Pejuang Takdir Ini

Pejuang Takdir Ini
Chapter : 43


__ADS_3

Sampainya mereka berdua di sebuah perumahan mewah di sana, dengan rumah yang memiliki dua lantai tapi dengan desain megahnya dan mungkin akan cocok dengan pasangan baru ini.


Kedua pihak keluarga berada di sana menemani sekaligus membantu mengatur semua kebutuhan anak masing-masing. Tentu saja yang salah satu pihak terpaksa seperti itu agar mereka terlihat baik di depan keluarga lain.


Ketika baru saja Satya menghentikan mobilnya ia sudah di sambut oleh keluarganya, di situ mereka berdua pun turun dari mobil dan mungkin saja kedua keluarga itu kagum dengan kedua anak mereka yang entah mengapa nampak serasi sekali.


Satya menoleh ke arah Hana, memberikan kode kepada gadis itu bersikap layaknya pasangan pengantin baru pada umumnya setidaknya itu dilakukan ketika berada di sekitar keluarga dan banyak orang saja.


Hana yang paham dengan kode pria itu, ia langsung tersenyum dan ia merangkul tangan kekar itu seperti pasangan biasanya. Walaupun Hana tidak pernah sedekat ini dengan pria mana pun, Jeffran? Mereka jarang berpegangan tangan karena Hana sendiri yang menolak. Mereka berdua bisa melakukan yang lebih tapi Hana hanya mau jika hubungan mereka sudah jelas seperti sekarang, walaupun hanya sekedar di atas kertas dengan sejuta sandiwara.


Satya tersenyum dan menyapa kedua orang tuanya dengan senang, Hana mendapatkan pelukan hangat dari Viola. Tentu saja siapa yang tidak senang, di mana ia sudah bisa memiliki anak lagi padahal posisi ia sangat amat menantikan anak perempuan tapi tuhan tidak merestui.


Tapi justru tuhan memberikan anak orang lain menjadi menantunya. Sangat bahagia, bahkan momen ini adalah momen paling Viola tunggu. Ia sangat senang akan kehadiran Hana sejak awal, gadis yang begitu pendiam dan banyak tersenyum.


"Sehari tidak bertemu denganmu saja, bunda sudah sangat merindukanmu. Bagaimana keadaanmu?" Viola memegang kedua pipi Hana dan bertanya dengan anda lembutnya.


Stella yang berada di sana senyum canggung, ia tidak pernah memperlakukan Hana seperti itu padahal anak kandungnya sendiri. Tapi Viola, ia justru bersikap layaknya ibu kandung yang sesungguhnya. Stella merasa tersindir dengan perlakuan Viola.


Sedangkan Anna yang berdiri di samping ayahnya hanya diam, ia melihat betapa senangnya Viola ketika bertemu dengan Hana. Gadis itu merasa iri, seharusnya dia berada di sana bukan Hana. Tapi kenapa Anna menolak untuk dijodohkan?


"Kenapa matamu ini bengkak? Kamu menangis semalam? Satya melakukan sesuatu kepadamu sampai anak gadis ku ini menangis seperti ini hm? Satya, apa yang kau lakukan kepada putri ku?" Viola seketika memasang wajah datar menyeramkan ke arah Satya yang berdiri di samping ayahnya yang juga terkejut.


"Aku-"

__ADS_1


"Mungkin saja Hana tidak terbiasa dengan itu, jadi dia kaget dan menangis sepanjang hari. Maklum saja sayang, kamu juga gitu dulu." Ucap Andre menjelaskan, padahal dia tidak tahu jika anak laki-lakinya dengan tega menyuruh istrinya sendiri tidur di sofa.


"Begitu kah? Apa masih sakit sayang? Mau bunda obati?"


"Tidak, tidak apa-apa." Viola cemberut dan kemudian dia tersenyum lagi, ia merangkul Hana membawa gadis itu masuk ke dan rumah.


Sedangkan yang lain mengikuti, tersisa Satya dan Anna diluar rumah. Tidak ada yang menyadari mungkin karena mereka sibuk dengan rumah dan Hana juga. Anna menoleh ke arah Satya yang menatap wajah bahagia bundanya, ia tidak pernah melihat wajah wanita itu terlalu bersemangat dan bahkan berseri-seri seperti itu sebelumnya.


"Satya?" Pria itu menoleh ke arah Anna, melihat bagaimana raut wajah Anna ia kurang paham karena dia tadi menanggapi terus ucapan bundanya.


"Hm? Ada apa dengan wajahmu itu?"


"Kau tidak benar-benar melakukan itu dengan Hana bukan?" Agak aneh pertanyaan Anna sekarang, mungkin bagi orang lain yang mendengar akan merasa jika Anna benar-benar aneh. Bagaimana tidak?


Satya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Anna itu, kenyataannya ia tidak melakukan apa pun kepada Hana. Bahkan menyentuhnya saja tidak, ia bahkan menyuruh Hana tidur di luar. Bagaimana caranya?


"Kau serius?" Ketika Satya hendak menjawab, Andre memanggil Satya dari dalam dan membuat pria itu tidak bisa menjawab pertanyaan Anna itu.


"Aku tidak melakukan apa pun, jika kau tidak percaya itu hak mu." Setelah itu Satya mengajak Anna untuk masuk ke dalam tapi gadis itu menolak.


Karena sudah di panggil terus menerus, Satya pun masuk ke dalam rumah dan ikut dalam acara rumah baru tersebut. Sedangkan Anna merasa jika ada yang sesak di dadanya, sakit hati sekaligus ia juga iri dengan apa yang Hana miliki sekarang.


Harusnya Anna bersyukur bukan karena Satya mencintainya ketimbang istrinya sendiri, tapi di sisi lain Hana memiliki semuanya. Keluarga baru yang begitu sayang dengan Hana dan juga Satya, secara jiwa dan raga Hana memiliki itu.

__ADS_1


Bahkan Hana juga dilindungi oleh dua geng terkenal, Elang dan Vesselsoft. Bagaikan ratu yang selalu di kawal oleh para prajurinya, kemana Hana pergi semua orang itu pasti akan selalu menjaga dan mengawasi.


Sedangkan Anna? Tidak ada siapa-siapa. Lalu Anna harus menyalahkan siapa? Tentu saja Hana adalah sasaran semua kesalahan yang dia miliki, karena Hana ada di dunia ini rencana Anna terhambat karena gadis cantik itu.


'Apa tidak ada cara lain untuk merebut semua miliknya? Jeffran saja aku tidak bisa kuasai karena dia mencintai Hana berlebihan, tapi Satya. Dia mencintai aku ketimbang Hana, apa aku harus-'


Di tempat lain, Hana begitu di sayang bahkan Viola sendiri enggan melepaskan Hana begitu saja. Wanita itu begitu gemas dengan Hana, gadis itu menggemaskan walaupun hanya diam saja.


"Makan yang banyak ya, biar gembul. Kamu segini aja gemesin banget apa lagi kalau hamil nanti, apa gak pingsan Satya nya?" Ucapan Viola membuat Hana terdiam, bersamaan dengan Satya yang menoleh ke arah bundanya yang mengatakan itu.


Bagaimana perasaan Hana sekarang? Hancur, ia tidak bisa melakukan apa pun selagi Satya tidak pernah menganggapnya ada. Karena yang ada di mata Satya hanyalah Anna seorang, Hana mana bisa masuk ke dalam hati Satya? Tidak akan bisa, pria itu yang mengatakan akan kemustahilan itu.


"Iya, aku pingsan nanti kalau istriku terlalu menggemaskan." Satya menatap ke arah di mana Hana berada, membuat gadis itu menunduk. Antara dirinya malu dan harus segera sadar dari alam bawah sadarnya.


"Tidak salah bukan, bunda mencari istri buat kamu? Mana udah cantik, baik, gemesin lagi. Di jaga loh Satya, nanti di culik orang." Hana hanya diam dan melamun, ia tidak tahu harus merespon dengan kata apa lagi.



'Dia tidak akan menerima ku, dia tidak menganggap ku ada di kehidupannya. Untuk apa aku berharap dengannya? Walaupun aku sudah terlanjur mencintainya sekarang.'


Satya menatap ke arah Hana, nampak wajah Hana yang menunjukan senyum terpaksanya kepada semua orang. Anehnya kenapa hanya Satya yang tahu akan senyuman palsu itu?


'Semoga saja dia tidak banyak berharap.'

__ADS_1


__ADS_2