istrinya saja untuk bertemu dengan perempuan itu. Apakah itu sebuah kesalahan besar yang tanpa ia sadari?
"Jangan dengarkan dia, Satya. Mungkin dia hanya mengancam saja, dia pasti di hasut oleh wanita itu-"
"Wanita yang mama maksud adalah anak mama, dia saudara ku. Bagaimana bisa mama bisa berkata itu tanpa berpikir?"
"Kau membelanya sekarang, Anna? Apa kau kena hasutannya?"
"Cukup! Aku sudah terlalu muak mendengar perkataan mu, mama bisa keluar dari sini. Aku ingin sendiri." Anna menatap ke arah wanita itu dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan lagi.
Anna sudah tahu apa niatan mamanya itu sekarang, sebenarnya ia tahu beberapa waktu lalu ketika semua sudah terlanjur menjadi hancur seperti ini. Seharusnya memang bukan situasinya, ia merasa jika semua ini bukan sebuah kebetulan sama sekali.
Berakhir Stella pergi dari rumah itu atas permintaan anak kesayangannya itu, antara ia kesal dan juga sedih ketika ia tahu jika anaknya sendiri menyuruhnya keluar seperti ini. Stella merasa kesal, Anna sudah tidak bisa menurut seperti dahulu lagi. Dia lebih bisa melawan dan mempunyai jalur pikirannya sendiri semenjak dia mengenal Satya.
Di mana pria itu memang pada awalnya ia jodohkan dengan anaknya yang lain untuk menjalani hubungan perusahaan saja, di manfaatkan sebagai jalur harta benda yang dia mau. Pengobatan Anna adalah sebuah alasan agar dia menerima perjodohan itu, dan benar saja dia menerima perjodohan itu.
__ADS_1
Dan tanpa di duga anaknya itu justru menjadi selingkuhan suami dari saudaranya sendiri. Sekarang siapa yang di salahkan? Stella memang tahu akan hubungan gelap antara suami anaknya itu dan juga anaknya yang lain, tapi dirinya hanya diam karena ia tidak mau membuat anak kesayangannya sedih. Biarkan dia bahagia dengan caranya sendiri meskipun salah. Jujur, pendidikan yang dia lakukan kepada Anna itu jelas salah adanya.
Anak itu menjadi tidak bisa membedakan antara mana yang salah dan mana yang benar. Setelah ini dia sudah mulai tahu segalanya, Stella tidak bisa berbuat banyak setelah itu.
"Aku harap kamu memang tidak menyembunyikan apa pun, istriku. Aku sudah percaya dengan mu."
"Kau berpikir aku berbohong setelah pria itu datang tanpa di undang tadi?" Memang tidak bisa di percaya sebenarnya, tapi apa yang dia katakan seolah adalah kenyataan.
"Aku berharap kau tidak berbohong."
...•••...
Satya hanya diam di luar kamar, mengingat bagaimana ia pernah hidup berdua dengan istrinya yang dulu membuatnya merasa bersalah. Bayangan perempuan itu seolah masih sama saja di dalam pikirannya, bahkan senyumannya dan bagaimana suaranya itu, membuatnya merindukan perempuan itu yang sudah miliki status mantan istri.
Penyesalan terus dia rasakan, bayang-bayang perempuan itu terus saja lewat di kepalanya. Pria itu berusaha keras untuk melupakan masa lalu, tapi kenyataannya perasaan yang masih ada meskipun hanya sebuah goresan itu ternyata membekas cukup jelas.
Tidak bisa dijelaskan bagaimana keadaannya sekarang. Dia memilih pergi untuk menyembuhkan segala luka yang ada, tentu saja termasuk luka yang pernah Satya lakukan kepadanya. Kenapa baru sadar sekarang? Kenapa tidak sejak dahulu saja?
Tentu saja, penyesalan akan datang di akhir. Di mana semua orang sudah tahu jika dia tidak salah dalam apa pun, justru sebaliknya dia mencoba menolong dan mencegah apa yang terjadi adalah sebuah keburukan. Tapi kenyataannya semua orang malah menyalahkan dirinya, bagaimana perasaan perempuan itu sekarang? Rasa sakit yang tidak akan pernah hilang.
__ADS_1
Kebusukan Aca juga sudah terbongkar, dia bersandiwara agar semua orang membenci Hana bukan membenci dirinya. Tapi sekarang, mungkin berkat perjuangan seorang kakak laki-laki, dan juga beberapa orang yang Satya tahu menyukai mantan istrinya itu membuahkan hasil. Aca di penjara dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pembunuh berencana.
Bahkan di mana semua orang stau pun tidak ada yang tahu akan semua rencananya itu. Bayangkan saja sendiri bagaimana kejadian itu berlangsung cukup lama, waktu yang semakin lama membuat luka semakin terlihat jelas itu.
Di balik itu semua juga, Anna nyaris terseret kasus karena masa lalunya yang mencoba memperburuk keadaan. Tapi beruntung, Dimas masih mau di negosiasi tapi dia tidak mau menghapus hukuman dendam sebanyak ratusan juta itu. Bagaimana mental adiknya sudah rusak membuatnya sakit hati.
Satya tidak tahu akan separah itu, dan parahnya lagi dirinya tidak tahu akan depresi berat yang Hana alami. Suami macam apa dirinya itu dulu? Tidak pantas di sebut dengan sebuah sebutan suami karena dia tidak becus mengurus satu perempuan saja.
Pria itu menoleh ke arah kamar, di mana ia melihat Anna menangisi kesalahan yang pernah ia lakukan dahulu bahkan sampai sekarang. Dia hanya tidak tahu jika kesalahannya akan merugikan satu orang dalam keadaan fatal.
Tidak ada pilihan lain selain memperbaiki situasi yang ada, waktu akan tetap berjalan di mana ia juga harus mulai merelakan kepergian Hana sekarang. Tidak ada gunanya terus memikirkan perempuan itu, karena sama saja dia menyakiti dirinya sendiri dan semua luka juga tertuju kepada dirinya.
Satya berjalan menghampiri Anna dan memeluk istrinya yang tengah mengandung itu, menenangkannya sebisa yang dia lakukan. Keadaan memang masih kacau walaupun sudah berlalu cukup lama. Tapi luka itu tidak akan sembuh walaupun termakan dengan waktu, tidak akan.
Bahkan sebuah kematian datang pun, tidak akan menghilangkan perasaan penyesalan itu untuk selamanya. Sebesar itu kesalahannya di masa lalu dan ia sangat berharap, semoga anaknya nanti tidak terkena imbasnya.
"Aku melakukan kesalahan hiks hiks hiks..." Anna menangis dipelukan Satya sekarang dan tangannya tanpa sadar meremat baju yang suaminya kenalan.
Menahan semua emosional ini memang tidak bisa di kendalikan dengan mudah, seorang wanita hamil memang memiliki hormon emosional yang labil. Dia akan mudah menangis, marah dan semacamnya. Itu lumayan rumit, tapi dia harus melakukan semua kesulitan itu dan bahkan mungkin saja harus mempertaruhkan nyawanya.
__ADS_1