
Tapi mereka tidak bisa tidak harus mendakinya, ini adalah satu
satunya jalan masuk ke dalam benteng.
Empat orang semua memakai baju malam warna abu-abu hijau,
dengan tembok benteng hampir sama warnanya. Sepasang
tangannya ada kail pencakar tembok yang dibuat khusus, dengan
lengan sebagai penahan, tidak saja bisa digunakan untuk mendaki
tembok, juga bisa dijadikan senjata yang mematikan.
Ukuran puncak tembok persis seperti benteng kota, di luar dan di
dalam ada tembok penghindar jatuh, sering ada penjaga
mengulurkan kepalanya melihat keluar, juga sering ada patroli yang terdiri dari dua orang, di atas berjalan kesana-kemari mengawasi
apakah ada penjaga yang mengantuk, penjagaannya sangat ketat.
Ilmu silatnya Hoa-fei-hoa paling tinggi dan paling hebat di antara empat orang itu.
Dia memimpin dengan pelan mendaki keatas, tepat berada di
tengah dua patroli memeriksa, jika tidak dari jarak dekat, sama sekali tidak akan bisa melihat ada orang naik ke tembok benteng.
Setelah naik ke puncak tembok, memastikan di sekitar tidak ada
orang, baru dia melepaskan tali panjang, menarik ke atas orang yang berada dibawah.
Tidak lama, tubuh mereka berempat sudah menghilang di antara
rumah-rumah. Fu Ke-wei dan kawan-kawannya, tiba pada jam delapan pagi di
sebelah sisi barat benteng di satu pohon besar. Sebelum masuk gunung, dia telah bertemu dengan mata-mata yang diutus oleh Jin Zhao-chen, jadi terhadap keadaan benteng Zhang-feng telah ada pengenalan awal, lalu dilanjutkan dengan penelitian seharian, dia memutuskan malamnya melakukan aksi.
Tadinya dia ingin supaya tidak diduga orang, menyusup pada jam
sembilan malam, tapi melihat di dalam benteng mendadak lampunya
terang benderang, dan juga mengutus orang keluar benteng memeriksa gunung dan hutan, tahulah dia di dalam benteng telah terjadi sesuatu yang tidak terduga, sehingga terpaksa dia menunggu.
Sekitar jam sebelas, di dalam benteng kembali tenang, dan dia
mulai bergerak. Hoa-fei-hoa berempat tidak melalui belakang benteng,
dengan berani mereka mendaki dari depan benteng.
Empat orang itu semuanya telah mengganti baju dengan baju
sutra anti air, dengan hati hati berenang di bawah air di bawah
jembatan benteng. Tanpa takut mendaki ke atas gerbang benteng, seperti empat
ekor cecak yang lincah. Baju anti air mereka, warnanya juga sama dengan tembok
benteng. Diatas gerbang benteng ada dua orang penjaga, perhatiannya
semua ditujukan pada ujung jembatan di seberang kali pelindung
__ADS_1
benteng, papan jembatan di bagian tengahnya telah diangkat, orang
yang menyusup sulit lolos dari penglihatan, tapi tidak memperhatikan orang bisa menyusup dengan berenang di bawah air di bawah
jembatan. Orangnya telah mendekat ke gerbang benteng, penjaga
kecuali mengulurkan kepala melihat kebawah, sulit bisa menemukan
di bawah ada orang. Tujuannya belum tercapai, melumpuhkan penjaga adalah hal
yang di larang. Dua orang penjaga ini sungguh beruntung, tidak menemukan
ada orang yang datang menyusup, juga telah menyelamatkan
nyawanya. Di dalam ruang rahasia di bangunan tamu, lampu menyala terang.
Ketua benteng tetap membawa dua belas orang
kepercayaannya, dengan wajah tidak enak dipandang
melangkah masuk keruangan rahasia.
Dua belas orang kepercayaannya menanti di luar berjagajaga.
Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai sudah menunggu di dalam.
Pertemuan kali ini ada Tangan Pengail Arwah dan juga Liu
Fei-yan. "Saudara Gao, perkumpulan anda melakukan ini sudah
keterlaluan." Kata ketua benteng Xi begitu masuk ke ruangan sambil marah.
"Ketua benteng sedang bicara apa" Aku tidak mengerti."
Sekarang di mana orangnya?"
"Aku malah ingin tanya padamu!" sikap ketua benteng Xi sangat tidak bersahabat.
"Mana aku tahu orangnya ada dimana" Apa maksud ketua
benteng?" Yu-shu-xiu-shi adalah orang sombong, dia tidak bisa terima sikap
ketua benteng, dengan marah dia mendorong kursi berdiri.
"Apa maksudnya di dalam hati mengerti, bukankah kau ingin
menghemat sejumlah uang, lalu diam-diam membawa orang keluar
benteng" Saudara Gao, kau melakukan ini telah melanggar
larangan, tahu tidak?"
"Tunggu, tunggu." Yu-shu-xiu-shi akhirnya mengerti, "ketua benteng mengatakan dua orang wanita itu telah ditangkap oleh
kami, dan diam-diam telah membawanya keluar."
"Apa bukan begitu?"
"Aku dengan tegas menyangkal tuduhan ketua benteng yang tanpa alasan itu. Seperti yang tadi kau katakan, bagaimana pun tidak
aturannya perkumpulan kami, tidak akan melakukan hal yang
__ADS_1
melanggar aturan ini." Yu-shu-xiu-shi dengan tegas menyangkal.
"Benar bukan kalian yang melakukannya?"
"Aku dengan harga diriku dan nama baik perkumpulan kami
menjaminnya, pasti bukan orang-orang perkumpulan kami yang
melakukannya.'' Kata Yu-shu-xiu-shi dengan serius, "ilmu silat dua orang wanita ini sudah sampai taraf kelas satu, apa lagi ilmu meringankan tubuhnya, lebih bagus lagi, ketua benteng apakah tidak berpikir mereka sendiri yang melarikan diri keluar benteng?"
"Aku telah mengunci jalan darah mereka, mereka tidak akan
bisa mengerahkan ilmu silat nya hingga dua puluh persen lebih,
tidak mungkin bisa melarikan diri dengan kemampuan sendiri."
"Ooo! Kenapa ketua benteng mengunci jalan darah
mereka?" desak Yu-shu-xiu-shi hatinya bergerak.
"Karena aku takut masalahnya mendadak bisa terjadi
perubahan, sehingga, kemarin setelah meninggalkan tempat ini,
segera pergi ketempat mereka menetap, mengunci jalan darah
mereka, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, tidak diduga tetap saja terjadi peristiwa ini." Kata ketua benteng Xi kesal.
"Ooo! Betulkah?" kata Yu-shu-xiu-shi dengan penuh arti, "saat mulai malam seluruh benteng ribut, aku masih mengira ada orang yang
menyusup, ternyata malah sedang mencari mereka. Kalau begitu
tugasku jadi tidak berhasil, setelah pulang tidak tahu bagaimana
tanggung jawabku pada ketua kami?"
"Bentengku telah mengutus pasukan pencarian ke daerah
sekitar, mereka berdua telah terkunci jalan darahnya, seharusnya
tidak akan bisa berlari jauh, kecuali mereka tidak melarikan diri
dengan kemampuan sendiri......"
"Ketua benteng sepertinya masih belum percaya pada
kami......" "Terhadap siapa pun aku tidak percaya," Ketua benteng Xi tertawa keji, dia keluar ruangan pergi dengan membawa orang
kepercayaannya. "Orang ini sungguh keji, kenapa dia harus mengunci jalan darah mereka" Kurasa perbuatan ini dilakukannya untuk menginterogasi
tempat persembunyian uang hasil rampokan mereka. Aku berani
bertaruh, dia pasti tidak melakukannya kemarin malam, tapi sudah
sejak dulu mengunci jalan darah mereka." Setelah mengantar pergi ketua benteng Xi, Yu-shuxiu-shi dengan pelan berkata pada Seruling Damai, matanya bersinar-sinar dingin, "bagaimana pendapatmu?"
"Analisa wakil ketua sangat tepat, aku curiga dia telah berhasil mendapatkan tempat persembunyian uang rampokan, diam-diam telah
membunuh mereka, lalu menyebarkan berita mereka melarikan diri, dia sedang bersandiwara di depan kita." Kata Seruling Damai tertawa dingin.
"Mungkin juga. Kita tunggu sampai besok, lihat
__ADS_1
perkembangannya, baru putuskan harus bagaimana."
Hoa-fei-hoa dengan pelayan wanita berjalan di depan, setelah melewati beberapa rumah, di dalam gang kecil mereka belok kanan lalu putar ke kiri, akhirnya tersesat di dalam hutan bangunan yang gelap, hingga tidak tahu berada dimana.