Pejuang Takdir Ini

Pejuang Takdir Ini
Chapter : 58


__ADS_3

Satya terdiam, ia menatap ke segala arah di mana semua sudah kacau karena kejadian tadi. Ia tidak berpikir jernih, pria itu tidak bisa berdiri dengan seimbang.


"Istri mu nyaris saja di bunuh."


Satya langsung berlari keluar dari resto tersebut tanpa memperdulikan Anna yang berulang kali memanggil namanya, tidak memperdulikan itu. Satya tidak seperti ini, pria itu seolah bukan dirinya sendiri dan ia harus memperbaiki semua ini bagaimana pun caranya.


Ia bahkan seperti kehilangan jati dirinya sendiri, Satya berlari ke arah parkiran dan ia masuk ke dalam mobilnya. Mengendarai kendaraan roda empat itu tanpa berpikir panjang, bahkan kecepatan lajunya sudah tidak dia pikirkan. Seberapa pecat sekarang tidak akan dia perdulikan, karena tujuannya sekarang adalah melihat keadaan istrinya.


...•••...


Semua orang berada di sana bahkan termasuk orang tuanya sendiri, Dimas tidak berharap kedua orang tuanya datang semua hanyalah sebuah kepalsuan belaka. Jika mereka tidak datang pun tidak ada pentingnya sama sekali, mereka hanya akan memberikan luka kepada adiknya lagi.


Dimas menunggu, di barisan paling depan. Ia bisa melihat bagaimana keluarga itu seperti cemas, bahkan wanita itu menangis dan terus menyebutkan nama Hana. Tidak seperti keluarganya sendiri yang tidak menunjukan reaksi apa pun.


Cukup tahu saja, Dimas tidak akan perduli akan apa pun. Ia hanya mau adiknya selamat sekarang, ia tidak akan rela jika Hana pergi jauh darinya sekarang.


Sampai dokter pun tak lama keluar dari ruangan dan itu membuat Dimas berdiri paling depan, pria itu langsung melayangkan banyak pertanyaan kepada dokter itu akan keadaan adik perempuannya itu, jangan sampai apa yang ia bayangkan terjadi. Jangan sampai, Dimas tidak mau.


"Bagaimana keadaan adik saya?"


"Sepertinya infusnya tengah di salah gunakan, ada racun di dalam infusnya dan itu membuat jantungnya melemah. Keadaannya sekarang tidak bisa kami prediksi karena terlalu parah, kami akan membantu untuk menjaga ruangan ini dengan ketat demi keamanan dan keselamatan adik anda."

__ADS_1


"Apa dia akan baik-baik saja setelah ini? Tidak akan terjadi sesuatu kan, dok?" Viola menghampiri dokter tersebut dan bertanya, ia begitu memohon kepada dokter itu agar bisa menyelamatkan anak perempuannya.


"Kamu tidak bisa menjelaskan itu, nyonya. Saya harap kalian bisa berdoa untuk keselamatannya, kami juga berusaha sekuat kami, permisi." Viola menangis sejadi-jadinya, ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi sekarang.


Jika bukan karena Juan yang menghubungi dirinya ia tidak akan tahu apa yang terjadi kepada menantunya itu, bagaimana bisa? Wanita itu bahkan tidak menyangka dengan apa yang sudah terjadi.


Dimas merasa jika keluarga baru Hana, pria itu hanya tersenyum dan ia menoleh ke arah ruangan adik perempuannya itu, penuh dengan harapan.


'Kamu menemukan keluarga baru yang baik, apa kamu tidak ada niatan untuk bangun? Dan mengatakan siapa yang tega melakukan semua ini kepada adik kesayanganku.'


Jujur saja, jika saja ia sudah tidak bisa bertahan mungkin ia akan mati di tempat. Tapi Dimas banyak berpikir akan itu, ia juga masih mau menemani perjalanan Hana dan tidak akan meninggalkan gadis itu untuk kedua kalinya. Ia tidak mau kehilangan adik kesayangannya.


Sampai secara tiba-tiba seseorang datang dengan keadaan kacau, mereka semua menoleh ke arah orang itu berdiri dan di saat itu juga Dimas melangkah dengan langkah cepat, bahkan tatapannya sudah mulai seperti akan membunuhnya di saat itu juga.


"Kemana saja kau bajingan?" Dimas menarik kerah kemeja Satya dengan kasar, dan bahkan ia akan memberikan pukulan lagi.


Tapi di tahan oleh yang lain, mereka mencoba memisahkan keduanya agar tidak terjadi kericuhan. Tetapi, mereka juga sadar jika Dimas sudah kehilangan kendali apa lagi sudah menyangkut akan adik perempuannya sekarang. Ia tidak akan bisa mengalah dan berhenti.


"KATAKAN KEMANA SAJA KAU SIALAN?!!"


"Dimas, tenangkan diri mu-"

__ADS_1


"BAGAIMANA AKU BISA TENANG?! AKU PERDULI DENGAN HANA DAN KALIAN TIDAK PERNAH MEMPERDULIKAN ITU!! KALIAN HANYA SEPASANG ORANG TUA YANG TIDAK TAHU MALU!!" Jangan salahkan ucapan Dimas yang sudah melewati batas, ia sudah lelah dengan situasi seperti ini.


Bahkan setelah Hana menemukan kehidupan baru pun rasanya kenapa semakin parah, Dimas tidak pernah membayangkan semua ini akan terjadi dan sebelumnya ia percaya kepada Satya untuk menjaga adiknya, tapi apa sekarang? Dia membuang kebaikan adiknya yang selama ini dia terima juga, kakak mana yang tidak akan marah?


Satya hanya diam, ia menyadari kesalahannya yang memang sudah keterlaluan. Ia tidak bisa dimaafkan dan memang tidak pantas menerima semua itu, pria paruh baya itu melangkah ke arah anak tunggalnya itu dan kembali memberikan pukulan keras.


"Ayah!"


"Diam, aku pikir semua baik-baik saja. Ternyata aku salah, gadis itu menjadi korbannya sekarang. Bagaimana aku bisa tenang? Walaupun aku bukan orang tua kandungnya." Pria itu berdiri dengan tegak, ia tidak bisa berkata-kata.


Semua kejadian ini, di luar kendali. Bagaimana bisa terjadi? Bagaimana ia bisa tidak tahu keadaan menantunya sendiri? Yang sudah dia anggap lebih dari seorang menantu, bahkan sudah dia anggap seperti putri kandungnya sendiri.


"Aku sendiri yang akan turun tangan akan masalah ini, dan kau Satya. Ayah benar-benar kecewa dengan mu, perbaiki kesalahan mu jika tidak ayah akan membuatkan surat perpisahan antara kau dan Hana. Tidak ada toleransi apa pun." Ucapnya dengan tegas dan kemudian dia menelpon seseorang untuk menangani kasus ini.


Viola menangis, ia tidak bisa membela Satya. Jelas Satya salah di sini, dia tidak ada untuk istrinya padahal dia tidak ada pekerjaan yang sampai menghalanginya bertemu dengan istrinya sendiri. Semua luka yang pernah ia lihat saat itu, ternyata adalah perbuatan putranya sendiri.


Antara kecewa dan sedih, ia lebih kecewa. Ia tidak pernah mengajari putranya kasar dengan orang lain terutama kepada perempuan, bagaimana sakitnya itu? Viola sangat tidak habis pikir.


Semua orang hanya terdiam di sana, tanpa ada yang berminat menolong. Justru sekarang yang berada di pikiran Surya adalah keberadaan Theo yang mendadak hilang, pria itu tidak kembali setelah pergi tadi. Dengan keadaan Satya yang kacau seperti ini, ia mulai menyadari akan sesuatu.


Tapi dirinya hanya diam, bukannya tidak mau menolong tapi semua kejadian ini sebagian kesalahan adalah Satya, pria itu tidak memperdulikan istrinya sendiri dan penuh parahnya lagi melakukan hubungan gelap dengan saudara istrinya sendiri, sungguh di luar dugaan.

__ADS_1


Surya menatap ke arah pintu kamar inap itu, menatap penuh harapan yang begitu amat. Begitu banyak orang yang berharap jika gadis itu kembali sadar, walaupun beberapa yang Satya tahu justru seolah masa bodoh. Tapi ia begitu bangga bisa mengenal Hana sampai sekarang.


'Kau gadis kuat, kau hebat bisa bertahan sampai sekarang. Tapi bisa kah kau bertahan sebentar lagi?'


__ADS_2