Pejuang Takdir Ini

Pejuang Takdir Ini
Chapter : 137


__ADS_3

"Kalian pulang cepat? Aku pikir kalian akan menetap di sana untuk satu tahun ke depan."


"Tidak, ada sesuatu yang terjadi. Hana akan aman di sini." Jihan tidak tahu apa yang sudah terjadi sekarang, ia berusaha tetap bersikap normal setelah mendengar kalimat tadi.


Dia melirik ke arah Hana yang sepertinya kecewa dengan keputusan Johan, tapi dia juga mengerti dengan keadaan yang sudah terjadi. Pasti keputusan yang amat berat, di tambah Johan memang sudah merencanakan tetap tinggal di Indonesia, apa yang membuat pria itu berubah pikiran?


Tidak tahu kepastiannya sekarang, Jihan mengantar Hana ke dalam kamarnya karena katanya Johan akan pergi ke suatu tempat. Aura Johan bahkan sudah menjelaskan semuanya, dia menyuruh bodyguard yang memang suruhannya selama ini. Tidak ada campur tangan keluarga utama.


Di kawasan Australia memang kebanyakan adalah perusahaan dari Johan, sebagian kecil milik keluarganya. Itu tetap saja, semua mengkhawatirkan dirinya. Pria itu masuk lagi ke dalam mobil, mempercayakan sepupunya untuk menjaga calon istrinya.


"Apa yang sudah terjadi? Aku tidak mengerti kenapa dia bersih keras mau kembali, padahal dia sudah janji..."


Jihan paham dengan apa yang Hana rasakan, perasaan kecewa pasti akan tetap ada di tambah memang sudah terlalu berharap akan ke depannya. Tapi mau bagaimana lagi, masa depan tidak bisa diprediksi. Jika saja memang bisa maka semua ini sudah di ketahui semuanya apa yang akan terjadi nanti, membatalkan rencana dan memindah ke rencana yang lain.


Tapi memang tidak bisa di duga, sepertinya memang ada masalah besar yang membuat Johan memperketat keamanan di rumah. Jihan yakin semua ini menyangkut keluarga utama, di tambah rencana pernikahan yang akan datang jauh lebih cepat.


Johan pasti kebingungan sekarang, antara harus mengundur atau harus melawan terlebih dahulu untuk melihat situasi kedepannya nanti.


Jihan juga berusaha membuat Hana melupakan masalah hari ini, wanita hamil itu hanya bisa menerima di tambah perut besarnya memang memicu emosionalnya sekarang.


Ia berharap semua akan baik-baik saja untuk ke depannya, kelahiran anak-anak itu akan terjadi secara cepat bahkan sekarang yang seolah tidak terasa. Jihan hanya bisa berdoa demi yang terbaik, melakukan sesuatu pun ia rasa tidak akan sanggup karena keluarganya sendiri tidak bisa ia tangani.


"Mungkin hanya butuh waktu..."

__ADS_1


...•••...


"Tumben kau datang kemari, ada apa?" Jihan berjalan cepat ke arah di mana Reyhan berada. Gadis itu bukan tanpa alasan bisa sampai di kantor pria itu sekarang bahkan, bagaimana raut wajah itu mudah di baca.


Reyhan beranjak dari tempat duduknya dan ikut menghampiri Jihan yang datang kepadanya, ia yakin ada sesuatu yang terjadi yang membuat gadis itu datang kepadanya sampai seperti ini.


Ingat? Reyhan adalah pembangunan perusahaan robotik yang terkenal di sana, perusahaannya memang terbilang cukup besar di negaranya sendiri. Di sana juga daerah kekuasaannya juga lumayan besar, tidak bisa di remehkan sama sekali. Beruntung ia mendapatkan orang tua yang membebaskannya dalam melakukan apa saja.


"Ada sesuatu yang terjadi..."


"Jangan terburu-buru, katakan dengan pelan." Jihan berusaha tenang, tapi kepalanya terus memikirkan banyak hal yang membuatnya bernafas saja rasanya sesak.


Reyhan hanya menunggu dengan penjelasan yang akan Jihan katakan kepadanya. Bertanyakah tentang hubungan mereka berdua? Mereka masih berteman baik, walaupun tidak begitu lama.


Tapi mereka berdua saling membantu satu sama lain, termasuk sekarang. Di mana Jihan bebas datang kepada Reyhan jika saja gadis itu butuh sesuatu.


"Iya, dia calon istri sepupumu. Jadi ada apa dengan itu?"


"Pernikahan akan dilakukan dalam waktu dekat, tapi pamanku menolak keputusan Johan yang membuat dia panik. Silsilah keluarga kami tidak pernah terputus, keputusan yang Johan ambil memang lumayan salah tapi di antara lain, dia mencintai orang lain. Dia akan di jodohkan dengan orang lain jika saja Johan semakin memberontak, jika saja Johan menolak lagi dan nekat menikah dengan Hana. Maka ada nyawa yang akan hilang nanti, tolong aku..."


"Keluarga mu masih menuntut tradisi itu?"


"Iya, aku harus bagaimana? Bibi memang sudah mendukung Johan sepenuhnya, tapi itu hanya Bibi. Keluarga yang lain tidak setuju dengan keputusan sepupu ku, aku tidak mau ada korban lain."

__ADS_1


"Korban lain? Apa maksudmu dengan korban lain? Apa pernah ada orang lain yang jatuh karena tradisi itu?" Reyhan tidak mengerti dengan semua ini, keluarga besar yang seperti Jihan punya.


Di tambah terkenalnya silsilah keluarga itu memang sempat Reyhan yakini mereka adalah keluarga yang amat terpandang, layaknya seperti keluarga kerajaan tapi bukan demikian. Kekuasaan yang cukup meluas membuat masing-masing kepala keluarga memilih daerahnya masing-masing, ada yang sudah lepas dari tradisi.


Tapi itu sebagian kecil, dan sisanya masih mengikuti peraturan gila itu. Mengatur pasangan? Jangan bicara omong kosong, mereka tidak setuju dengan pasangan pilihan sendiri. Orang tua akan memilihkan pasangan hidup dengan derajat yang seimbang. Hana memang memiliki daerah keluarga yang lumayan, tapi tidak memadahi di tambah di mana dia baru saja cerai dan kabar di mana saudaranya sendiri.


Itu pasti menjadi aib yang cukup besar di keluarganya, dan keluarga dari Hana itu di asingkan oleh yang lain. Itu alasan mengapa koneksi Hana masih lumayan banyak karena banyak yang mendukung perempuan itu ketimbang anggota keluarganya yang lain.


"Aku tidak mau membicarakan semua itu..." Paham dengan keadaan yang mulai tidak stabil sekarang ini. Reyhan mungkin akan memutuskan keputusan yang besar sekarang.


"Aku akan membantumu, aku akan melakukan yang aku bisa. Jangan khawatir, cepat atau lambat semua akan baik-baik saja."


"Kamu yakin? Tapi kamu juga tahu bagaimana keluarga ku bermain-"


"Aku akan ikuti permainan mereka, jangan terlalu di ambil pusing. Kamu lelah? Istirahat lah dulu, setelah urusan ku selesai kita langsung berangkat."


"Apa? Kemana?" Reyhan hanya tersenyum dan kemudian mengabaikan Jihan yang masih bertanya-tanya dengan apa yang akan Reyhan lakukan ke depannya.


Apakah ia salah memilih orang? Tentu saja tidak, Reyhan jelas dari keluarga yang tidak terlalu besar tapi karena dia mau membangun reputasinya sendiri membuat namanya terkenal di kalangan masyarakat. Apa lagi sifatnya yang lumayan sosialisasi, dia mengenal banyak orang dan begitu banyak orang yang segan kepadanya.


Jihan berharap jika apa yang ia harapkan tidak membuatnya jatuh, ia khawatir akan banyaknya tragedi yang terjadi. Bagaimana ia bisa menangani semua ini? Bahkan sekarang Reyhan mengirimkan beberapa anak buahnya lebih tepatnya memang suruhannya ke rumah Jihan, menjaga dari kawasan luar.


"Tidurlah dulu jika kamu merasa lelah."

__ADS_1


"Aku tidak bisa tidur..."


"Kemarilah."


__ADS_2