Pejuang Takdir Ini

Pejuang Takdir Ini
Chapter : 142


__ADS_3

Sudah hampir 2 bulan setelah kelahiran kedua anak kembarnya di dunia ini, banyak sekali perayaan yang memang harus dirayakan atas kelahiran kedua anak kembar itu lahir.


Tentang pernikahan yang di janjikan, pria itu menepati janjinya. Tidak meminta lebih, Hana hanya tidak mau terlalu berlebihan jadi Johan mengadakan acara pernikahan mereka berdua dengan cara sederhana seperti apa yang Hana mau.


Sekarang mereka masuk ke kehidupan yang baru, mungkin memang belum pernah merasakan yang seperti ini. Bangun dengan suara tangisan bayi, aroma bayi yang berada di segala tempat memenuhi rumah. Bayangkan saja apa yang sekarang terjadi, sukses membuat Johan nyaris menangis.


Apakah ia sudah berhasil mewujudkan impiannya sekarang? Sepertinya memang begitu, semua yang ia alami sekarang begitu indah. Seperti sekarang ini, sebelum ia berangkat ke kantor, kebiasaan baru ia harus mencium pipi anak-anaknya untuk melepaskan kerinduannya nanti selama bekerja.


"Mau berangkat sekarang?" Johan mengangguk, dia memeluk Hana dengan erat setelah itu.


Perempuan itu sudah banyak berjuang sehingga ia harus istirahat sekarang, dan berganti Johan sekarang yang akan berusaha mencari sesuatu yang Hana cari selama ini.


"Aku akan pulang lebih awal, aku janji."


"Jangan memaksakan diri begitu, jika memang sibuk bekerja saja seperlunya."


"Baiklah, bunda. Aku akan pergi dulu oke, jika ada sesuatu hubungi saja aku." Hana mengangguk untuk mengiyakan apa yang Johan katakan itu. Dia mungkin masih merasa khawatir sekarang walaupun memang sudah berlalu lumayan lama.


Johan menganggu kedua anaknya lagi dan kemudian dia pergi menghindari kemarahan ibu dari dua anak itu, Hana tidak menyangka jika sifat asli pria dingin yang ia kenal akan seperti ini. Tapi entah kenapa Hana merasa lega, berarti memang Johan punya sisi dari dirinya yang lain.


Tidak ada yang tahu kemungkinan, bahkan termasuk Hana sendiri juga baru mengetahui semua ini. Johan menuruni anak tangga, dia melihat Jihan yang tengah duduk di ruang tamu dan sibuk dengan dunianya sendiri. Johan berniat ke dapur untuk mengambil bekal yang Hana maksud tadi.


Setelah itu dia akan pergi ke kantor seperti biasanya dia lakukan, memang pekerjaan akhir-akhir ini memang lumayan banyak untuknya. Di tambah Johan sempat mengambil cuti selama 1 bulan untuk full time untuk istri dan anak-anaknya.

__ADS_1


Di sisi lain, berkebalikan dengan keadaan di rumah keluarga Anithordre. Di keluarga Elrendelly, keadaan semakin sunyi di tambah kelahiran satu anak perempuan mereka yang lahir sejak 3 bulan yang lalu.


Anna mendapatkan kabar jika saudaranya juga sudah melahirkan dan mendapatkan dua anak kembar, jujur saja ia turut bahagia akan kabar itu. Tapi sepertinya ia tidak bisa memberi tahu suaminya akan berita ini, di sisi lain Anna takut jika Satya kembali berpaling kepada Hana.


Walaupun Anna tahu, jika Hana tidak akan menerima pria itu kembali atas apa yang sudah terjadi sebelumnya, di tambah kabar di mana Hana sudah menikah dengan Johan 1 bulan lalu setelah anak mereka lahir. Ia salut dengan pria itu, Johan bisa menerima kedua anak Hana tanpa memperdulikan siapa ayah kandung kedua anak itu. Merawat seluruh keluarganya dengan apa yang dia bisa.


Sekarang Anna memang sudah memiliki Satya, walaupun cara yang dia lakukan memanglah sebuah kelakuan yang salah tidak harus dia lakukan sebelumnya. Tapi mau bagaimana lagi?


Satya juga sudah mulai menerima keadaan, dengan melawan perasaan di masa lalu dan mencoba menerima yang seharusnya dia lakukan sekarang. Memberikan kebahagiaan kepada keluarganya adalah tanggung jawabnya, dia sudah punya anak. Seharusnya dia mempunyai lebih dari satu, satu anaknya yang lain adalah dari istri sebelumnya.


"Apa kamu tidak pergi ke kantor hari ini?" Satya yang awalnya menggendong putrinya beralih menoleh ke arah Anna yang berjalan menghampiri dirinya.


"Aku berangkat agak siang, kamu pasti lelah karena Mina tidak tidur semalam."


"Aku tidak begitu lelah-"


Bayi memang biasanya akan lebih sering terbangun saat malam hari, entah karena memang lapar atau tidak bisa tidur dengan nyenyak. Itu suatu hal yang wajar saja, tapi mungkin karena Anna adalah ibu muda yang baru saja mendapatkan satu anak sekarang. Dia sudah kuwalahan karena itu.


Tapi Satya menganggap semua kegiatan Anna sebuah kegiatan melelahkan, karena Satya juga merasa bertanggung jawab atas Mina sekarang.


"Istirahatlah, jika sudah mulai enakan badanmu katakan kepada ku."


"Baiklah..."

__ADS_1


...•••...


Hana tengah menyiapkan banyak hal sekarang, setelah selesai membersihkan kedua bayinya dengan bantuan ibu mertuanya dan selesai membuat kedua bayi menggemaskan itu tidur sekarang. Hana seperti tengah menyiapkan sesuatu.


Tidak tahu apa yang perempuan itu lakukan sekarang, dia sibuk memasak kue coklat di dapur. Tidak mau ada orang lain yang membantunya karena dia mau semua masakan harus Hana yang buat. Sinta bagaimana? Dia hanya melihat.


Mau heran tapi itu juga menantunya, padahal tadi Sinta menawarkan bantuan di tambah Hana belum lama ini keluar dari rumah sakit. Dia seharusnya istirahat bukan malah sibuk memasak entah untuk acara apa nanti.


"Apa hari ini ada perayaan? Kuenya banyak sekali." Sinta tentu saja bertanya-tanya akan semua ini, menantunya sangat bersemangat sekali sekarang.


"Aku ingin membagikan kue-kue ini ke tetangga dan keluarga ku di sana."


"Benarkah? Baiklah kalau begitu, boleh bunda bantu ya."


"Tidak perlu, bunda duduk saja dan makan kue yang aku buat. Ada kue manis kesukaan bunda." Hana baru saja memasak beberapa jenis kue yang dia tahu saja, ia tidak berani berekperimen karena takut gagal saja.


"Nanti kalau kamu kelelahan bagaimana? Johan bisa marah jika kamu terlalu lelah seperti ini, istirahatlah sejenak nak."


"Aku baik-baik saja bunda, masalah Johan aku bisa mengatasinya." Pada dasarnya memang sudah keras kepala, Sinta memilih diam dan pasrah saja.


Sinta berakhir pergi ke kamar di mana kedua cucunya berasa sekarang, sepertinya menemani kedua cucu menggemaskannya tidak ada salahnya. Selama Hana memasak maka ada yang menjaga kedua anak-anak perempuan itu juga.


Tebak Hana membuat kue spesial itu untuk siapa? Untuk saudaranya yang berada di kampung halamannya. Memang Hana belum sempat meminta izin ke Johan karena ia tidak mau menganggu pria itu yang tengah sibuk dengan pekerjaan kantornya sekarang ini. Tidak bisa di tinggalkan sama sekali.

__ADS_1


Hana juga mau memberikan kejutan dengan masakannya sekarang, Dimas juga pasti merindukan masalah Hana. Sempat ke Indonesia sebelumnya tapi tidak sempat memasak untuk Dimas saat itu karena larangan pria itu juga dan suaminya juga.


"Aku yakin kakak dan Anna pasti suka dengan apa yang aku buat ini."


__ADS_2